Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Putin Umumkan Gencatan Senjata Tiga Hari, Kyiv Skeptis

badge-check


					Putin umumkan gencatan senjata selama tiga hari, mulai 8 - 10 Mei 2025. Perbesar

Putin umumkan gencatan senjata selama tiga hari, mulai 8 - 10 Mei 2025.

Moskow – Presiden Rusia Vladimir Putin, Senin (28/4/2025), mengumumkan gencatan senjata selama tiga hari pada Mei mendatang dalam perang melawan Ukraina. Langkah ini diambil untuk memperingati 80 tahun kemenangan Uni Soviet dan sekutunya dalam Perang Dunia II.

Gencatan senjata akan berlangsung mulai 8 Mei hingga 10 Mei, bertepatan dengan perayaan besar Hari Kemenangan di Moskow yang akan dihadiri sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden China Xi Jinping.

Dalam pernyataan resmi, Kremlin menyebutkan seluruh operasi militer akan ditangguhkan selama periode tersebut. “Rusia berharap pihak Ukraina mengikuti langkah ini. Jika terjadi pelanggaran dari pihak Ukraina, angkatan bersenjata Rusia akan merespons secara memadai,” bunyi pernyataan itu.

Namun, keputusan ini mendapat respons skeptis dari Kyiv. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mempertanyakan niat Putin mengapa gencatan senjata harus menunggu hingga 8 Mei. Ia menilai, penghentian kekerasan seharusnya dilakukan segera demi menyelamatkan nyawa warga sipil, bukan demi perayaan parade militer.

“Kami menghargai nyawa manusia, bukan parade,” ujar Zelenskiy dalam pidato malamnya.

Kyiv sebelumnya menyerukan gencatan senjata minimal selama 30 hari guna membuka jalan bagi diplomasi. Namun, Moskow menegaskan bahwa pihaknya menginginkan penyelesaian penuh, bukan sekadar jeda pertempuran.

Isyarat Damai di Tengah Tekanan Internasional

Langkah Putin ini muncul di tengah tekanan kuat dari Amerika Serikat untuk segera mengakhiri perang. Presiden AS Donald Trump melalui juru bicara Dewan Keamanan Nasional, Brian Hughes, menyatakan bahwa Presiden Trump menginginkan gencatan senjata permanen, bukan hanya jeda sementara.

“Presiden menyambut niat Putin untuk menghentikan konflik sementara, tetapi beliau telah menegaskan bahwa solusi yang diharapkan adalah penghentian perang secara permanen,” kata Hughes.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berbicara dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Menurut Departemen Luar Negeri AS, Rubio menegaskan pentingnya langkah konkret menuju perundingan damai.

Di sisi lain, Lavrov menyatakan Rusia menginginkan pembicaraan langsung dengan Ukraina tanpa prasyarat. Ia juga menegaskan posisi Rusia yang menuntut pengakuan internasional atas empat wilayah Ukraina yang diklaim Moskow sejak 2022 serta syarat “demiliterisasi dan denazifikasi” Ukraina.

Keraguan atas Niat Moskow

Kyiv dan negara-negara Barat memandang skeptis langkah Rusia ini. Ukraina menuduh Moskow hanya memanfaatkan waktu jeda untuk memperkuat posisi militernya dan merebut lebih banyak wilayah.

“Rusia tidak mencari perdamaian sejati. Mereka bermain waktu,” kata seorang pejabat senior Ukraina yang tidak disebutkan namanya.

Hubungan antara Moskow dan Washington pun mengalami ketegangan setelah Trump mengkritik serangan udara Rusia yang menewaskan puluhan warga sipil di Kyiv pekan lalu. Trump bahkan menyatakan keraguannya terhadap keseriusan Putin dalam mengakhiri perang.

Sementara itu, Trump pada Minggu lalu juga mengisyaratkan bahwa Ukraina mungkin harus mempertimbangkan kompromi soal Krimea, wilayah yang dianeksasi Rusia pada 2014. Namun, Presiden Zelenskiy menegaskan bahwa hal itu bertentangan dengan konstitusi Ukraina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional