Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Jet Boeing 737 MAX untuk Maskapai Tiongkok Kembali ke AS, Korban Perang Tarif Dagang

badge-check


					Boeing 737 MAX untuk Xiamen Airlines yang kembali ke Amerika. Perbesar

Boeing 737 MAX untuk Xiamen Airlines yang kembali ke Amerika.

Seattle – Sebuah pesawat jet Boeing 737 MAX yang semula dijadwalkan untuk dikirim ke maskapai Tiongkok, Xiamen Airlines, mendarat kembali di fasilitas produksi Boeing di Seattle, Amerika Serikat, pada Minggu (20/4/2025) waktu setempat. Pesawat tersebut menjadi korban terbaru dari eskalasi perang tarif antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Menurut saksi mata Reuters, pesawat dengan corak Xiamen Airlines itu mendarat di Bandara Boeing Field pada pukul 18.11 waktu setempat (Senin pukul 01.11 GMT). Jet ini sebelumnya telah menempuh perjalanan sejauh 8.000 kilometer dengan transit pengisian bahan bakar di Guam dan Hawaii.

Pesawat tersebut merupakan satu dari sejumlah unit 737 MAX yang tengah menunggu proses akhir dan pengiriman di pusat penyelesaian Boeing di Zhoushan, Tiongkok. Namun, kenaikan tajam tarif impor dari kedua negara membuat proses tersebut menjadi tidak ekonomis.

Awal bulan ini, Presiden AS Donald Trump menaikkan tarif dasar untuk impor dari Tiongkok menjadi 145%. Sebagai balasan, pemerintah Tiongkok memberlakukan tarif 125% terhadap barang-barang asal AS. Dalam konteks ini, sebuah pesawat baru Boeing 737 MAX yang bernilai pasar sekitar US$55 juta—menurut konsultan penerbangan IBA—dapat membebani maskapai dengan pajak ratusan juta dolar jika tetap diterima.

Hingga kini belum jelas pihak mana yang memutuskan untuk memulangkan pesawat tersebut ke Amerika. Baik Boeing maupun Xiamen Airlines belum memberikan komentar atas insiden ini.

Kembalinya jet 737 MAX, yang merupakan model paling laris dari Boeing, menjadi sinyal terbaru terganggunya pengiriman pesawat baru akibat keruntuhan status bebas bea yang selama puluhan tahun menopang industri penerbangan global.

Perang dagang yang kembali memanas ini terjadi di tengah upaya Boeing memulihkan pengiriman ekspor 737 MAX pasca pembekuan hampir lima tahun yang disebabkan kecelakaan fatal dan ketegangan dagang sebelumnya.

Para analis memperingatkan bahwa ketidakpastian kebijakan tarif dapat membuat banyak pengiriman pesawat tertunda. Beberapa CEO maskapai bahkan telah menyatakan keengganannya untuk menerima pesawat baru apabila harus membayar bea masuk yang besar.

Industri dirgantara kini memasuki fase penuh ketidakpastian, dengan hubungan dagang antara dua negara ekonomi terbesar dunia menjadi faktor penentu arah ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional