Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

News

Lapas Banyuwangi Panen Raya Padi 2 Hektar Dukung Program Prabowo

badge-check


					Lapas Banyuwangi Panen Raya Padi 2 Hektar Dukung Program Prabowo Perbesar

Banyuwangi – Lapas Kelas II A Banyuwangi sukses menggelar panen raya padi di lahan seluas dua hektar, hasil olahan warga binaan, sebagai bentuk nyata mendukung program swasembada pangan nasional Presiden Prabowo Subianto. Kegiatan ini dilaksanakan di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang berada di Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi, Selasa (10/6/2025).

Panen raya ini adalah bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo dan 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Salah satu poin utama dalam program tersebut, khususnya poin dua, menekankan pemberdayaan warga binaan untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Sebelumnya, kegiatan ketahanan pangan hanya dilaksanakan di lahan terbatas di lingkungan lapas Banyuwangi.  Lapas Banyuwangi sudah pernah panen sayuran bahkan ikan di lingkungan sekitar lapas. Panen raya padi ini terbilang istimewa karena di lahan yang luas dan di luar wilayah Lapas Banyuwangi.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Jawa Timur, Kadiyono, serta para Kepala Lapas se-Tapal Kuda turut menghadiri kegiatan panen raya ini. Selain itu, perwakilan dari Pemkab Banyuwangi juga hadir dalam acara tersebut.

Lahan Hibah Pemkab Banyuwangi

Dalam sambutannya, Kadiyono mengapresiasi kontribusi Lapas Banyuwangi dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui program produktif berbasis pertanian.

“Lahan dua hektar ini merupakan hibah dari Pemkab Banyuwangi. Lokasinya strategis, berada di tengah kota, kualitas tanahnya sangat baik, dan sistem pengairannya masuk kategori Kelas 1,” ujar Kadiyono, Selasa (10/6/2025).

Kalapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menjelaskan bahwa padi yang ditanam adalah varietas Inpari 32. Penanaman bibit padi ini mulai tanggal 27 Februari 2025. Kini, setelah genap empat bulan, perkiraan hasil panennya bisa mencapai antara 6 hingga 7 ton.

Dalam pengelolaan lahan, sebanyak lima warga binaan dilibatkan setiap hari dengan pendampingan langsung dari petugas. Mereka tak hanya bekerja, tetapi juga mendapat pembekalan keterampilan bertani untuk bekal hidup usai masa tahanan. Lima warga binaan itu diseleksi khusus dari segi keahlian dan keamanan.

“Semoga ini menjadi langkah awal menjadikan Lapas Banyuwangi lebih mandiri, produktif, dan mampu mencetak SDM binaan yang unggul di bidang pertanian,” kata Wayan.

Kontribusi Stakeholder dalam Ketahanan Pangan

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dispertan Banyuwangi, Nuryo Sekartono, menambahkan bahwa cadangan beras nasional saat ini mencapai 4 juta ton—angka tertinggi dalam dua hingga tiga dekade terakhir. Ia mengapresiasi peran aktif berbagai pihak, termasuk Lapas Banyuwangi, dalam mendukung target swasembada pangan nasional.

“Kontribusi semua stakeholder, termasuk TNI, Polri, dan Lapas, sangat berarti dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara yang kuat dalam sektor pangan,” tutup Nuryo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemdes Gladag Salurkan Bantuan Pangan kepada Warga Kurang Mampu

10 Desember 2025 - 21:41 WIB

Desa Gladag Gelar Jambore Kader untuk Peningkatan Kapasitas Posyandu 6 SPM

7 Desember 2025 - 21:22 WIB

Kolaborasi Bersih Sungai di Desa Gladag, Wujud Kepedulian Lingkungan

5 Desember 2025 - 21:31 WIB

10 Pemuda Gladag Ikuti Pelatihan Service Elektro dari Dispora Banyuwangi

26 November 2025 - 23:07 WIB

Penyaluran BLTS Kesra Tahap I Desa Gladag: 246 Warga Terima Bantuan Rp 900 Ribu

24 November 2025 - 19:34 WIB

Trending di News