Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Trump Desak Ukraina Lepas Donetsk demi Damai dengan Rusia

badge-check


					Presiden Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin saat mereka bertemu untuk merundingkan akhir perang di Ukraina, di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Anchorage, Alaska, pada 15 Agustus. (foto: REUTERS/Kevin Lamarque) Perbesar

Presiden Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin saat mereka bertemu untuk merundingkan akhir perang di Ukraina, di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Anchorage, Alaska, pada 15 Agustus. (foto: REUTERS/Kevin Lamarque)

WASHINGTON, 17 Agustus 2025 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan agar Ukraina segera membuat kesepakatan damai dengan Rusia, meski harus menyerahkan wilayah Donetsk yang menjadi target utama Moskow. Hal itu disampaikan usai pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska, Jumat (15/8).

Trump mengatakan Rusia adalah “kekuatan besar” dan Ukraina harus realistis dalam menimbang langkah perdamaian. “Rusia adalah kekuatan yang sangat besar, dan mereka bukan…,” ujarnya, menegaskan bahwa perdamaian lebih penting ketimbang sekadar gencatan senjata.

Putin Tuntut Penyerahan Donetsk

Menurut sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, Putin menawarkan penghentian sebagian besar garis depan asalkan Kyiv bersedia menyerahkan seluruh wilayah Donetsk. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menolak keras permintaan itu.

Saat ini, Rusia sudah menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina, termasuk tiga perempat provinsi Donetsk yang pertama kali mereka masuki sejak 2014.

Zelenskiy menegaskan bahwa tanpa penghentian tembak-menembak, tidak mungkin membangun perdamaian yang adil dan berkelanjutan. “Mengakhiri pertumpahan darah adalah langkah utama menuju perdamaian,” tulisnya di X. Meski demikian, ia tetap dijadwalkan bertemu Trump di Washington pada Senin mendatang.

Pertemuan itu kemungkinan akan menghadirkan kembali memori pahit saat Zelenskiy bersitegang dengan Trump dan Wakil Presiden JD Vance di Oval Office, Februari lalu. Trump bahkan membuka kemungkinan menggelar pertemuan tiga pihak dengan Putin.

Sikap Eropa: Dukung Ukraina, Tekan Rusia

Sementara itu, para pemimpin Eropa menyambut baik upaya diplomasi Trump, tetapi menegaskan tetap mendukung penuh Ukraina. Jerman menyatakan kemungkinan turut hadir di Washington, sementara Inggris berjanji menambah sanksi terhadap Rusia bila perang berlanjut.

“Jaminan keamanan bagi Ukraina harus sekuat baja,” demikian pernyataan bersama pemimpin Eropa. Mereka menolak tuntutan Moskow agar Ukraina menutup pintu menuju keanggotaan NATO.

Pertemuan dengan Trump memberi keuntungan simbolis bagi Putin, yang sejak invasi besar-besaran Februari 2022 terisolasi dari forum Barat. “Trump menggelar karpet merah untuk Putin, tapi tak mendapat imbalan apa pun,” kritik Wolfgang Ischinger, mantan Duta Besar Jerman untuk AS.

Putin juga menegaskan bahwa keamanan Ukraina harus “terjamin”, meski tetap bersikeras pada tuntutan lama: larangan Kyiv masuk NATO.

Korban Terus Bertambah

Sejak invasi penuh pada 2022, perang Rusia–Ukraina telah menjadi konflik paling mematikan di Eropa dalam 80 tahun terakhir. Lebih dari satu juta orang dari kedua belah pihak tewas atau terluka, termasuk ribuan warga sipil Ukraina.

Meski diplomasi digelar di level tertinggi, pertempuran masih berlanjut. Serangan udara timbal balik Rusia dan Ukraina kembali terjadi pada Sabtu dini hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional