Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Rusia Pertimbangkan Penggunaan Aset Beku untuk Rekonstruksi Ukraina dalam Kesepakatan Damai

badge-check


					Rusia Pertimbangkan Penggunaan Aset Beku untuk Rekonstruksi Ukraina dalam Kesepakatan Damai Perbesar

Moskow – Rusia dikabarkan sedang mempertimbangkan penggunaan aset yang dibekukan senilai $300 miliar (senilai hampir 5.000 trilyun rupiah) untuk membantu rekonstruksi Ukraina sebagai bagian dari kesepakatan damai yang potensial. Aset-aset ini, yang sebagian besar berupa obligasi pemerintah yang dibekukan di Eropa, AS, dan Inggris sejak invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, dapat digunakan untuk membiayai pemulihan negara yang dilanda perang tersebut.

Namun, ada syarat yang diajukan oleh Rusia dalam penggunaan aset-aset ini. Sebagian dari dana tersebut harus dialokasikan untuk wilayah-wilayah yang saat ini berada di bawah kendali Rusia di Ukraina timur. Diskusi mengenai penggunaan aset beku ini muncul setelah pertemuan tatap muka pertama antara Rusia dan Amerika Serikat pada 18 Februari di Arab Saudi untuk mengakhiri invasi Rusia ke Ukraina.

Menurut sumber yang mengetahui diskusi tersebut, Rusia dapat menerima hingga dua pertiga dari cadangan beku ini digunakan untuk rekonstruksi Ukraina, asalkan ada langkah-langkah pengawasan yang jelas. Sisa dana akan diarahkan ke wilayah-wilayah yang dikendalikan oleh Rusia di Ukraina timur, yang kini dianggap sebagai bagian dari Rusia oleh Moskow.

Meskipun Kremlin belum memberikan komentar resmi mengenai diskusi ini, langkah ini menunjukkan kesediaan Rusia untuk bernegosiasi, terutama saat Washington dan Moskow menjajaki cara-cara potensial untuk mengakhiri perang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tragedi Rio de Janeiro: Operasi Polisi Tewaskan 121 Orang

31 Oktober 2025 - 08:32 WIB

Operasi polisi di Rio de Janeiro menewaskan 121 orang, menjadikannya yang paling mematikan dalam sejarah Brasil.

Pencurian Mahkota Kerajaan di Louvre Prancis, Pakar Sebut Barang Curian Akan Hilang Selamanya

22 Oktober 2025 - 09:22 WIB

Pencurian mahkota Kerajaan di Louvre jadi aib nasional Prancis. Polisi buru geng spesialis perhiasan lintas Eropa.

Industri Film Dunia Tetap Melaju di Tengah Ancaman Tarif Trump

19 Oktober 2025 - 10:29 WIB

Ancaman tarif 100 persen dari Donald Trump tak hentikan produksi global seperti Star Wars: Starfighter. Industri film tetap melaju.

Aksi ‘No Kings’ di AS, Ribuan Warga Protes Kebijakan Trump

19 Oktober 2025 - 07:59 WIB

Ribuan warga AS turun ke jalan dalam aksi No Kings memprotes kebijakan Donald Trump yang dinilai mengancam demokrasi dan kebebasan sipil.

Tercatat Sejarah: Trump Umumkan Perang Gaza Berakhir

14 Oktober 2025 - 08:34 WIB

Hamas bebaskan sandera terakhir, Trump nyatakan perang Gaza berakhir. Dunia sambut babak baru perdamaian Timur Tengah.
Trending di Internasional