Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

News

Pemerintah Dorong Penggunaan eSIM Demi Keamanan Digital

badge-check


					Pemerintah Dorong Penggunaan eSIM Demi Keamanan Digital Perbesar

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong masyarakat untuk mulai beralih dari kartu SIM fisik ke teknologi embedded SIM atau eSIM. Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan keamanan digital dan efisiensi layanan telekomunikasi.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, telah menerbitkan Peraturan Menkomdigi (Permen) Nomor 7 Tahun 2025 yang menjadi dasar hukum pemanfaatan eSIM di Indonesia. Teknologi ini dipandang sebagai solusi masa depan untuk mengurangi risiko penyalahgunaan identitas dan kebocoran data pribadi.

“Transformasi menuju eSIM adalah bagian dari revolusi digital global. Kami sangat menganjurkan masyarakat dengan perangkat yang kompatibel untuk segera beralih. Ini demi keamanan data pribadi dan perlindungan identitas pengguna,” ujar Meutya, Jumat (11/4/2025), dalam keterangan resmi di laman Komdigi.

Dukungan Operator dan Kesiapan Infrastruktur

Sejumlah operator besar, seperti Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, XL Axiata, dan Smartfren, telah menyatakan dukungannya terhadap kebijakan ini. Infrastruktur yang mendukung layanan eSIM pun diklaim telah siap di berbagai wilayah.

Meskipun belum menjadi kewajiban, pemerintah mendorong langkah adaptif dari masyarakat, terutama bagi pengguna ponsel yang telah mendukung fitur eSIM.

“Ke depan, kami ingin menjadikan eSIM sebagai standar baru dalam layanan komunikasi di Indonesia,” kata Meutya.

Langkah Migrasi eSIM Telkomsel

Bagi pelanggan Telkomsel, migrasi ke eSIM dapat dilakukan secara daring tanpa harus datang ke gerai layanan. Berikut ini tahapan migrasi kartu SIM fisik ke eSIM secara daring melalui situs resmi Telkomsel:

  1. Kunjungi laman www.telkomsel.com/esim/migrasi-esim
  2. Pilih menu “Migrasi ke e-SIM”
  3. Masukkan nomor telepon yang akan dimigrasikan
  4. Verifikasi menggunakan kode OTP yang dikirim melalui SMS
  5. Isi data diri meliputi NIK, nomor KTP, dan alamat email aktif
  6. Klik “Lanjutkan” dan tunggu proses verifikasi sistem
  7. Setelah migrasi berhasil, klik “Aktifkan eSIM”
  8. Kode QR eSIM akan dikirimkan dan harus disimpan dengan aman
  9. Lakukan sinkronisasi eSIM pada pengaturan ponsel

Hal yang Perlu Diperhatikan

Sebelum melakukan migrasi, pengguna diimbau memperhatikan beberapa ketentuan teknis:

  • Pastikan perangkat mendukung eSIM dan memiliki IMEI resmi Indonesia
  • Layanan migrasi dikenakan biaya sebesar Rp10.000
  • Proses hanya dapat dilakukan saat berada di wilayah Indonesia dan menggunakan jaringan Telkomsel
  • Siapkan dokumen identitas seperti KTP, KK, dan email aktif
  • Setelah eSIM aktif, kartu SIM fisik tidak lagi dapat digunakan

Aktivasi eSIM umumnya hanya memerlukan waktu 2 hingga 3 menit. Dengan kemudahan ini, pemerintah berharap tingkat adopsi eSIM akan meningkat seiring tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan data di era digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemdes Gladag Salurkan Bantuan Pangan kepada Warga Kurang Mampu

10 Desember 2025 - 21:41 WIB

Desa Gladag Gelar Jambore Kader untuk Peningkatan Kapasitas Posyandu 6 SPM

7 Desember 2025 - 21:22 WIB

Kolaborasi Bersih Sungai di Desa Gladag, Wujud Kepedulian Lingkungan

5 Desember 2025 - 21:31 WIB

10 Pemuda Gladag Ikuti Pelatihan Service Elektro dari Dispora Banyuwangi

26 November 2025 - 23:07 WIB

Penyaluran BLTS Kesra Tahap I Desa Gladag: 246 Warga Terima Bantuan Rp 900 Ribu

24 November 2025 - 19:34 WIB

Trending di News