Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Ukraina dan Tiongkok Tandatangani Perjanjian Ekspor Pertanian

badge-check


					Ukraina dan Tiongkok Tandatangani Perjanjian Ekspor Pertanian Perbesar

Kyiv – Kementerian Kebijakan Agraria Ukraina menandatangani perjanjian penting dengan Republik Rakyat Tiongkok untuk memperluas ekspor produk pertanian Ukraina ke pasar Tiongkok. Perjanjian ini mencakup persyaratan veteriner, sanitasi, dan fitosanitasi untuk pasokan produk-produk seperti kacang polong dan produk perikanan liar ke pasar Tiongkok.

Menteri Kebijakan Agraria dan Pangan Ukraina, Vitalii Koval, menekankan pentingnya perjanjian ini bagi para eksportir Ukraina, dengan mengatakan bahwa Tiongkok adalah salah satu importir produk pertanian terbesar di dunia.

Perjanjian ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan devisa dan memperkuat posisi Ukraina sebagai pemasok produk pertanian berkualitas di pasar internasional.

 

Dampak Terhadap Perang dengan Rusia

Perjanjian ini memiliki dampak signifikan terhadap perang yang sedang berlangsung antara Ukraina dan Rusia. Dengan memperluas pasar ekspor pertanian ke Tiongkok, Ukraina dapat meningkatkan pendapatan devisa yang sangat dibutuhkan untuk mendukung upaya pertahanan dan pemulihan ekonomi di tengah konflik. Pendapatan tambahan ini dapat digunakan untuk memperkuat pertahanan udara, membeli peralatan militer, dan mendukung kebutuhan logistik pasukan Ukraina.

Selain itu, perjanjian ini juga mengirimkan sinyal kuat kepada Rusia bahwa Ukraina memiliki dukungan internasional yang kuat, terutama dari negara besar seperti Tiongkok. Hal ini dapat meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Rusia dan memperkuat posisi Ukraina dalam negosiasi internasional.

Namun, perjanjian ini juga dapat memicu ketegangan lebih lanjut dengan Rusia, yang mungkin melihat langkah ini sebagai ancaman terhadap kepentingan ekonominya. Rusia telah lama menggunakan sektor pertanian sebagai alat kekuatan lunak untuk mempengaruhi negara-negara lain, dan perjanjian ini dapat mengurangi pengaruh tersebut.

Secara keseluruhan, perjanjian ekspor pertanian antara Ukraina dan Tiongkok diharapkan dapat memberikan dorongan ekonomi yang signifikan bagi Ukraina dan memperkuat posisinya dalam menghadapi agresi Rusia. Namun, dampak jangka panjangnya terhadap dinamika konflik masih harus dilihat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional