Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

News

Kereta Gantung Kawah Ijen: Cita-Cita Panjang Pemkab Banyuwangi dari Era Anas hingga Ipuk

badge-check


					Kereta Gantung Kawah Ijen: Cita-Cita Panjang Pemkab Banyuwangi dari Era Anas hingga Ipuk Perbesar

Banyuwangi – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan komitmennya untuk merealisasikan pembangunan kereta gantung (cable car) di Kawah Ijen. Hal ini disampaikannya dalam pertemuan dengan perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Bank Indonesia, di mana proyek strategis ini menjadi salah satu fokus utama pembahasan.

“Kami sudah diskusi potensi dan proyek-proyek apa saja yang perlu ditingkatkan dan difasilitasi oleh pemerintah provinsi dan BI,” ujar Bupati Ipuk dalam keterangan resminya di Banyuwangi, Minggu (4/5/2025)

Rencana pembangunan kereta gantung di Kawah Ijen bukanlah hal baru. Sejak masa kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas, proyek ini telah menjadi bagian dari upaya menjadikan Banyuwangi sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Menurut Anas, proyek ini tidak hanya akan meningkatkan aksesibilitas wisatawan ke Kawah Ijen, tetapi juga akan memberikan pengalaman wisata yang unik dan ramah lingkungan. “Cable car ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi Banyuwangi untuk menarik wisatawan,” ujar Anas.

Tantangan Perizinan dan Dukungan Pemerintah Pusat

Namun, realisasi proyek ini menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait dengan perizinan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sebagai kawasan konservasi, pembangunan infrastruktur di TWA Kawah Ijen memerlukan kajian mendalam untuk memastikan kelestarian lingkungan tetap terjaga.

“Pembangunan kereta gantung harus dikerjakan di area berstatus taman wisata alam (TWA), yang secara otomatis masuk kawasan konservasi. Sehingga diperlukan proses evaluasi kesesuaian fungsi lahan yang digunakan,” jelas Anas.

Pada Agustus 2017, Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri LHK Siti Nurbaya menggelar rapat koordinasi bersama jajaran dan Bupati Banyuwangi untuk membahas percepatan pembangunan cable car di Kawah Ijen. Siti Nurbaya menegaskan bahwa perizinan cable car tidak ada masalah dan pihaknya akan mengontrol langsung rencana tersebut.

Dirjen KSDAE Kementerian LHK, Wiratno, menambahkan bahwa pihaknya telah selesai melakukan evaluasi fungsi cable car di kawasan Gunung Ijen. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, tim terpadu yang terdiri dari unsur planologi, LIPI, dan lainnya akan melakukan kajian lebih lanjut. Ini termasuk tes tanah dan geologi untuk mengetahui kelayakan pembangunan cable car.

Meski mendapatkan dukungan, proyek ini sempat terhenti akibat pandemi COVID-19. Bupati Ipuk Fiestiandani menyatakan bahwa progres pengembangan cable car di Ijen sebenarnya masih berjalan, meski sempat terhenti akibat badai COVID-19.

“Sebelum pandemi, investor yang akan menanamkan modal sebenarnya sudah siap. Karena proses perizinannya cukup lama ditambah dengan COVID-19, membuat investor tidak berkenan. Sehingga saat izinnya sudah siap, pemkab harus mencari investor lain untuk melanjutkan pembangunan cable car,” jelas Ipuk.

Dampak Positif Kereta Gantung bagi Pariwisata Kawah Ijen dan Ekonomi Lokal

Ipuk menambahkan bahwa proyek cable car Ijen masih cukup strategis, terutama dengan tren pariwisata di gunung yang terkenal dengan blue flame-nya yang terus meningkat.

Pemkab terus mengupayakan untuk menemukan investor yang bisa membangun proyek cable car sesuai dengan konsep yang ditawarkan. “Sebagian yang kami ajak bicara investor asing, izin KLHK sudah ada, tinggal bagaimana nanti pembangunannya,” tegasnya.

Pembangunan kereta gantung di Kawah Ijen diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Dengan adanya fasilitas ini, wisatawan dapat menikmati keindahan Kawah Ijen dengan lebih mudah dan aman, tanpa harus melakukan pendakian yang melelahkan.

Hal ini juga sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan, karena dapat mengurangi jejak karbon dan kerusakan jalur pendakian akibat over kapasitas pengunjung.

Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, peluang usaha di sektor pariwisata, seperti homestay, kuliner, dan jasa pemandu wisata, akan semakin terbuka.

Fasilitas Penunjang Lain Akan Dibangun

Pemerintah daerah berencana membangun berbagai fasilitas penunjang untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut. Fasilitas yang akan dibangun mencakup area perkemahan, dormitory, hotel bintang 2 dan 4, visitor center, food court, area parkir, villa, rumah pohon, dan lainnya.

Rencana pembangunan kereta gantung di Kawah Ijen merupakan cita-cita panjang Pemkab Banyuwangi yang terus diupayakan dari masa ke masa. Dengan dukungan pemerintah pusat dan berbagai pihak terkait, proyek ini diharapkan dapat segera direalisasikan. Langkah ini bertujuan mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Banyuwangi.

Meski menghadapi berbagai tantangan, semangat dan komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan proyek ini tetap tinggi. Upaya ini dilakukan demi kemajuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Banyuwangi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jawa Timur Kondusif: Ibu Khofifah dan Mas Emil Fokus Melayani Program Pro Rakyat

26 Agustus 2025 - 11:52 WIB

Sri Mulyani Siapkan Anggaran untuk Badan Otorita Pantura dan Badan Industri Mineral

26 Agustus 2025 - 10:41 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani siapkan dana untuk Badan Otorita Pantura dan Badan Industri Mineral yang baru dilantik Presiden Prabowo.

Hotel Syariah di Mataram Dapat Tagihan Royalti karena Setel Murotal

25 Agustus 2025 - 10:04 WIB

Hotel Grand Madani Mataram kena tagihan royalti Rp 4,4 juta dari LMKN usai setel murotal. Manajemen tunggu aturan jelas sebelum bayar.

Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak

24 Agustus 2025 - 10:12 WIB

PT KAI tolak usulan DPR soal gerbong khusus perokok. Semua layanan kereta api tetap bebas asap rokok demi kenyamanan dan kesehatan penumpang.

Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

23 Agustus 2025 - 09:10 WIB

PT BMS Foods buka suara soal udang terkontaminasi radioaktif yang ditarik FDA. Ekspor ke Amerika ditangguhkan sementara.
Trending di News