NEW YORK, 7 September 2025 – Petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka sukses mempertahankan gelar juara US Open setelah menundukkan unggulan kedelapan asal Amerika Serikat, Amanda Anisimova, Minggu (7/9) dini hari WIB. Sabalenka menang dua set langsung 6-3, 7-6 (7-3) dalam duel sengit antara dua petenis dengan pukulan terkeras di dunia tenis putri.
Kemenangan ini menjadi pelipur lara bagi Sabalenka yang sempat gagal di dua final Grand Slam tahun ini. Ia sempat kalah di final Australia Open dan Prancis Open, serta terhenti di semifinal Wimbledon. Gelar US Open 2025 menambah koleksi trofi Grand Slam tunggalnya menjadi empat.
Pertandingan Penuh Tekanan
Sabalenka sempat kesulitan menutup pertandingan saat unggul 5-4 di set kedua. Namun, ia bangkit di tie-break dan memastikan kemenangan pada kesempatan ketiga.
“Setelah dua final di mana saya kehilangan kendali emosi, saya tidak ingin itu terjadi lagi,” kata Sabalenka kepada ESPN. “Ada beberapa momen di mana saya hampir goyah, tapi saya tetap tenang.”
Anisimova yang tampil di final Grand Slam keduanya, menunjukkan perlawanan lebih baik dibanding kekalahan telak 0-6, 0-6 dari Iga Swiatek di Wimbledon. Namun, ia tetap tak mampu menjaga konsistensi permainannya.
Pengalaman Jadi Penentu
Pengalaman dan ketenangan menjadi kunci Sabalenka. Petenis Belarusia itu mampu meredam agresivitas lawan dan memaksa Anisimova banyak membuat kesalahan sendiri.
Sementara itu, Anisimova tidak kuasa menahan rasa kecewa setelah gagal memanfaatkan dukungan publik Arthur Ashe Stadium. “Ini musim panas yang luar biasa. Tapi kalah di dua final Grand Slam berturut-turut sungguh berat. Hari ini saya tidak cukup berjuang untuk mimpi saya,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Jalannya Pertandingan
Awal laga berlangsung panas. Anisimova langsung menekan dan menciptakan tiga break point di gim pembuka. Namun, Sabalenka berhasil membalikkan keadaan dan merebut set pertama 6-3.
Di set kedua, Anisimova sempat bangkit dan menyamakan kedudukan hingga 5-5. Atmosfer stadion pun sempat memanas. Akan tetapi, Sabalenka yang musim ini memiliki rekor tie-break luar biasa—19 kemenangan beruntun—kembali menunjukkan ketangguhannya.
Sabalenka akhirnya memastikan kemenangan setelah dua jam pertarungan keras. Usai poin terakhir, petenis berusia 27 tahun itu jatuh berlutut, menutup wajahnya dengan kedua tangan, sebelum merayakan dengan penuh emosi.
“Final selalu menyakitkan saat kalah,” kata Sabalenka. “Tapi setelah semua ini, kemenangannya akan terasa lebih indah.”












