Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Warren Buffett Pensiun, Greg Abel Jadi CEO Baru Berkshire Hathaway

badge-check


					Warren Buffett. Perbesar

Warren Buffett.

Omaha – Warren Buffett, salah satu tokoh paling legendaris dalam dunia investasi, mengumumkan akan mundur dari jabatannya sebagai Chief Executive Officer (CEO) Berkshire Hathaway pada akhir tahun 2025. Tongkat kepemimpinan perusahaan konglomerat raksasa asal Amerika Serikat itu akan diserahkan kepada Greg Abel, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua.

Pengumuman tersebut disampaikan Buffett dalam pertemuan tahunan pemegang saham Berkshire Hathaway di Omaha, Nebraska, Sabtu (3/5/2025) waktu setempat. Dalam kesempatan itu, pria yang dikenal sebagai “Oracle of Omaha” ini menyatakan bahwa saatnya telah tiba untuk memberikan kepercayaan kepada generasi penerus.

“Saya pikir waktunya telah tiba bagi Greg untuk menjadi CEO perusahaan pada akhir tahun,” ujar Buffett, yang kini berusia 94 tahun. Meski pensiun dari jabatan puncak, Buffett menyebut dirinya masih akan “tetap berada di sekitar” dan siap membantu dalam beberapa hal, namun “kata akhir” akan berada di tangan Abel.

Langkah ini menandai berakhirnya era 60 tahun kepemimpinan Buffett yang berhasil mengubah Berkshire Hathaway dari perusahaan tekstil yang merugi menjadi konglomerat senilai 1,16 triliun dolar AS, dengan hampir 200 unit bisnis di berbagai sektor ekonomi AS.

Pujian Mengalir

Keputusan Buffett disambut dengan pujian dari kalangan eksekutif dan investor papan atas. Jamie Dimon, CEO JPMorgan Chase, menyebut Buffett sebagai lambang kapitalisme Amerika yang penuh integritas dan akal sehat.

“Warren Buffett mewakili segala sesuatu yang baik dari kapitalisme dan Amerika itu sendiri,” ujar Dimon.

CEO Apple, Tim Cook, dalam pernyataannya di platform X, mengatakan, “Tak pernah ada sosok seperti Warren. Banyak orang, termasuk saya, terinspirasi oleh kebijaksanaannya. Merupakan kehormatan besar bisa mengenalnya.”

Tantangan bagi Greg Abel

Greg Abel, 62 tahun, telah lama disebut sebagai penerus Buffett. Ia bergabung dengan MidAmerican Energy (kini Berkshire Hathaway Energy) sejak 1992 dan menjadi Wakil Ketua Berkshire sejak 2018. Pada 2021, ia diumumkan sebagai kandidat pengganti resmi.

Dalam sambutannya, Abel menyatakan merasa terhormat dan rendah hati atas kepercayaan yang diberikan. Ia mengatakan akan mengambil peran yang “lebih aktif, namun tetap positif” dalam mengawasi hampir 190 unit usaha Berkshire.

Buffett meyakini bahwa Abel bahkan bisa membawa Berkshire ke arah yang lebih baik. “Fakta bahwa saya bisa melakukannya dengan cukup baik tidak berarti orang lain tidak bisa lebih baik. Dan saya pikir Greg bisa lebih baik,” katanya.

Warisan dan Masa Depan Warren Buffett

Buffett menyatakan bahwa ia tidak berniat menjual satu lembar pun saham Berkshire yang dimilikinya. Ia beralasan bahwa dirinya memiliki kepercayaan penuh pada prospek perusahaan di bawah kepemimpinan Abel.

“Saya akan menyimpan semuanya. Keputusan ini murni ekonomi. Saya yakin masa depan Berkshire lebih cerah di bawah Greg,” ujarnya.

Sebagian besar kekayaan Buffett, yang diperkirakan Forbes mencapai 168,2 miliar dolar AS, akan disumbangkan ke kegiatan filantropi. Ia telah mendonasikan lebih dari setengah sahamnya sejak 2006, dan sisanya akan masuk ke dalam lembaga amal yang dikelola oleh anak-anaknya.

Sementara itu, Howard Buffett (70), putra tertua Warren, disebut-sebut akan menggantikan posisi ayahnya sebagai Ketua Non-Eksekutif Berkshire untuk menjaga budaya perusahaan.

Akhir dari Sebuah Era

Banyak kalangan menyebut keputusan ini sebagai penutup sebuah era dalam dunia bisnis dan investasi. Cole Smead, CEO Smead Capital Management, menyebut momen ini sebagai peristiwa bersejarah.

“Ini akhir dari sebuah era. Menyedihkan, tapi begitulah hidup,” ucapnya.

Meski begitu, Buffett tetap percaya pada kekuatan perusahaan yang dibangunnya bersama mendiang mitranya, Charlie Munger. Ia memastikan bahwa acara tahunan “Woodstock for Capitalists” di Omaha akan tetap berlangsung. Walaupun demikian, ia menyadari bahwa dirinya tak lagi menjadi daya tarik utama seperti sebelumnya.

Buffett dikenal bukan hanya karena kejeniusannya dalam berinvestasi. Lebih dari itu, gaya hidupnya yang sederhana juga menjadi ciri khasnya. Ia masih tinggal di rumah yang dibelinya tahun 1958 seharga 31.500 dolar, dan tetap menjadi panutan banyak orang karena prinsip hidup serta investasinya yang berakar pada filosofi Benjamin Graham.

Kini, setelah enam dekade membentuk sejarah, Warren Buffett resmi membuka jalan bagi masa depan Berkshire Hathaway di tangan generasi berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional