Venesia – Pendiri Amazon, Jeff Bezos, resmi menikah dengan tunangannya Lauren Sánchez dalam sebuah pesta pernikahan super mewah yang berlangsung selama tiga hari di kota romantis Venesia, Italia. Pernikahan ini tak hanya menyedot perhatian media internasional, tapi juga mengundang kontroversi di tengah warga lokal.
Puncak acara berlangsung Jumat (27/6/2025) malam waktu setempat di pulau San Giorgio, dengan latar arsitektur klasik karya Andrea Palladio dan pemandangan ikonik Menara Lonceng yang menjadi landmark kota Venesia. Dalam unggahan Instagram, Lauren tampak anggun mengenakan gaun putih karya Dolce & Gabbana berdetail renda Italia dan veil klasik. “Bukan sekadar gaun, tapi puisi,” tulisnya, seraya memperkenalkan dirinya sebagai Lauren Sánchez Bezos.
Pernikahan Super Mewah Jeff Bezos: Tiga Hari, Tiga Lokasi
Pesta dimulai Kamis malam dengan resepsi eksklusif di Cloister of the Madonna dell’Orto, salah satu situs keagamaan penting di Venesia. Upacara pernikahan berlangsung di San Giorgio pada hari kedua, Jumat (27/6). Puncaknya, Sabtu malam, acara akan ditutup dengan pesta mewah di Arsenale, bekas markas angkatan laut yang kini jadi lokasi utama Venesia Biennale.
Para tamu papan atas hadir dengan jet pribadi dan yacht mewah. Di antaranya tampak Oprah Winfrey, Kim Kardashian, Ivanka Trump, Leonardo DiCaprio, Bill Gates, Queen Rania dari Yordania, hingga Tom Brady.

Peta lokasi acara pernikahan Jeff Bezos dan Lauren Sánchez selama 3 hari. (foto: AP/Mapcreator.io)
Total Biaya Capai Rp900 Miliar?
Gubernur Veneto, Luca Zaia, menyebut estimasi biaya acara bisa mencapai 40–48 juta euro, atau sekitar Rp 670–900 miliar. Angka ini seribu kali lipat lebih tinggi dari rata-rata biaya pernikahan di Amerika Serikat.
“Itu termasuk pengamanan, logistik air, hingga penampilan artis kelas dunia,” kata Jack Ezon, CEO Embark Beyond, perusahaan perencana acara mewah.
Namun, tim Bezos enggan mengungkap detail pengeluaran maupun siapa saja yang tampil.
Protes Warga Ikut Ramaikan Pernikahan Jeff Bezos
Di balik glamornya, pernikahan Bezos dan Sánchez memantik reaksi keras dari sejumlah warga dan aktivis lokal. Sekitar selusin organisasi turun ke jalan dalam aksi bertajuk “No Space for Bezos”, sindiran terhadap perusahaan luar angkasanya, Blue Origin.
Greenpeace bahkan membentangkan spanduk di Lapangan St. Mark dan meluncurkan boneka botak mirip Bezos di atas replika kotak Amazon menyusuri Grand Canal.
“Kami bukan latar belakang Instagram para miliarder,” tegas Stella Faye, peneliti dari salah satu universitas di Venesia.
Namun, pemerintah kota dan Menteri Pariwisata Italia, Daniela Santanchè, menyambut hangat pernikahan itu. “Ini promosi gratis besar-besaran untuk Italia,” ujarnya.

Protes warga dengan menampilkan tulisan “No Kings No Bezos” di Lapangan St. Mark, Venesia, Italia, pada Kamis, 26 Juni 2025. (foto: AP/Antonio Calanni)
Filantropi dan Masa Depan
Setelah mundur dari posisi CEO Amazon pada 2021, Bezos fokus pada proyek filantropi dan luar angkasa. Ia pernah berjanji akan menyumbangkan sebagian besar kekayaannya, yang kini mencapai USD 234 miliar (sekitar Rp 3.800 triliun).
Baru-baru ini, lembaga riset lingkungan CORILA mengumumkan telah menerima “donasi penting” dari Bezos Earth Fund untuk konservasi Laguna Venesia.
Meski pesta mereka memicu kontroversi, Jeff Bezos dan Lauren Sánchez tampaknya berhasil menjadikan pernikahan ini bukan hanya simbol cinta, tapi juga pusat perhatian dunia.