Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

News

Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

badge-check


					Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Perbesar

JAKARTA, 23 Agustus 2025 – Kementerian Perdagangan menghentikan sementara ekspor udang produksi PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods) menyusul laporan bahwa produk udang yang dikirim ke Amerika Serikat terkontaminasi radioaktif.

Langkah ini diambil setelah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melakukan inspeksi terhadap perusahaan tersebut. “Ya, sementara dihentikan. Kita sedang inspeksi, apakah tuduhan dari Amerika itu benar atau tidak,” ujar Menteri Perdagangan Budi Santoso di Jakarta, Rabu (20/8).

Sementara itu, BMS Foods memberikan penjelasan terkait produk udang yang dilaporkan terpapar isotop radioaktif Cesium-137 (Cs-137) itu dan ditarik dari pasar AS.

Ketua Umum Shrimp Club Indonesia, Andi Tamsil, mengatakan kasus ini saat ini sedang dalam penanganan KKP, Bapeten, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Saat ini kasus sedang ditangani oleh Bapeten, BRIN, dan KKP, dengan dukungan informasi dari otoritas FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat). Proses investigasi bertujuan memastikan sumber kontaminasi dan langkah penanganan yang tepat serta memastikan keamanan pangan di masa depan,” kata Andi, Rabu (20/8).

Bukan dari Budidaya

Menurut Andi, BMS telah berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia, khususnya KKP dan Bapeten, serta asosiasi pelaku usaha udang di Tanah Air. Ia menegaskan, kontaminasi tersebut tidak berasal dari proses budidaya udang.

“Kami menegaskan bahwa kasus ini bukan berasal dari budidaya udang, melainkan terkait faktor eksternal di luar kendali industri udang,” ujarnya.

Andi menambahkan, FDA sudah berkomunikasi langsung dengan pemerintah Indonesia melalui KKP. Hasil investigasi tim gabungan KKP, Bapeten, dan BRIN nantinya akan disampaikan kepada FDA untuk memastikan keamanan pangan produk udang Indonesia.

“Ekspor PT BMS ke Amerika Serikat untuk sementara waktu ditangguhkan,” kata Andi.

Penarikan Produk di AS

FDA sebelumnya mengumumkan penarikan produk udang beku merek Great Value pada Selasa (19/8) waktu setempat. Produk tersebut dipasok oleh PT BMS Foods dan dijual di jaringan retail Walmart.

FDA memperingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi udang tersebut karena ditemukan kandungan Cs-137. “Jika Anda baru saja membeli salah satu lot udang beku Great Value dari Walmart, buanglah. Jangan makan atau sajikan produk ini,” demikian pernyataan resmi FDA.

Produk yang ditarik tersebut dijual di Walmart di 13 negara bagian, antara lain Alabama, Arkansas, Florida, Georgia, Kentucky, Louisiana, Missouri, Mississippi, Ohio, Oklahoma, Pennsylvania, Texas, dan Virginia Barat.

Dalam pernyataannya, FDA menjelaskan hanya satu pengiriman udang yang dipastikan terkontaminasi Cs-137. Kontainer positif terdeteksi di empat pelabuhan besar AS, yakni Los Angeles, Houston, Miami, dan Savannah, Georgia.

Risiko Kesehatan

Meski kadar Cs-137 dalam sampel tidak cukup tinggi untuk menimbulkan bahaya langsung, FDA tetap mengeluarkan peringatan. Konsumsi berulang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker akibat kerusakan DNA. Terutama jika terpapar radiasi rendah dari lingkungan atau prosedur medis rutin seperti rontgen.

Hingga kini, penyebab utama kontaminasi masih belum diketahui. FDA menegaskan tengah bekerja sama dengan otoritas Indonesia untuk menyelidiki kasus ini.

“FDA akan terus bekerja sama dengan industri untuk melacak seluruh produk terkait yang diproses PT Bahari Makmur Sejati dalam rantai pasok, mengumpulkan informasi sebanyak mungkin, dan mengambil tindakan yang diperlukan,” bunyi pernyataan lembaga itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jawa Timur Kondusif: Ibu Khofifah dan Mas Emil Fokus Melayani Program Pro Rakyat

26 Agustus 2025 - 11:52 WIB

Sri Mulyani Siapkan Anggaran untuk Badan Otorita Pantura dan Badan Industri Mineral

26 Agustus 2025 - 10:41 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani siapkan dana untuk Badan Otorita Pantura dan Badan Industri Mineral yang baru dilantik Presiden Prabowo.

Hotel Syariah di Mataram Dapat Tagihan Royalti karena Setel Murotal

25 Agustus 2025 - 10:04 WIB

Hotel Grand Madani Mataram kena tagihan royalti Rp 4,4 juta dari LMKN usai setel murotal. Manajemen tunggu aturan jelas sebelum bayar.

Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak

24 Agustus 2025 - 10:12 WIB

PT KAI tolak usulan DPR soal gerbong khusus perokok. Semua layanan kereta api tetap bebas asap rokok demi kenyamanan dan kesehatan penumpang.

Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK

23 Agustus 2025 - 08:24 WIB

Presiden Prabowo Subianto pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer setelah KPK menetapkannya tersangka kasus pemerasan sertifikat K3.
Trending di News