Banyuwangi – Pemerintah Desa Gladag bersama Dinas Kesehatan menggelar Diskusi Pengumpulan Informasi Awal Program Hasil Terbaik Cepat Penuntasan Tuberkulosis pada Rabu, 22 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat strategi percepatan penanganan TB di tingkat desa.
Diskusi dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan Puskesmas Gladag, Pemerintah Desa, serta masyarakat yang terdampak penyakit TB dan calon penerima bantuan program. Forum berlangsung interaktif dengan tujuan menggali informasi lapangan sekaligus menyusun langkah konkret penanganan yang tepat sasaran.
Dalam pemaparannya, pihak Dinas Kesehatan menegaskan bahwa tuberkulosis masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan penanganan terpadu dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan upaya pencegahan dan pengobatan berjalan optimal.
Hasil diskusi merumuskan lima fokus utama program. Pertama, penguatan pencegahan dan pengobatan TB melalui deteksi dini, pendampingan pasien, serta kepatuhan minum obat hingga tuntas. Upaya ini diharapkan mampu menekan angka penularan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Kedua, peningkatan akses layanan kesehatan. Puskesmas Gladag berkomitmen mempermudah proses pemeriksaan, konsultasi, hingga pengobatan bagi masyarakat, termasuk melalui pendekatan jemput bola dan edukasi langsung ke lingkungan warga.
Ketiga, peningkatan kesadaran masyarakat tentang TB. Edukasi mengenai gejala, cara penularan, serta pentingnya pengobatan sampai sembuh menjadi prioritas agar stigma terhadap penderita TB dapat dikurangi.
Keempat, penguatan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Sinergi ini dinilai penting untuk mendukung pembiayaan, penyediaan fasilitas, serta pendampingan sosial bagi pasien TB.
Kelima, dorongan terhadap penelitian dan pengembangan teknologi terkait TB. Hal ini mencakup pemanfaatan inovasi dalam deteksi, pencatatan kasus, hingga sistem pemantauan pengobatan secara digital.
Pemerintah Desa Gladag menyampaikan dukungannya terhadap program ini dengan membuka ruang koordinasi dan pendataan masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Kami berharap melalui diskusi awal ini, program percepatan penuntasan TB dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” ungkap Kepala Desa Gladag, A. Chaidir Sidqi.
Dengan semangat gotong royong, seluruh pihak optimistis bahwa penanganan TB di Desa Gladag dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan menyeluruh demi terciptanya masyarakat yang sehat dan produktif.








