Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Trump Unggah Foto AI Berpakaian Paus, Picu Kecaman Global

badge-check


					Foto hasil AI Donald Trump yang berpakaian Paus. Perbesar

Foto hasil AI Donald Trump yang berpakaian Paus.

Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, kembali menuai kontroversi usai mengunggah gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya mengenakan pakaian Paus Katolik. Unggahan tersebut muncul hanya beberapa hari sebelum para kardinal Vatikan memulai konklaf untuk memilih pemimpin baru Gereja Katolik, menyusul wafatnya Paus Fransiskus bulan lalu.

Gambar itu diposting oleh Trump di platform miliknya, Truth Social, pada Jumat malam waktu setempat, dan kemudian diunggah ulang oleh akun resmi Gedung Putih di platform X. Dalam gambar tersebut, Trump tampak duduk serius di kursi megah, mengenakan jubah putih dan ciri khas Paus, dengan telunjuk kanan terangkat.

Presiden Trump sebelumnya sempat melontarkan gurauan bahwa dirinya “ingin menjadi Paus” dan menyebut Kardinal Timothy Dolan dari New York sebagai kandidat “sangat baik” untuk menggantikan Paus Fransiskus. Namun, Vatikan menegaskan bahwa Dolan tidak termasuk dalam daftar calon kuat. Meski begitu, ada nama Kardinal Joseph Tobin dari Newark, New Jersey, sebagai satu-satunya kandidat asal Amerika Serikat.

Respons Internasional: Dari Vatikan hingga Italia

Respons terhadap unggahan tersebut datang deras dari berbagai penjuru. Kelompok konservatif anti-Trump, Republicans Against Trump, menyebut gambar itu sebagai “penghinaan terang-terangan terhadap umat Katolik dan pelecehan terhadap iman mereka.”

Vatican menolak memberikan komentar resmi terkait unggahan tersebut. Juru bicara Matteo Bruni mengatakan, pihaknya ingin menjaga fokus publik pada proses konklaf yang akan dimulai 7 Mei mendatang.

Kritik juga datang dari luar negeri. Mantan Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi, menulis di X: “Ini adalah gambar yang menghina umat beriman, melecehkan institusi, dan menunjukkan bahwa pemimpin sayap kanan global menikmati peran sebagai badut, sementara ekonomi Amerika berada di ambang resesi.”

Di dalam negeri, Konferensi Uskup Katolik Negara Bagian New York juga menyampaikan keberatannya. “Tidak ada yang lucu atau cerdas dari gambar ini, Tuan Presiden,” tulis mereka. “Kami baru saja menguburkan Paus Fransiskus yang kami cintai. Para kardinal akan memulai konklaf yang sakral. Mohon jangan permainkan iman kami.”

Kontroversi Serupa: Ketika Trump Berpakaian Raja

Meski banyak menuai kritik, sebagian pendukung Trump menilai tindakan tersebut hanya bentuk lelucon. “Dia jelas hanya bercanda,” ujar Debbie Macchia (60), warga West Palm Beach, Florida, yang menunggu kedatangan Trump di klub golfnya pada Sabtu pagi. “Tapi saya tidak ingin melihat siapa pun melecehkan simbol agama.”

Sebelumnya, Trump juga pernah memicu kontroversi serupa dengan memposting gambar AI dirinya mengenakan mahkota. Gambar tersebut disertai tulisan “LONG LIVE THE KING!” sebagai bentuk serangan terhadap kebijakan tarif lalu lintas di Manhattan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional