Jakarta – Suasana haru menyelimuti Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, saat jenazah Ricky Siahaan, gitaris band Seringai, disemayamkan. Peti matinya yang berwarna putih tampak unik, dipenuhi stiker dari berbagai band punk, metal, dan hardcore, mencerminkan kecintaan Ricky terhadap musik sepanjang hidupnya.
Tradisi menempelkan stiker ini menjadi bentuk penghormatan terakhir dari para pelayat. Beberapa musisi ternama turut serta, termasuk personel band GIGI yang hadir lengkap: Armand Maulana, Dewa Budjana, Thomas Ramdhan, dan Gusti Hendy. Mereka tiba pada Jumat malam (25/4/2025) dan menyempatkan diri berbincang dengan keluarga serta rekan-rekan musisi lainnya.
“Kami menempelkan stiker sebagai bentuk penghormatan kepada teman, kerabat—dia orang yang sangat baik sama kita. Dilihat dari siapa saja yang datang, semua sayang sama dia,” ujar Gusti Hendy.

Gitar Ricky Siahaan.
Armand Maulana mengenang momen saat Ricky menggunakan gitar terakhirnya di konser di Jepang. “Khemod cerita, ada gitar di depan itu tuh—gitar yang dipegang Ricky pas di detik-detik terakhir di Jepang. Itu baru dicek (tune) supaya enak, dan memang udah enak. Ternyata itu gitar yang terakhir dia pakai,” katanya.
Selain GIGI, sejumlah musisi lain seperti Raisa, Arian Seringai, Edy Khemod, dan Sammy turut menempelkan stiker di peti mati Ricky. Stiker-stiker tersebut berasal dari band-band seperti Misfits, Stepforward, AMERTA, Fugazi, Anthrax, Madball, Suicidal Tendencies, serta brand seperti Vans dan Independent.
Ricky Siahaan meninggal dunia pada 19 April 2025 di Tokyo, Jepang, akibat serangan jantung sesaat setelah tampil di Gekiko Fest. Jenazahnya tiba di Indonesia pada 24 April dan dimakamkan di San Diego Hills, Karawang, pada 26 April 2025.
Peti mati yang dihiasi stiker-stiker ini menjadi simbol perpisahan yang kuat dan emosional, mencerminkan kecintaan Ricky terhadap musik dan komunitasnya.
Kiprah Ricky Siahaan di Seringai
Seringai merupakan grup musik heavy metal asal Indonesia yang dibentuk pada tahun 2002 oleh Arian13 (vokal), Ricky Siahaan (gitar), Sammy Bramantyo (bass), dan Edy Khemod (drum). Band ini dikenal dengan gaya musik keras yang identik dengan musik luar arus utama atau underground.
Sepanjang kariernya, Seringai telah merilis empat album, yaitu satu album mini dan tiga album studio. Album debut mereka, High Octane Rock, dirilis pada 2004, diikuti oleh Serigala Militia (2007), Taring (2012), dan Seperti Api (2018).