Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Kapten Rusia yang Menabrak Kapal Tanker AS Mulai di Sidang

badge-check


					Bangkai Kapal Tanker Stena Immaculate Perbesar

Bangkai Kapal Tanker Stena Immaculate

London – Kapten kapal kontainer yang bertabrakan dengan kapal tanker AS awal pekan ini di lepas pantai timur Inggris didakwa dengan pembunuhan karena kelalaian besar dalam sidang di pengadilan Inggris pada hari Sabtu (15/3/2025).

Warga negara Rusia, Vladimir Motin, berusia 59 tahun, adalah kapten kapal berbendera Portugal, Solong, yang menabrak kapal tanker Stena Immaculate, yang mengangkut bahan bakar jet militer, pada Senin (10/3/2025) pagi.

Motin, yang didakwa pada Jumat malam, hadir di Pengadilan Magistrat Hull pada hari Sabtu atas kematian Mark Angelo Pernia, warga Filipina berusia 38 tahun yang merupakan anggota kru Solong.

Jaksa Amelia Katz menyebutkan bahwa Solong melaju dengan kecepatan lebih dari 15 knot (27,8 kilometer per jam) ketika menabrak Stena Immaculate, yang telah berlabuh di posisi yang sama sejak Minggu malam, “lebih dari 15 jam sebelum tabrakan terjadi.”

Dia menjelaskan bahwa Motin adalah satu-satunya orang yang memimpin Solong saat tabrakan terjadi, setelah mengambil alih kendali sekitar tiga jam sebelumnya.

“Selama lebih dari 40 menit sebelum tabrakan, Solong berada di jalur langsung menuju tabrakan dengan Stena Immaculate, yang sedang berlabuh dan tidak bergerak,” kata Katz.

Jaksa menambahkan, “Tidak ada upaya komunikasi dari Solong untuk memperingatkan akan adanya tabrakan yang akan terjadi, dan Solong tidak menyesuaikan arah atau kecepatannya pada saat itu.”

Semua 23 anggota kru Stena Immaculate dan 13 dari 14 kru di Solong berhasil diselamatkan. “Beberapa anggota kru Solong berusaha mencari Mr. Pernia, tetapi tidak berhasil,” jelas Katz.

Motin tidak mengajukan permohonan jaminan dan ditahan dalam tahanan.

Tabrakan tersebut menyebabkan ledakan besar dan tumpahan bahan bakar jet ke laut. Kekhawatiran awal tentang bencana lingkungan mereda setelah penilaian menunjukkan bahwa sebagian besar bahan bakar jet telah terbakar habis dan tidak ada tanda-tanda kebocoran lain dari kedua kapal tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional