Bandung – Grup musik metal legendaris asal Bandung, Burgerkill, tengah merayakan 30 tahun perjalanan mereka di dunia musik melalui rangkaian tur bertajuk Resilient Tour 2025 – Chapter Sumatera. Tur ini menjadi penanda penting dalam eksistensi band yang tekenal sebagai ikon skena metal Indonesia tersebut.
Burgerkill akan memulai tur Sumateranya pada 14 Juni 2025 di Palembang. Kemudian akan berlanjut tampil di sejumlah kota di Pulau Sumatera, termasuk Jambi (15 Juni), Padang (17 Juni), Pekanbaru (19 Juni), Tebing Tinggi (21 Juni), dan Takengon (22 Juni). Tur ini tak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga bukti konsistensi Burgerkill dalam mempertahankan semangat musik keras selama tiga dekade.
“Ini adalah bentuk apresiasi kami untuk para Begundal (sebutan penggemar Burgerkill) di Sumatera. Kami ingin merayakan perjalanan panjang ini bersama mereka,” ujar Ronald Alexander, vokalis Burgerkill, dalam keterangannya, Senin (9/6/2025).
Perjalanan Panjang
Berdiri pada 1995 di Ujungberung, Bandung, Burgerkill terkenal sebagai pionir musik metal ekstrem di Indonesia. Sejumlah album seperti Berkarat (2003), Beyond Coma and Despair (2006), Venomous (2011), hingga Adamantine (2018), mengukuhkan posisi mereka di blantika musik keras Tanah Air.
Karya Burgerkill juga dikenal di kancah internasional. Mereka pernah tampil di festival musik metal dunia seperti Wacken Open Air di Jerman dan Bloodstock di Inggris. Selain itu, mereka juga menerima penghargaan dari Metal Hammer Golden Gods Awards pada 2013.
“Konsistensi mereka dalam menjaga kualitas musik patut diapresiasi. Mereka menjadi salah satu contoh band yang berhasil menyeberangi batas skena lokal dan menembus pasar global,” ujar Denny Sakrie, pengamat musik metal.
Kehilangan dan Kebangkitan
Tur ini menjadi momen spesial pertama bagi Burgerkill sejak kepergian pendiri sekaligus gitaris utama mereka, Aries Tanto alias Ebenz. Ia meninggal dunia pada 2021 lalu. Meski sempat vakum, band ini bangkit kembali dengan formasi baru dan energi yang tetap membara.
Kini, Ronald Alexander (vokal), Agung Hellfrog (gitar), Ramdan (bass), dan Putra Pra Ramadhan (drum) memperkuat formasi Burgerkill. Mereka bertekad untuk terus melanjutkan warisan dan semangat yang telah dibangun Ebenz selama puluhan tahun.
“Ini bukan sekadar tur. Ini adalah bentuk penghormatan atas perjalanan kami, atas cinta dan dukungan para penggemar, serta atas dedikasi almarhum Ebenz,” kata Ramdan, sang bassist.