Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Unjuk Rasa Berlanjut! Ratusan Ribu Orang Tumpah ke Jalan Tuntut Kebebasan Imamoglu

badge-check


					Unjuk rasa memprotes penangkapan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu sebagai bagian dari penyelidikan korupsi, di Istanbul, Turki. Perbesar

Unjuk rasa memprotes penangkapan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu sebagai bagian dari penyelidikan korupsi, di Istanbul, Turki.

Istanbul – Ratusan ribu warga Turki turun ke jalan di Istanbul pada Sabtu (29/3/2025) untuk memprotes pemenjaraan Wali Kota Istanbul, Ekrem Imamoglu, yang merupakan rival utama Presiden Recep Tayyip Erdogan. Demonstrasi ini menjadi aksi protes terbesar di Turki dalam lebih dari satu dekade.

Dalam aksi yang berlangsung di kawasan Maltepe, Istanbul, sebuah surat dari Imamoglu dibacakan di hadapan massa. “Saya tidak takut, karena kalian ada di belakang dan di sisi saya. Saya tidak takut karena bangsa ini bersatu. Bangsa ini bersatu melawan para penindas,” tulis Imamoglu dalam suratnya yang disambut sorak sorai para demonstran.

“Mereka bisa memenjarakan saya dan mengadili saya sebanyak yang mereka mau, tetapi rakyat telah menunjukkan bahwa mereka akan menggagalkan semua jebakan dan konspirasi,” lanjutnya.

Tuntutan Keadilan

Sejak Imamoglu ditahan pekan lalu atas tuduhan korupsi dan kemudian dijebloskan ke penjara sambil menunggu persidangan, gelombang aksi protes terus meluas di berbagai kota. Demonstrasi yang sebagian besar berlangsung damai ini telah menyebabkan hampir 2.000 orang ditahan oleh pihak berwenang.

Partai oposisi utama, Partai Rakyat Republik (CHP), serta kelompok hak asasi manusia dan beberapa negara Barat menyatakan bahwa kasus terhadap Imamoglu bermuatan politik dan bertujuan untuk menyingkirkan ancaman elektoral bagi Erdogan.

Pemerintah membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa peradilan di Turki tetap independen.

Dalam aksi di Maltepe, ribuan demonstran membawa bendera Turki dan spanduk bertuliskan “Jika keadilan bungkam, rakyat yang akan berbicara.” Sejumlah peserta aksi juga menyuarakan pengalaman pribadi mereka terkait represi politik.

“Saya tidak takut dan akan terus melawan. Saya mengajak semua orang untuk tidak takut… Mereka telah memecat saya dari pekerjaan, tetapi suatu hari keadilan akan ditegakkan,” kata Gunay Yildiz, seorang mantan pegawai distrik Esenyurt di Istanbul.

Seruan untuk Pemilu Dini

Ketua CHP, Ozgur Ozel, dalam orasinya menyatakan bahwa jutaan warga Turki menginginkan Imamoglu dibebaskan dan menyerukan pemilu lebih awal. Ia menilai dakwaan terhadap Imamoglu tidak berdasar dan bermotif politik.

“Rakyat tidak akan diam. Kita menuntut keadilan dan pemilu yang adil. Pemerintah saat ini telah kehilangan legitimasi,” tegas Ozel. CHP juga menyerukan boikot terhadap media, merek dagang, dan toko-toko yang dianggap pro-Erdogan.

Pekan lalu, CHP menggelar pemilihan internal yang mengukuhkan Imamoglu sebagai kandidat presiden dalam pemilu berikutnya yang dijadwalkan pada 2028. Namun, CHP mendesak agar pemilu dipercepat mengingat situasi politik yang semakin memanas.

Reaksi Erdogan dan Dampak Ekonomi

Di sisi lain, Erdogan merespons protes dengan menyebutnya sebagai “pertunjukan” dan memperingatkan konsekuensi hukum bagi mereka yang terlibat. Ia juga meminta CHP untuk berhenti memprovokasi masyarakat.

Sejak penahanan Imamoglu, pasar keuangan Turki mengalami gejolak. Nilai aset keuangan negara itu anjlok, mendorong bank sentral menggunakan cadangan devisa untuk menstabilkan lira Turki. Ketidakpastian politik ini juga mengguncang sektor swasta.

Meski demikian, pemerintah menyatakan bahwa dampak ekonomi akan bersifat sementara. Bank sentral menegaskan bahwa fundamental ekonomi tetap kuat dan siap mengambil langkah lebih lanjut jika diperlukan.

Aksi protes yang terus berlanjut menunjukkan bahwa rakyat Turki belum menyerah dalam menuntut keadilan. Dengan meningkatnya ketegangan politik, masa depan kepemimpinan Erdogan semakin dipertanyakan, dan tekanan terhadap pemerintahnya kian menguat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional