Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Rusia Rebut Wilayah Baru Ukraina Jelang Pertemuan Putin Trump

badge-check


					Angkatan Bersenjata Ukraina menembakkan meriam dari kendaraan pengangkut personel lapis baja BTR-4 saat latihan militer di sebuah lapangan latihan, di wilayah Kharkiv, Ukraina, pada 11 Agustus 2025. (foto: REUTERS/Sofiia Gatilova) Perbesar

Angkatan Bersenjata Ukraina menembakkan meriam dari kendaraan pengangkut personel lapis baja BTR-4 saat latihan militer di sebuah lapangan latihan, di wilayah Kharkiv, Ukraina, pada 11 Agustus 2025. (foto: REUTERS/Sofiia Gatilova)

Kiev, 13 Agustus 2025 – Pasukan Rusia bergerak lebih jauh ke wilayah timur Ukraina, Selasa (12/8/2025), hanya beberapa hari sebelum pertemuan puncak antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Alaska. Sejumlah pemimpin Eropa khawatir pertemuan itu dapat menghasilkan kesepakatan damai yang merugikan Ukraina secara teritorial.

Dalam salah satu serangan terbesar tahun ini, tentara Rusia maju mendekati kota tambang batu bara Dobropillia di wilayah Donetsk. Militer Ukraina mengerahkan pasukan cadangan dan menyebut pertempuran berlangsung sengit.

Trump sebelumnya menyatakan bahwa kesepakatan damai dapat mencakup “pertukaran wilayah” yang menguntungkan kedua pihak. Namun, karena semua wilayah yang diperebutkan berada di Ukraina, Presiden Volodymyr Zelenskiy dan Uni Eropa khawatir Kiev akan dipaksa menyerahkan wilayah lebih luas daripada yang dilepas Rusia.

Pertemuan di Alaska

Putin dan Trump dijadwalkan bertemu pada Jumat di Pangkalan Angkatan Udara Elmendorf, Anchorage, Alaska. Ini akan menjadi pertemuan puncak pertama kedua negara sejak 2021.

Gedung Putih merendahkan ekspektasi terkait peluang tercapainya gencatan senjata, menyebut pertemuan tersebut sebagai “latihan mendengarkan”. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut Trump ingin menilai langsung sikap Putin dalam pertemuan tatap muka.

Zelenskiy bersama para pemimpin Eropa menegaskan bahwa perdamaian hanya dapat tercapai jika Ukraina ikut duduk di meja perundingan, dengan kesepakatan yang menghormati hukum internasional, kedaulatan, dan integritas wilayah Ukraina.

“Pembicaraan substantif tentang kami tanpa kami tidak akan berhasil,” kata Zelenskiy dalam wawancara dengan NewsNation.

Perkembangan di Medan Perang

Meski kekurangan pasukan, militer Ukraina mengklaim berhasil merebut kembali dua desa di wilayah Sumy, Senin lalu. Langkah ini menjadi sedikit kemajuan setelah lebih dari setahun Rusia meraih keuntungan perlahan di bagian tenggara.

Sejak awal tahun, Rusia melancarkan serangan baru di Sumy, wilayah yang disebut Presiden Putin sebagai “zona penyangga” yang harus dikuasai.

Mantan penasihat Kremlin, Sergei Markov, menyebut kemajuan militer Rusia dapat meningkatkan tekanan pada Ukraina untuk menyerahkan wilayah dalam negosiasi. “Terobosan ini seperti hadiah bagi Putin dan Trump saat perundingan,” ujarnya.

Kekhawatiran Eropa

Lebih lanjut, para pemimpin Eropa menegaskan Ukraina harus tetap mampu membela diri jika perdamaian ingin terjamin. Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menegaskan, “Tidak ada pihak yang berhak menekan Ukraina untuk menyerah.”

Satu-satunya pemimpin Eropa yang tidak mendukung pernyataan bersama Uni Eropa adalah Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban. Ia menilai Rusia telah memenangkan perang.

Trump belakangan meningkatkan tekanan terhadap Rusia, termasuk persetujuan pengiriman senjata tambahan ke Ukraina dan ancaman tarif besar pada pembeli minyak Rusia, meski ultimatum tersebut kini sudah berakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional