Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Trump Desak Hamas Terima Tawaran Gencatan Senjata 60 Hari di Gaza

badge-check


					Pencari bantuan di Beit Lahia, Jalur Gaza utara, pada 17 Juni 2025. (foto: REUTERS) Perbesar

Pencari bantuan di Beit Lahia, Jalur Gaza utara, pada 17 Juni 2025. (foto: REUTERS)

Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Israel telah menyetujui “syarat-syarat yang diperlukan” untuk memfinalisasi gencatan senjata selama 60 hari di Jalur Gaza. Hal ini ia sampaikan melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, Selasa (1/7/2025).

Trump mengatakan, dalam masa gencatan senjata, pihaknya akan bekerja sama dengan semua pihak untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak Oktober 2023.

“Kami akan bekerja dengan semua pihak untuk mengakhiri perang,” tulis Trump. Ia menambahkan bahwa Qatar dan Mesir akan menyampaikan proposal akhir tersebut kepada pihak terkait. “Saya berharap Hamas menerima tawaran ini, karena tidak akan ada yang lebih baik — HANYA AKAN LEBIH BURUK,” ujarnya.

Namun, Trump tidak merinci apa saja syarat-syarat yang telah disetujui oleh Israel dalam perjanjian tersebut. Hingga kini belum jelas apakah Hamas akan menerima usulan itu.

Rencana Pertemuan dengan Netanyahu

Gencatan senjata ini mencuat menjelang rencana pertemuan Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang akan berlangsung pekan depan. Presiden AS itu menyatakan akan bersikap “sangat tegas” dalam pembicaraan tersebut.

“Dia ingin (mengakhiri perang). Saya bisa katakan dia ingin. Saya pikir kita akan mencapai kesepakatan pekan depan,” ujar Trump, menekankan keyakinannya bahwa Netanyahu terbuka terhadap penyelesaian konflik.

Pengumuman ini datang di tengah situasi yang kembali memanas. Militer Israel baru-baru ini memerintahkan evakuasi massal di Gaza utara sebagai bagian dari peningkatan operasi militer.

Sejak serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang, Israel telah melancarkan operasi militer besar-besaran di Gaza. Menurut Kementerian Kesehatan Hamas, sedikitnya 56.647 orang tewas di wilayah tersebut hingga saat ini.

Gencatan Senjata di Gaza Pernah Gagal Sebelumnya

Pada Maret lalu, kesepakatan gencatan senjata sebelumnya runtuh ketika Israel melancarkan serangan baru di Gaza. Militer Israel menyebut tindakan itu sebagai “serangan pencegahan… berdasarkan kesiapan Hamas untuk melaksanakan serangan teror, memperkuat pasukan, dan mempersenjatai diri kembali.”

Kesepakatan gencatan senjata sebelumnya, yang dimulai pada 19 Januari antara Israel dan Hamas terdiri dari tiga tahap, namun tidak pernah melewati fase pertama. Tahap kedua seharusnya mencakup pembentukan gencatan senjata permanen, pertukaran sandera dengan tahanan Palestina, serta penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional