Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Pangeran Harry Tak Lanjutkan Gugatan, Soroti Proses Keamanan Kerajaan Inggris

badge-check


					Pangeran Harry dan Meghan Markle Perbesar

Pangeran Harry dan Meghan Markle

London – Pangeran Harry mengungkapkan keinginannya untuk berdamai dengan keluarga kerajaan, meski rasa kecewa mendalam menyelimuti dirinya usai kalah dalam gugatan hukum terkait perlindungan keamanan di Inggris. Dalam wawancara emosional bersama BBC di California, Harry menyatakan ia “hancur” karena keputusan pengadilan yang menolak bandingnya dan mengungkap bahwa Raja Charles kini “tidak mau bicara” dengannya.

“Saya ingin rekonsiliasi dengan keluarga saya. Tidak ada gunanya terus bertikai. Hidup ini berharga,” ujar Duke of Sussex dalam wawancara yang ditayangkan pada Jumat (2/5/2025).

Putusan Pengadilan dan Respons Pangeran Harry

Pengadilan banding Inggris pada Jumat menolak gugatan Pangeran Harry atas keputusan pemerintah yang mencabut hak perlindungan otomatis baginya dan keluarganya sejak ia mundur sebagai anggota kerajaan pada 2020. Ia menyebut proses hukum ini sebagai “rekayasa klasik kalangan elite” dan menuding keterlibatan Rumah Tangga Kerajaan dalam keputusan tersebut.

“Rasanya seperti mimpi buruk. Bukan hanya karena saya kalah, tapi karena orang-orang di balik keputusan itu merasa ini bisa dibenarkan,” kata Harry. “Saya yakin sebagian orang yang ingin saya celaka menganggap ini kemenangan besar.”

Harry menuding proses pengambilan keputusan dilakukan tanpa transparansi dan pengaruh kuat pihak kerajaan membuat pertimbangan objektif tak berjalan semestinya. Ia mengaku terkejut ketika mengetahui bahwa perwakilan Rumah Tangga Kerajaan duduk dalam komite keamanan RAVEC, badan yang berwenang menetapkan perlindungan bagi tokoh kerajaan dan publik di Inggris.

“Saya tidak minta ayah saya untuk campur tangan. Saya hanya ingin beliau memberi jalan agar para ahli bisa bekerja dengan objektif,” ujar Harry. “Tapi kini saya bahkan tidak tahu berapa lama lagi waktu yang kami miliki bersama.”

Ketika ditanya apakah ia merindukan Inggris, Harry mengaku selalu mencintai negerinya, meskipun merasa telah dikhianati oleh sebagian orang di dalamnya. Ia menyayangkan anak-anaknya belum bisa mengenal tanah leluhur mereka secara aman.

“Situasi ini sangat menyedihkan. Saya ingin anak-anak saya mengenal tempat asal saya. Tapi untuk saat ini, saya tak bisa membayangkan membawa keluarga saya kembali ke Inggris,” ujarnya.

Langkah Selanjutnya: Surat ke Menteri Dalam Negeri Inggris

Pangeran Harry menyatakan bahwa ia tidak akan melanjutkan gugatan lebih jauh. Ia berpendapat bahwa pengadilan telah membuktikan bahwa tidak ada jalan untuk menang melalui proses hukum. Namun, ia tetap berencana menulis surat kepada Menteri Dalam Negeri Inggris, Yvette Cooper. Dalam surat tersebut, ia akan meminta peninjauan ulang terhadap mekanisme kerja RAVEC.

“Saya ingin pemerintah dan keluarga saya bertanya kepada diri mereka sendiri: apa mereka tidak ingin kami aman?” tutup Harry, dengan nada lirih.

Sementara itu, Istana Buckingham dalam pernyataan singkat menegaskan bahwa “semua isu ini telah ditinjau berulang kali oleh pengadilan secara menyeluruh, dan kesimpulannya tetap sama”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional