Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Ratusan Demonstran Pro-Palestina Ditangkap di London

badge-check


					(foto: BBC) Perbesar

(foto: BBC)

London, 10 Agustus 2025 – Polisi London menangkap 474 orang demonstran Pro-Palestina dalam aksi demonstrasi di Parliament Square, Westminster, Sabtu (9/8/2025). Unjuk rasa tersebut digelar untuk mendukung kelompok terlarang, Palestine Action.

Dari jumlah tersebut, 466 orang ditangkap karena memberikan dukungan terhadap kelompok itu. Lima orang karena menyerang polisi. Dua orang atas pelanggaran ketertiban umum, dan satu orang terkait pelanggaran dengan muatan rasis.

Aksi ini diorganisasi oleh kelompok Defend Our Juries dengan melibatkan ratusan peserta. Pada pukul 13.00 waktu setempat. Saat lonceng Big Ben berdentang, para peserta yang duduk di lapangan serentak mengangkat poster bertuliskan “I oppose genocide. I support Palestine Action” (Saya menolak genosida. Saya mendukung Palestine Action).

Latar Belakang Larangan Palestine Action

Pemerintah Inggris menetapkan Palestine Action sebagai organisasi terlarang pada Juli lalu di bawah Terrorism Act 2000. Keanggotaan atau dukungan terhadap kelompok tersebut kini menjadi tindak pidana yang dapat dihukum hingga 14 tahun penjara.

Polisi menyebut jumlah penangkapan pada Sabtu merupakan yang terbesar dalam satu hari dalam 10 tahun terakhir. Tidak ada petugas yang mengalami cedera serius.

Sebagian demonstran memilih berjalan keluar secara sukarela saat didatangi petugas. Namun, ada pula yang tetap duduk atau berbaring di tanah sehingga harus diangkat oleh polisi. Mereka yang identitasnya berhasil diverifikasi dibebaskan dengan syarat tidak mengikuti aksi serupa, sedangkan yang menolak memberi keterangan dibawa ke tahanan.

Reaksi Pemerintah dan Amnesty International

Menteri Dalam Negeri Yvette Cooper mengapresiasi langkah kepolisian. “Keamanan nasional dan keselamatan publik harus selalu menjadi prioritas utama. Penetapan Palestine Action sebagai organisasi terlarang didasari rekomendasi keamanan yang kuat,” ujarnya.

Namun, Amnesty International menilai penangkapan massal ini “sangat mengkhawatirkan” dan “tidak proporsional”. Kepala Eksekutif Amnesty International Sacha Deshmukh mengatakan, “Para demonstran tidak menghasut kekerasan. Memperlakukan mereka seperti teroris adalah hal yang berlebihan hingga ke titik absurditas.”

Kelompok Defend Our Juries mengklaim lebih dari 1.000 orang membawa poster dukungan, meski klaim itu dibantah polisi. Aksi tersebut berlangsung di tengah akhir pekan yang padat demonstrasi di London, termasuk pawai pro-Palestina oleh Palestine Coalition dan pawai pro-Israel oleh Stop the Hate.

Palestine Action sebelumnya mengaku bertanggung jawab atas aksi perusakan di Pangkalan Udara RAF Brize Norton pada Juni lalu yang mengakibatkan kerusakan dua pesawat militer senilai £7 juta. Pemerintah menilai tindakan tersebut sebagai ancaman serius terhadap keamanan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional