Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Trump Ancam Iran: Serangan Bom atau Sanksi Berat Jika Tak Sepakat!

badge-check


					Trump Ancam Iran: Serangan Bom atau Sanksi Berat Jika Tak Sepakat! Perbesar

Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menegaskan ancamannya terhadap Iran terkait program nuklir negara tersebut. Dalam wawancara dengan NBC News pada Minggu waktu setempat, Trump memperingatkan bahwa Washington siap melakukan serangan bom atau menerapkan sanksi sekunder jika Teheran tidak mencapai kesepakatan dengan AS.

Trump mengungkapkan bahwa ada pembicaraan yang sedang berlangsung antara pejabat AS dan Iran, meskipun ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai perkembangan diskusi tersebut.

“Jika mereka tidak mencapai kesepakatan, maka akan ada aksi militer,” ujar Trump. “Namun, jika tidak ada kesepakatan, saya juga dapat kembali memberlakukan sanksi sekunder seperti yang pernah saya lakukan sebelumnya.”

Pada periode pertama pemerintahannya (2017–2021), Trump menarik AS dari perjanjian nuklir 2015 yang sebelumnya disepakati antara Iran dan kekuatan dunia lainnya. Kesepakatan tersebut menetapkan pembatasan ketat terhadap aktivitas nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi yang diberlakukan terhadap negara tersebut.

Setelah AS keluar dari perjanjian tersebut, pemerintahan Trump kembali menerapkan sanksi ekonomi yang luas terhadap Iran. Sejak saat itu, Iran terus meningkatkan pengayaan uraniumnya, melampaui batasan yang ditetapkan dalam kesepakatan.

Hingga kini, Iran tetap menolak ultimatum yang diberikan Trump. Teheran juga telah menyampaikan tanggapan melalui Oman atas surat yang dikirimkan Trump, yang meminta Iran untuk menyepakati perjanjian nuklir baru, menurut pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, yang dikutip oleh kantor berita IRNA pada Kamis.

Negara-negara Barat menuduh Iran memiliki ambisi tersembunyi untuk mengembangkan senjata nuklir dengan meningkatkan kadar kemurnian uranium yang diperkaya. Namun, Iran bersikeras bahwa program nuklirnya bertujuan murni untuk kepentingan energi sipil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional