Madrid – Masa depan Carlo Ancelotti sebagai pelatih kepala Real Madrid tengah berada di ambang perpisahan. Meski masih terikat kontrak hingga Juni 2026, pelatih asal Italia itu dikabarkan akan segera didepak dari kursi kepelatihan menyusul hasil mengecewakan di ajang Liga Champions musim ini.
Real Madrid, yang datang sebagai juara bertahan, harus menelan pil pahit setelah tersingkir secara menyakitkan oleh Arsenal di babak perempat final. Kekalahan agregat 1-5 dari klub asal London Utara itu memicu kekecewaan besar di tubuh manajemen dan suporter El Real.
Situasi semakin pelik menjelang laga final Copa del Rey yang akan mempertemukan Real Madrid dengan rival abadi mereka, Barcelona, pada 26 April mendatang. Pertandingan ini diyakini menjadi penentu nasib Ancelotti. Jika Real Madrid kembali menelan kekalahan, sang pelatih hampir dipastikan akan mengakhiri masa baktinya di Santiago Bernabéu lebih cepat dari kontrak yang berlaku.
Xabi Alonso Jadi Kandidat Utama
Menurut laporan sejumlah media Spanyol, Real Madrid telah menetapkan Xabi Alonso sebagai kandidat utama untuk menggantikan Ancelotti. Nama Alonso bukanlah asing bagi publik Madrid. Mantan gelandang elegan itu pernah membela Real Madrid pada 2009–2014 dan saat ini tengah bersinar sebagai pelatih Bayer Leverkusen.
Musim lalu, Alonso sukses menorehkan tinta emas dengan membawa Leverkusen menjuarai Bundesliga untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Prestasi itu diraih dengan catatan luar biasa—tak terkalahkan sepanjang musim. Selain meraih gelar liga, Die Werkself juga menyabet trofi DFB-Pokal dan sempat mencatatkan rekor 51 pertandingan tanpa kekalahan di semua kompetisi, sebelum akhirnya tumbang 0-3 dari Atalanta di final Liga Europa.
Kemampuan Alonso meracik tim dan membangun mental juara membuatnya menjadi sosok ideal di mata manajemen Madrid. Meski sempat menolak pinangan Los Blancos di akhir musim 2023-2024 untuk bertahan di Leverkusen, kali ini situasinya bisa berbeda.
Warisan Don Carlo di Bernabéu
Jika benar akan berpisah, kepergian Ancelotti tentu akan meninggalkan jejak mendalam. Selama dua periode menangani Real Madrid, Don Carlo telah mempersembahkan total 15 trofi bagi klub raksasa Spanyol tersebut.
Pada periode pertamanya (2013–2015), Ancelotti berhasil mempersembahkan gelar Liga Champions ke-10 (La Décima) yang sudah lama dinanti, serta trofi Copa del Rey, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Klub. Sementara pada periode kedua (2021–sekarang), prestasi Ancelotti kian lengkap dengan tambahan dua gelar Liga Champions, dua Liga Spanyol, serta sejumlah trofi domestik dan internasional lainnya.
Meski demikian, tekanan di Real Madrid selalu tinggi. Kekalahan di Liga Champions musim ini menjadi pukulan telak yang bisa mengakhiri salah satu era paling sukses dalam sejarah kepelatihan klub.
Kini, semua mata tertuju pada final Copa del Rey akhir pekan depan. Apakah Ancelotti mampu menyelamatkan jabatannya untuk sementara waktu, atau justru menyerahkan tongkat estafet kepada generasi baru yang digadang-gadang dalam diri Xabi Alonso?
Waktu akan menjawab. Namun satu hal yang pasti, Real Madrid kembali berada di titik perubahan besar.