WASHINGTON, 23 Agustus 2025 – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali ancam jatuhkan sanksi kepada Rusia jika dalam dua pekan ke depan tidak ada kesepakatan damai perang Ukraina. Trump menyampaikan pernyataan itu di Gedung Putih, Jumat (22/8), sepekan setelah pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska.
“Saya akan membuat keputusan penting, apakah itu berupa sanksi besar-besaran, tarif besar-besaran, atau tidak melakukan apa-apa dan mengatakan ini urusan kalian,” kata Trump kepada wartawan.
Trump mengaku kecewa dengan serangan Rusia terhadap sebuah pabrik Amerika di Ukraina yang memicu kebakaran dan melukai sejumlah pekerja. “Saya tidak senang dengan itu, dan saya tidak senang dengan apa pun yang terkait dengan perang itu,” ujarnya.
Zelenskiy Tuding Rusia Menghindar
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menuduh Rusia sengaja menghalangi rencana pertemuan langsung dengan Putin. Zelenskiy menegaskan, pertemuan itu merupakan salah satu jalan untuk mengakhiri perang yang sudah berlangsung lebih dari tiga tahun.
“Karena mereka tidak ingin mengakhirinya. Mereka mencari cara untuk menghindar,” kata Zelenskiy dalam konferensi pers bersama Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Kyiv.
Zelenskiy menambahkan bahwa ia dan Rutte juga membahas jaminan keamanan bagi Ukraina. Jaminan tersebut diharapkan setara dengan Pasal 5 NATO, yang menyatakan bahwa serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan agenda pertemuan puncak antara Putin dan Zelenskiy “belum siap sama sekali”. Moskow selama ini menekankan pertemuan tidak mungkin digelar tanpa kesepakatan awal mengenai isu-isu mendasar.
Putin Puji Trump
Di Moskow, Putin menilai kepemimpinan Trump dapat membuka peluang perbaikan hubungan AS-Rusia. “Dengan kehadiran Presiden Trump, saya pikir cahaya di ujung terowongan akhirnya muncul. Pertemuan kami di Alaska berlangsung baik, bermakna, dan terbuka,” kata Putin saat mengunjungi pusat riset nuklir.
Trump, pada kesempatan terpisah, bahkan menunjukkan foto pertemuannya dengan Putin di Alaska dan menyebut kemungkinan Putin hadir dalam Piala Dunia 2026 di AS. “Dia mungkin datang, mungkin juga tidak, tergantung situasinya,” ujar Trump.
Namun, pernyataan itu bertolak belakang dengan kenyataan bahwa Rusia masih dibekukan dari turnamen internasional, termasuk Piala Dunia, sejak invasi ke Ukraina pada 2022.
Perang Belum Mereda
Sejak invasi penuh Rusia pada 2022, ribuan warga sipil Ukraina tewas. Analis memperkirakan lebih dari satu juta tentara di kedua kubu tewas atau terluka. Pertempuran hingga kini terus berlanjut, dengan sasaran serangan meluas ke infrastruktur energi.
Rusia bersikeras agar Ukraina menyerahkan wilayah timur yang masih berada di bawah kendalinya. Selain itu, Moskow menuntut pembekuan garis depan di dua wilayah selatan yang telah sepenuhnya diklaimnya.
Meski Zelenskiy telah melonggarkan syarat gencatan senjata sebagai prasyarat pertemuan puncak, ia menegaskan Ukraina tidak bisa bernegosiasi “di bawah todongan senjata”.