Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Nyerah! Trump Bebaskan Laptop dan Smartphone dari Tarif Tinggi

badge-check


					Nyerah! Trump Bebaskan Laptop dan Smartphone dari Tarif Tinggi Perbesar

Washington – Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan kebijakan pengecualian tarif impor terhadap sejumlah produk elektronik, termasuk telepon pintar dan komputer, yang diproduksi perusahaan seperti Apple Inc dan Samsung & Co. Kebijakan ini diumumkan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS pada Jumat (11/4/2025) malam waktu setempat.

Langkah tersebut diambil di tengah penerapan tarif tinggi baru terhadap impor dari China, yang sebelumnya direncanakan mencapai 145 persen. Pemerintah menyebut pengecualian ini dilakukan untuk melindungi konsumen dari lonjakan harga barang elektronik yang menjadi kebutuhan sehari-hari.

Produk-produk yang mendapat pengecualian meliputi telepon pintar, laptop, hard drive, prosesor komputer, serta chip memori. Selain itu, mesin produksi semikonduktor dan perangkat terkait juga dikecualikan dari tarif tambahan.

Dalam pernyataannya, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat sementara dan dapat ditinjau ulang sewaktu-waktu. Ia menyebut bahwa pengecualian tersebut bagian dari upaya penyeimbangan tarif sektoral agar tidak memberatkan konsumen maupun industri dalam negeri.

“AS tidak boleh bergantung pada China untuk memproduksi teknologi kritis seperti chip, smartphone, dan laptop,” ujar juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt. Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan AS kini tengah mempercepat relokasi produksi ke dalam negeri, seiring dengan strategi jangka panjang pemerintah dalam membangun kemandirian industri teknologi.

Sementara itu, para pengamat menilai bahwa pengecualian ini merupakan sinyal bahwa pemerintah mulai mempertimbangkan ulang dampak kebijakan proteksionis terhadap perekonomian domestik. Kenaikan harga akibat tarif tinggi dinilai dapat menggerus daya beli masyarakat dan memperlambat pertumbuhan sektor teknologi.

Pengecualian juga dinilai krusial bagi kelangsungan perusahaan teknologi besar seperti Apple, Nvidia, dan Dell yang masih mengandalkan manufaktur di China. Namun demikian, seorang pejabat Gedung Putih menyebutkan bahwa gelombang tarif baru terhadap sektor semikonduktor kemungkinan tetap akan diluncurkan, sejalan dengan investigasi keamanan nasional yang saat ini sedang berjalan.

Hingga saat ini, tarif sektoral yang telah diberlakukan Trump mencapai 25 persen. Namun belum ada kejelasan mengenai besaran tarif khusus untuk semikonduktor dan produk terkait di masa mendatang.

Pengecualian yang diumumkan akhir pekan ini dinilai sebagai upaya kompromi pemerintah dalam menghadapi tekanan politik dan ekonomi, baik dari sektor industri dalam negeri maupun dari konsumen yang mulai khawatir dengan inflasi harga barang teknologi.

Meski membawa angin segar dalam jangka pendek, ketidakpastian atas kelanjutan kebijakan tarif tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku industri dan investor. Sejumlah analis memperingatkan bahwa kebijakan perdagangan yang fluktuatif dapat menambah risiko terhadap stabilitas ekonomi dan memicu kekhawatiran resesi di tengah kondisi global yang belum sepenuhnya pulih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional