Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

News

Trump Dinilai Langgar Aturan WTO, Ancam Stabilitas Dunia

badge-check


					Arrmanatha Christiawan Nasir. Perbesar

Arrmanatha Christiawan Nasir.

Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai telah melanggar sistem perdagangan multilateral dan sejumlah aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) melalui kebijakan proteksionisme yang meningkatkan tarif impor terhadap puluhan negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir dalam diskusi publik yang digelar The Yudhoyono Institute di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Minggu (13/4/2025).

“Ini menjadi salah satu building blocks yang ditaruh untuk menggerus sistem multilateral. Kebijakan Presiden Trump melanggar berbagai aturan WTO,” kata Arrmanatha.

Menurut dia, langkah proteksionis yang diambil Trump telah menimbulkan ketidakpastian dalam sistem perdagangan global, serta memperbesar risiko konflik ekonomi antarnegara.

Eskalasi Perang Dagang

Ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan sejumlah negara terus meningkat setelah Trump menaikkan tarif impor terhadap berbagai produk. Langkah ini langsung direspons oleh Tiongkok, yang menetapkan tarif balasan sebesar 125 persen terhadap barang-barang asal Amerika Serikat. Sebelumnya, Trump menetapkan tarif hingga 145 persen untuk produk dari Negeri Tirai Bambu.

Di kawasan Asia Tenggara, beberapa negara juga terdampak kebijakan tarif tinggi dari Amerika Serikat. Kamboja tercatat dikenai tarif sebesar 49 persen, Vietnam 46 persen, Thailand 36 persen, Indonesia 32 persen, dan Malaysia 24 persen.

Meski demikian, menurut Arrmanatha, hingga saat ini hanya segelintir negara yang memilih menempuh jalur hukum melalui WTO. “Tidak ada negara yang niat membawa Amerika, kecuali China, Kanada, dan Uni Eropa. Justru negara-negara lain ramai-ramai ingin memberikan kelonggaran kepada Donald Trump agar tidak dikenai tarif,” ujarnya.

Kegagalan Sistem Multilateral

Arrmanatha menilai, sistem multilateral yang dibangun pascaperang dunia kedua untuk menjamin stabilitas global kini berada dalam posisi rapuh. Ia mengingatkan bahwa kegagalan serupa pernah terjadi sebelumnya.

“Liga Bangsa-Bangsa yang dibentuk pasca-Perang Dunia I dengan tujuan mencegah perang justru gagal dan berujung pada Perang Dunia II. Ini yang tidak kita harapkan terjadi kembali,” kata Arrmanatha.

Kekhawatiran tersebut diperkuat dengan temuan Global Risk Report 2025 yang dirilis World Economic Forum. Laporan itu menyoroti sejumlah ancaman utama terhadap stabilitas global, mulai dari risiko geo-ekonomi, resesi, stagnasi ekonomi, inflasi, hingga krisis pangan dan perubahan iklim.

Selain itu, perkembangan teknologi yang sangat pesat turut menyumbang potensi risiko baru berupa bias informasi, disinformasi, dan polarisasi sosial. Sementara itu, konflik bersenjata disebut makin kompleks akibat adopsi senjata nuklir oleh sejumlah negara.

Fokus ASEAN pada Iklim dan Ekonomi

Di tingkat kawasan, negara-negara ASEAN cenderung memandang perubahan iklim sebagai ancaman utama terhadap stabilitas jangka panjang. Ancaman ini disusul oleh meningkatnya ketegangan ekonomi dan persaingan di antara negara-negara besar.

“Mayoritas ancaman terhadap stabilitas dunia di masa depan tidak hanya bersumber dari konflik bersenjata,” kata Arrmanatha menutup paparannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penyaluran BLTS Kesra Tahap I Desa Gladag: 246 Warga Terima Bantuan Rp 900 Ribu

24 November 2025 - 19:34 WIB

Gebyar Janger Remaja Madyo Utomo: Kolaborasi Mahasiswa dan Pemdes Gladag Lestarikan Budaya Banyuwangi

16 November 2025 - 20:01 WIB

Presiden Prabowo Setujui Pembentukan Dirjen Pesantren, Babak Baru Perhatian Negara untuk Dunia Santri

24 Oktober 2025 - 09:27 WIB

Pesantren Menyapa Dunia Digital: Kolaborasi Ilmu, Teknologi, dan Akhlak

22 Oktober 2025 - 15:08 WIB

Lomba FASI Banyuwangi 2025 Resmi Dibuka, Ratusan Siswa SD Ikuti MTQ dan Pildacil

16 Oktober 2025 - 12:38 WIB

Ratusan siswa SD dari berbagai kecamatan di Banyuwangi ikut Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) 2025 di GOR dan SMPN 1 Giri Banyuwangi.
Trending di News