Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Religi

Sembur Utik Alat Rumah Tangga, Tradisi Unik Maulid Nabi di Desa Gladag

badge-check


					Sembur Utik Alat Rumah Tangga, Tradisi Unik Maulid Nabi di Desa Gladag Perbesar

Banyuwangi – Warga Desa Gladag memiliki cara tersendiri dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Selain menggelar doa bersama dan sholawat, ada satu tradisi unik yang selalu ditunggu-tunggu masyarakat, yakni Sembur Utik atau saling berebut alat rumah tangga yang dibagikan secara simbolis setelah acara inti selesai.

Tradisi ini sudah turun-temurun sejak puluhan tahun lalu. Jika di banyak daerah Maulid identik dengan pembagian berkat makanan, di Gladag justru perlengkapan rumah tangga seperti piring, gayung, ember, hingga alat dapur yang menjadi rebutan. Warga percaya, benda-benda tersebut membawa berkah karena dibagikan pada momentum Maulid.

Suasana kian meriah ketika panitia mulai melempar alat-alat rumah tangga ke arah jamaah. Anak-anak, remaja, hingga orang tua berbaur untuk mendapatkan bagian. Tawa riang dan sorak-sorai mewarnai jalannya acara, menciptakan kebersamaan yang jarang ditemui di hari-hari biasa.

Kepala Desa Gladag, A. Chaidir Sidqi menyampaikan bahwa tradisi ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk rasa syukur sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga.

“Alat rumah tangga yang sederhana ini menjadi simbol keberkahan. Dipercaya, kalau membeli barang di bulan Maulid ini akan awet dan tahan lama. Semoga kebersamaan ini terus terjaga,” ujarnya saat peringatan Maulid Nabi di Balai Desa Gladag, Minggu (28/09/2025).

Dengan semangat kebersamaan dan nuansa religius, Sembur Utik di Desa Gladag menjadi warisan budaya lokal yang patut dilestarikan. Bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya nilai berbagi dan kebersamaan di momen peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati HARJABA ke-254, Pemdes Bersama Warga Desa Gladag Gelar Khotmil Qur’an

18 Desember 2025 - 14:00 WIB

Maulid Nabi di Dusun Lateng Desa Gladag, Chaidir: Mari Tauladani Akhlak Rasulullah

13 September 2025 - 22:18 WIB

Gema Sholawat dan Santunan Yatim Piyatu – Dhuafa di Desa Gladag

12 Juli 2025 - 20:42 WIB

Ngalap Berkah dari Tanah Suci, Pemdes Gladag Gelar Ziarah Haji

30 Juni 2025 - 17:56 WIB

Desa Gladag Sembelih 14 Sapi dan 28 Kambing Kurban: Dibagikan kepada 2.582 KK

7 Juni 2025 - 15:20 WIB

Trending di Religi