Gresik – Pevoli putri andalan Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, resmi bergabung dengan klub bola voli PBV Petrokimia Gresik. Kepastian tersebut diumumkan langsung oleh pihak klub melalui akun Instagram resmi mereka pada Rabu, 16 April 2025.
“Megawati up on The Bulls. PBV Petrokimia Gresik berkomitmen untuk memastikan kesehatan dan keselamatan pemain, stay tune ya gaes untuk kita dukung bersama-sama #Megawati bergabung bersama kita,” tulis klub dalam unggahan mereka, disertai foto Megawati mengenakan seragam klub berwarna kuning.
Kepindahan Megawati ini menandai berakhirnya petualangan dua musimnya bersama klub Korea Selatan, Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks, dalam kompetisi V-League. Meski sempat ditawari perpanjangan kontrak, Megawati memilih kembali ke Indonesia untuk merawat ibunya yang tengah sakit.
Pulih dari Korea, Kembali ke Akar
Megawati, pevoli kelahiran Jember, Jawa Timur, 20 September 1999, memang sempat menjadi sorotan di Korea Selatan berkat performa impresifnya. Pada musim debutnya di V-League 2023–2024, ia mencetak 736 poin dan menjadi top scorer Red Sparks, serta menempati peringkat ketujuh pencetak angka terbanyak di liga. Ia pun berhasil membawa Red Sparks lolos ke babak play-off, capaian pertama klub dalam tujuh tahun terakhir.
Performa Megawati makin mengesankan di musim 2024–2025, yang baru saja rampung. Ia mencetak total 802 poin, hanya kalah dari Gyselle Silva (GS Caltex) dan Viktoriia Danchak (IBK Altos), serta memimpin kategori overall attack dengan rasio sukses mencapai 48,06 persen. Berkat kontribusinya, Red Sparks melaju hingga final V-League untuk pertama kalinya dalam 13 tahun, meski akhirnya harus puas sebagai runner-up usai dikalahkan Pink Spiders.
Namun, di tengah tawaran kontrak lanjutan dari Red Sparks, Megawati memilih kembali ke Indonesia. Keputusan ini dikonfirmasi sang agen, yang menyebut bahwa prioritas utama Megawati saat ini adalah keluarga.
“Mega senang dengan dua tahun yang dihabiskannya bersama Red Sparks dan siap memperbarui kerja sama. Tapi baktinya kepada orang tua, yakni sang ibu yang tidak dalam kondisi baik, membuatnya tak lanjut di V-League,” kata sang agen, dikutip dari Yonhap News.
Pihak Red Sparks pun mengucapkan terima kasih dan menyampaikan salam perpisahan penuh haru. “Kami akan sangat kehilangan pemain hebat, hangat, dan berdedikasi seperti Megawati. Kami mendukung petualangan barunya dan berharap bisa bekerja sama lagi di masa depan,” ujar juru bicara klub.
PBV Petrokimia Gresik Dapat Suntikan Energi Baru
Kehadiran Megawati di PBV Petrokimia Gresik disambut antusias oleh publik voli nasional. Klub asal Jawa Timur ini dikenal sebagai salah satu tim papan atas di kancah bola voli putri Indonesia. Mereka pernah meraih gelar juara Livoli Divisi Utama tiga kali berturut-turut pada 2003, 2004, dan 2005, serta menjuarai Divisi 1 pada 2008.
Bergabungnya Megawati diharapkan menjadi angin segar bagi tim yang tengah membangun kembali kekuatan untuk bersaing di tingkat nasional. Dengan pengalamannya bermain di luar negeri, baik di Liga Korea Selatan maupun sebelumnya di Liga Thailand bersama Supreme Chonburi, Megawati diperkirakan akan membawa pengaruh besar dalam pola permainan dan semangat tim.
Pelatih PBV Petrokimia Gresik, yang belum memberikan pernyataan resmi, diyakini akan menempatkan Megawati sebagai ujung tombak andalan dalam kompetisi Livoli maupun Proliga mendatang. Keputusan Megawati pulang kampung juga menjadi bukti bahwa pemain Indonesia mampu berprestasi di level internasional namun tetap memiliki komitmen terhadap tanah air.
Sosok Megawati: Kombinasi Kekuatan dan Ketulusan
Sebagai pemain, Megawati dikenal memiliki pukulan keras dan presisi tinggi. Ia berposisi sebagai opposite spiker, salah satu peran paling krusial dalam tim. Selain kemampuan teknisnya, Megawati juga disegani karena etos kerja dan kepribadiannya yang rendah hati, baik di dalam maupun luar lapangan.
Namanya mulai dikenal sejak memperkuat Timnas Voli Indonesia di berbagai ajang SEA Games dan AVC Cup. Ia kerap menjadi penyelamat tim dalam situasi genting dan merupakan ikon kebangkitan voli putri Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan usia yang masih muda, yakni 25 tahun, Megawati diyakini masih akan menjadi tulang punggung tim nasional dan klub selama beberapa tahun ke depan. Banyak pengamat berharap kepulangannya bisa menjadi inspirasi bagi pemain muda Indonesia untuk tidak ragu bermimpi bermain di level dunia.