Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Petani Jagung Panik, Coca-Cola AS akan Gunakan Gula Tebu

badge-check


					Petani Jagung Panik, Coca-Cola AS akan Gunakan Gula Tebu Perbesar

New York – Wacana Coca-Cola dan sejumlah produsen makanan-minuman di Amerika Serikat untuk mengganti pemanis dari sirup jagung tinggi fruktosa (high fructose corn syrup/HFCS) dengan gula tebu dinilai sulit dan mahal untuk direalisasikan. Langkah ini juga dikhawatirkan berdampak negatif pada petani jagung di AS.

Presiden AS Donald Trump menyatakan pada Rabu (16/7/2025) bahwa Coca-Cola telah sepakat untuk mulai menggunakan gula tebu dalam produknya di dalam negeri. Kesepakatan itu tercapai setelah diskusi antara Trump dan perusahaan minuman ringan terbesar di dunia tersebut.

Pernyataan Trump disambut gembira oleh Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr. dan para aktivis dari gerakan Make America Healthy Again (MAHA). Mereka memang gencar mendorong perubahan bahan baku industri makanan dan minuman, demi alasan kesehatan.

“Baik gula maupun sirup jagung tinggi fruktosa sebenarnya tidak sehat, tetapi gula tebu memiliki sedikit keunggulan secara nutrisi,” ujar Kennedy.

Saat ini, Coca-Cola memang telah menjual produk dengan pemanis gula tebu di beberapa pasar luar negeri seperti Meksiko. Beberapa toko di AS juga menjual Coca-Cola versi “Mexican Coke” dalam botol kaca yang menggunakan gula tebu.

Merespons pernyataan Trump, Coca-Cola menyatakan bahwa “rincian lebih lanjut tentang inovasi dalam lini produk Coca-Cola akan diumumkan segera.”

Sementara itu, PepsiCo juga menyampaikan pada Kamis bahwa mereka akan mempertimbangkan penggunaan gula tebu bila memang ada permintaan dari konsumen.

Sebuah Perubahan Berdampak Besar

Namun menurut para analis industri, perubahan formula secara menyeluruh di AS akan berdampak besar pada rantai pasokan. Peralihan dari sirup jagung ke gula tebu tidak hanya melibatkan bahan baku dari produsen berbeda, tetapi juga berimbas pada label produk dan biaya produksi.

“Industri makanan dan minuman beralih ke sirup jagung karena alasan biaya. Harganya jauh lebih murah dibanding gula tebu,” kata Ron Sterk, editor senior di SOSland Publishing, penyedia informasi industri bahan makanan di AS.

Sterk menyebutkan bahwa industri minuman menggunakan varian HFCS dengan kandungan fruktosa 55%, sementara industri roti menggunakan versi 42%.

Asosiasi Pengolah Jagung (Corn Refiners Association/CRA) memperkirakan, jika HFCS dihapus total dari industri makanan dan minuman AS, harga jagung akan turun hingga 34 sen per bushel. Akibatnya, pendapatan petani bisa anjlok sebesar 5,1 miliar dolar AS.

“Dampaknya bisa menyebabkan gelombang pemutusan hubungan kerja di pedesaan dan menghantam perekonomian komunitas pertanian di seluruh negeri,” kata CRA.

Dua perusahaan besar produsen HFCS, Archer-Daniels-Midland (ADM) dan Ingredion, juga mengalami penurunan saham pada Kamis. ADM diperkirakan mengirimkan hingga 4,5 miliar pon HFCS setiap tahunnya, menyumbang sekitar 6-7% dari proyeksi pendapatan 2026 perusahaan.

Analis Heather Jones memperkirakan bahwa biaya tambahan bisa melebihi 1 miliar dolar AS jika Coca-Cola sepenuhnya beralih ke gula tebu. Perkiraan itu didasarkan pada perbedaan harga dan potensi lonjakan harga gula tebu di pasar.

Satu pon HFCS membutuhkan sekitar 2,5 pon jagung. Jika penggunaan HFCS dikurangi, permintaan jagung akan turun, menyulitkan petani dan meningkatkan ketergantungan pada impor gula tebu—karena produksi lokal tidak mencukupi.

Defisit Gula dan Masalah Tarif

Data pemerintah AS menunjukkan, sekitar 400 juta bushel jagung digunakan setiap tahun untuk membuat HFCS, sekitar 2,5% dari total produksi jagung nasional. Sementara itu, produksi gula tebu hanya sekitar 3,6 juta ton per tahun—hanya setengah dari produksi HFCS yang mencapai 7,3 juta ton.

Ironisnya, setengah dari gula tebu AS diproduksi di negara bagian asal Trump, Florida. Namun, untuk menutup defisit gula jika HFCS dikurangi, impor dari Brasil kemungkinan dibutuhkan. Sayangnya, Trump baru-baru ini menerapkan tarif impor sebesar 50% terhadap gula dari Brasil.

“Paling mungkin pasokannya dari Brasil,” ujar analis gula Michael McDougall. “Tapi dengan tarif baru dari Trump, itu menjadi tantangan besar.”

Menurut James McDonnell dari CIL Management Consultants, reformulasi produk akan membutuhkan investasi tambahan karena fasilitas pembotolan Coca-Cola saat ini dirancang untuk HFCS. “Bottler tidak akan mau menanggung biayanya sendiri. Konsumen juga bisa keberatan jika harga naik,” ujarnya. “Dan mereka saja sudah kesal dengan harga telur!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional