Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Lebih Dari 200 Anak Tewas di Gaza Akibat Serangan Udara Israel

badge-check


					Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell. Perbesar

Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell.

Gaza – Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) melaporkan bahwa sejak 18 Maret, lebih dari 200 anak di Jalur Gaza telah tewas akibat serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan Israel.

Rosalia Bollen, pejabat UNICEF di Gaza, menyatakan bahwa sejak pengeboman hebat kembali terjadi pada pagi hari 18 Maret hingga saat ini, lebih dari 200 anak telah kehilangan nyawa. ​

Selain korban jiwa, ribuan anak mengalami luka serius, sementara rumah sakit di Gaza kewalahan menghadapi lonjakan pasien akibat pertempuran yang intens dalam beberapa hari terakhir.

Situasi ini semakin memperburuk krisis kemanusiaan yang telah berlangsung lama di wilayah tersebut.

Direktur Eksekutif UNICEF, Catherine Russell, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi anak-anak di Gaza. Ia menyebut bahwa laporan dan gambar yang muncul dari Jalur Gaza setelah serangan hari Selasa lebih dari sekadar mengerikan, dengan ratusan orang dilaporkan tewas, termasuk lebih dari 130 anak-anak, yang merupakan salah satu jumlah kematian anak terbesar dalam satu hari dalam setahun terakhir. ​

UNICEF menekankan bahwa anak-anak di Gaza tidak hanya menghadapi ancaman langsung dari konflik bersenjata, tetapi juga risiko kesehatan akibat keterbatasan akses terhadap air bersih dan layanan medis.

Produksi air di Gaza hanya mencapai 5% dari kapasitas normal, meningkatkan risiko kematian anak-anak, terutama bayi, akibat dehidrasi.

Nesma, seorang staf UNICEF di Gaza yang memiliki dua anak, mengungkapkan kesedihannya melihat anak-anak di sekitarnya berjuang mendapatkan air bersih. ​

UNICEF dan organisasi kemanusiaan lainnya terus menyerukan gencatan senjata dan akses kemanusiaan tanpa hambatan ke Gaza untuk memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak dan keluarga mereka yang terdampak konflik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tragedi Rio de Janeiro: Operasi Polisi Tewaskan 121 Orang

31 Oktober 2025 - 08:32 WIB

Operasi polisi di Rio de Janeiro menewaskan 121 orang, menjadikannya yang paling mematikan dalam sejarah Brasil.

Pencurian Mahkota Kerajaan di Louvre Prancis, Pakar Sebut Barang Curian Akan Hilang Selamanya

22 Oktober 2025 - 09:22 WIB

Pencurian mahkota Kerajaan di Louvre jadi aib nasional Prancis. Polisi buru geng spesialis perhiasan lintas Eropa.

Industri Film Dunia Tetap Melaju di Tengah Ancaman Tarif Trump

19 Oktober 2025 - 10:29 WIB

Ancaman tarif 100 persen dari Donald Trump tak hentikan produksi global seperti Star Wars: Starfighter. Industri film tetap melaju.

Aksi ‘No Kings’ di AS, Ribuan Warga Protes Kebijakan Trump

19 Oktober 2025 - 07:59 WIB

Ribuan warga AS turun ke jalan dalam aksi No Kings memprotes kebijakan Donald Trump yang dinilai mengancam demokrasi dan kebebasan sipil.

Tercatat Sejarah: Trump Umumkan Perang Gaza Berakhir

14 Oktober 2025 - 08:34 WIB

Hamas bebaskan sandera terakhir, Trump nyatakan perang Gaza berakhir. Dunia sambut babak baru perdamaian Timur Tengah.
Trending di Internasional