Le Mans, Prancis – Dalam sebuah balapan yang penuh drama, hujan, dan momen tak terduga, Johann Zarco (LCR Honda Castrol) mencetak sejarah sebagai pebalap Prancis pertama dalam 71 tahun terakhir yang menang di MotoGP Prancis, tepat di kandangnya sendiri di Sirkuit Le Mans, Minggu (11/5/2025).
Zarco tampil fenomenal dalam balapan basah-kering yang sarat strategi dan insiden. Bermodal keberanian berjudi dengan ban basah sejak awal restart, pebalap bernomor 5 itu sukses menjauh dari para pesaing dan mengunci kemenangan dengan selisih hampir 20 detik atas Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) di posisi kedua. Rookie sensasional Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing MotoGP) melengkapi podium di posisi ketiga—podium pertamanya di kelas utama.
Balapan Dimulai dengan Kacau, Hujan dan Red Flag
Balapan belum dimulai, drama sudah menyeruak. Rintik hujan mengguyur Le Mans menjelang start, namun seluruh pebalap tetap memulai dengan ban kering. Saat warm up lap, hampir seluruh rider tergelincir termasuk Fabio Quartararo yang nyaris jatuh di Tikungan 3. Kekacauan di pit lane memaksa marshal mengibarkan bendera merah dan memulai prosedur quick restart, mempersingkat balapan menjadi 26 lap dengan status wet race.
Start Ulang Penuh Insiden, Bagnaia Terjatuh di Lap Pertama
Ketika lampu start menyala, drama langsung terjadi. Francesco Bagnaia tergelincir di Tikungan 3 pada lap pertama, mengulang kesalahan yang sama seperti di Sprint Race. Sementara itu, Quartararo memimpin balapan di depan Marc dan Alex Marquez, serta Aldeguer.
Namun tak lama, penalti long lap mulai diberlakukan bagi sebagian besar pebalap yang mengganti motor di sighting lap, membuat posisi berubah-ubah. Quartararo, yang sempat memimpin, justru terjatuh di tikungan terakhir dan menghancurkan harapan publik tuan rumah—yang tak menyangka harapan mereka justru datang dari nama lain: Johann Zarco.
Zarco Ambil Alih, Tampil Tak Tersentuh
Dalam kekacauan strategi dan kondisi lintasan yang berubah-ubah, Zarco menjadi satu dari sedikit pebalap yang tetap konsisten di atas ban basah. Strategi ini terbukti jitu. Ketika rivalnya mulai tergelincir satu per satu—dari Oliveira, Alex Marquez, hingga Bagnaia yang dua kali masuk pit—Zarco justru semakin menjauh.
Dengan performa yang stabil dan minim kesalahan, Zarco memperlebar keunggulannya lap demi lap, mencapai selisih hingga 19 detik. Saat bendera finis dikibarkan, suara riuh dari 100.000 lebih penonton di Le Mans membahana. Zarco menjadi pebalap Prancis pertama sejak Pierre Monneret pada 1954 yang menang di kandang sendiri.

Johann Zarco
Podium Perdana untuk Aldeguer, Marquez Raih Poin Penting
Di belakang Zarco, Marc Marquez tampil konsisten dan cerdas dalam mengambil keputusan, membawa pulang 20 poin penting dalam perebutan gelar. Fermin Aldeguer juga mencuri perhatian dengan menyalip Pedro Acosta di lap terakhir dan meraih podium MotoGP pertamanya, melengkapi akhir pekan luar biasa bagi Gresini Racing.
Acosta harus puas di posisi keempat, diikuti Maverick Viñales (Red Bull KTM Tech3) di urutan kelima. Takaaki Nakagami dari Honda HRC mencuri perhatian sebagai wildcard dengan finis keenam. Sementara itu, juara dunia bertahan Bagnaia harus menerima kenyataan finis di posisi ke-16 tanpa poin.
Hasil MotoGP Prancis 2025:
Berikut 10 besar hasil MotoGP Prancis 2025:
- Johann Zarco (LCR Honda Castrol)
- Marc Marquez (Ducati Lenovo Team)
- Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing MotoGP)
- Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing)
- Maverick Viñales (Red Bull KTM Tech3)
- Takaaki Nakagami (Honda HRC Test Team)
- Raul Fernandez (Trackhouse MotoGP Team)
- Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team)
- Lorenzo Savadori (Aprilia Racing)
- Ai Ogura (Trackhouse MotoGP Team)
Kemenangan Zarco bukan sekadar hasil balapan. Ia adalah cerita tentang ketekunan, strategi jitu, dan momen kebanggaan nasional. Le Mans 2025 tak hanya menyuguhkan balapan, tetapi sejarah.