Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Kirim Delegasi, Trump Ngotot Kuasai Greenland

badge-check


					Kirim Delegasi, Trump Ngotot Kuasai Greenland Perbesar

Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan bahwa AS seharusnya menguasai Greenland, di tengah kritik tajam dari para pemimpin wilayah semi-otonom tersebut terhadap rencana kunjungan delegasi AS pekan ini.

“Saya pikir Greenland adalah sesuatu yang mungkin ada dalam masa depan kita,” ujar Trump kepada awak media usai pertemuan dengan para pejabat kabinetnya, Senin (25/3/2025). Menurutnya, Greenland memiliki kepentingan strategis bagi keamanan nasional AS.

Namun, Perdana Menteri Greenland yang akan segera lengser, Mute Egede, menyebut rencana kunjungan delegasi AS sebagai “provokasi” dan menegaskan bahwa pemerintahan sementara tidak akan bertemu dengan perwakilan AS.

Trump mengklaim pihaknya telah bekerja sama dengan “orang-orang di Greenland” yang menginginkan perubahan, meski ia tidak merinci lebih lanjut. “Mereka yang menghubungi kami, bukan kami yang menghubungi mereka,” katanya.

Delegasi AS yang dipimpin oleh Usha Vance, istri Wakil Presiden JD Vance, dijadwalkan tiba di Greenland pada Kamis (28/3/2025) hingga Sabtu (30/3/2025). Delegasi tersebut juga mencakup Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Mike Waltz serta Menteri Energi Chris Wright.

Kecaman dari Greenland dan Denmark

Egede mengecam kunjungan delegasi AS, menudingnya sebagai bentuk campur tangan yang melanggar prinsip demokrasi Greenland dan tidak menghormati hak menentukan nasib sendiri.

“Kita belum melihat pernyataan tegas dari sekutu-sekutu kita. Kita membutuhkan dukungan yang jelas dari negara-negara sahabat. Deklarasi yang samar-samar harus dihentikan,” kata Egede kepada penyiar lokal KNR.

Greenland saat ini dalam masa pemerintahan sementara setelah pemilu parlemen 11 Maret lalu yang dimenangkan oleh Partai Demokrat, partai berhaluan pro-bisnis yang mendukung kemerdekaan dari Denmark dengan pendekatan bertahap.

Jens-Frederik Nielsen, pemimpin Partai Demokrat, menilai kunjungan delegasi AS tidak tepat mengingat Greenland tengah bernegosiasi untuk membentuk koalisi baru dan menghadapi pemilihan lokal pekan depan.

“Kita tidak boleh terjebak dalam permainan kekuasaan yang tidak kita pilih sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen menyebut kunjungan tersebut “bermasalah” dan menunjukkan “kurangnya rasa hormat” terhadap kedaulatan Denmark dan Greenland.

“Ini bukan sekadar kunjungan wisata biasa. Ini adalah upaya pendekatan diplomatik untuk menarik Greenland ke orbit AS,” ujarnya kepada penyiar DR.

Pengamanan Ketat

Kunjungan delegasi AS ini diiringi pengamanan ketat. Dua pesawat angkut militer AS Hercules tiba di ibu kota Nuuk pada Minggu (24/3/2025) malam, membawa personel keamanan dan kendaraan lapis baja, menurut media lokal Sermitsiaq. Sekitar 60 personel polisi dari Denmark juga telah dikerahkan ke Nuuk.

Mike Waltz dan Chris Wright dijadwalkan mengunjungi pangkalan militer AS di Pituffik, yang merupakan bagian penting dari sistem peringatan rudal balistik AS. Mereka juga akan bergabung dengan Vance untuk menghadiri balapan anjing sled nasional Greenland.

Ketegangan Meningkat

Trump pertama kali melontarkan gagasan membeli Greenland pada 2019 dan kembali mengangkat isu ini setelah kembali ke Gedung Putih pada Januari lalu. Ia bahkan tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan militer untuk mencapai tujuan tersebut.

Greenland yang kaya akan sumber daya alam, termasuk mineral strategis bagi teknologi masa depan, menjadi daya tarik bagi AS. Namun, pemerintah Greenland dan Denmark dengan tegas menolak gagasan akuisisi ini.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menegaskan bahwa segala bentuk kerja sama dengan AS harus didasarkan pada prinsip kedaulatan.

“Ini adalah isu serius bagi kami. Kami ingin bekerja sama dengan AS, tetapi dalam kerangka aturan dasar kedaulatan. Pemerintah Denmark dan Greenland yang baru akan selalu dilibatkan dalam diskusi terkait masa depan pulau ini,” tegasnya dalam pernyataan tertulis.

Ketegangan diplomatik ini menunjukkan meningkatnya kepentingan geopolitik AS terhadap Greenland, sementara para pemimpin wilayah tersebut semakin waspada terhadap manuver Washington.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional