Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Netanyahu Kunjungi Hungaria, Abaikan Surat Perintah Penangkapan ICC

badge-check


					Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant Perbesar

Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant

Tel Aviv — Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, akan mengunjungi Hungaria pekan ini, menurut pernyataan kantornya pada Minggu (30/3/2025). Kunjungan ini tetap dilaksanakan meskipun Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadapnya terkait dugaan kejahatan perang di Gaza.

Selama kunjungan yang dijadwalkan berlangsung mulai Rabu hingga Minggu, Netanyahu akan bertemu dengan Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban. Orban telah mengundang Netanyahu sejak November lalu, tak lama setelah ICC menerbitkan surat perintah penangkapan tersebut. Pada saat itu, Orban menyatakan bahwa surat perintah tersebut “tidak akan dipatuhi”.

Seluruh negara anggota Uni Eropa, termasuk Hungaria, merupakan bagian dari ICC, yang berarti mereka memiliki kewajiban untuk menegakkan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh lembaga tersebut. Namun, Orban, seorang pemimpin nasionalis sayap kanan, kerap berselisih dengan Uni Eropa mengenai standar demokrasi dan hak asasi manusia di Hungaria.

Pemerintah Hungaria belum memberikan pernyataan resmi terkait kunjungan Netanyahu pekan ini.

Kunjungan ini akan menjadi perjalanan luar negeri kedua bagi Netanyahu sejak ICC mengumumkan surat perintah penangkapan. Sebelumnya, pada Februari lalu, ia melakukan kunjungan ke Washington untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Israel sendiri telah mengecam surat perintah ICC terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, dengan menyebut tuduhan tersebut sebagai “tidak benar dan absurd”. Selain Netanyahu, ICC juga mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin Hamas, Ibrahim Al-Masri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional