Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Rencana Baru Israel di Gaza: Pendudukan Total dan Distribusi Bantuan oleh Swasta

badge-check


					Rencana Baru Israel di Gaza: Pendudukan Total dan Distribusi Bantuan oleh Swasta Perbesar

Tel Aviv – Pemerintah Israel menyetujui rencana militer baru untuk menguasai seluruh wilayah di Jalur Gaza dan tetap berada di wilayah tersebut tanpa batas waktu yang jelas. Keputusan ini disahkan dalam rapat kabinet pada Senin dini hari, di tengah meningkatnya serangan dan tekanan terhadap kelompok Hamas.

Dua pejabat Israel yang mengetahui isi rapat menyampaikan bahwa rencana ini merupakan bagian dari upaya untuk mencapai tujuan utama perang, yakni menghancurkan Hamas dan membebaskan para sandera yang masih ditahan di Gaza.

Jika dijalankan sepenuhnya, langkah ini akan memperluas operasi militer Israel secara signifikan dan diperkirakan memicu kecaman keras dari komunitas internasional. Sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas gagal pada pertengahan Maret, militer Israel terus menggencarkan serangan darat dan udara yang menewaskan ratusan orang dan membuat hampir separuh wilayah Gaza kini berada dalam kendali pasukan Israel.

Dorong Populasi ke Selatan, Krisis Kemanusiaan Memburuk

Rencana baru ini juga mencakup pemindahan massal warga Palestina ke wilayah selatan Gaza. Langkah ini dikhawatirkan akan memperparah krisis kemanusiaan yang sudah mencapai titik kritis sejak Israel menutup akses bantuan kemanusiaan ke Gaza, termasuk pangan, bahan bakar, dan air bersih.

Kelangkaan kebutuhan pokok telah memicu kelaparan dan penjarahan di berbagai wilayah. Sementara itu, Israel menuding Hamas memanfaatkan distribusi bantuan untuk memperkuat kekuasaan dan memperkuat logistik perangnya.

“Rencana ini mencakup pendudukan penuh Gaza dan pencegahan distribusi bantuan oleh Hamas,” ujar salah satu pejabat, seraya menambahkan bahwa operasi militer akan dilakukan secara bertahap.

Bantuan Diatur Perusahaan Swasta, PBB Menolak

Sebagai bagian dari rencana ini, Israel menawarkan sistem distribusi bantuan melalui perusahaan keamanan swasta. Menurut memo internal yang beredar di kalangan organisasi bantuan, Israel mengusulkan agar bantuan masuk melalui perbatasan Kerem Shalom, dengan rata-rata 60 truk per hari.

Distribusi dilakukan di pusat logistik yang dijaga ketat, dengan sistem pengenalan wajah dan pemberitahuan SMS kepada warga yang akan mengambil bantuan. Namun, PBB menolak ikut serta dalam skema tersebut, dengan menyebut bahwa rencana itu bertentangan dengan prinsip kemanusiaan.

“Rencana ini tampaknya dirancang untuk memperkuat kontrol atas kebutuhan hidup sebagai taktik tekanan dalam strategi militer,” kata PBB dalam pernyataannya.

AS disebut telah menyatakan dukungan atas rencana ini. Namun, belum jelas siapa yang akan mendanai operasional perusahaan keamanan swasta dan distribusi bantuan.

Kekhawatiran akan Pemindahan Paksa dan Penahanan Massal

Dokumen dari sejumlah organisasi bantuan mengungkap kekhawatiran bahwa pusat logistik tersebut dapat berubah menjadi tempat pengungsian permanen. Hal ini dikhawatirkan akan menciptakan kondisi yang menyerupai kamp tahanan bagi warga Palestina.

Sementara itu, pertempuran terus berlanjut. Sejak dimulainya kembali perang, serangan yang dilancarkan Israel telah menyebabkan lebih dari 52.000 warga Gaza tewas. Data ini berdasarkan laporan dari otoritas kesehatan Palestina. Angka tersebut mencakup banyak perempuan dan anak-anak, dan tidak membedakan antara warga sipil dan kombatan.

Lebih dari 90 persen penduduk Gaza telah mengungsi, dan wilayah tersebut kini nyaris tidak dapat dihuni.

Perang ini dimulai pada 7 Oktober tahun lalu, saat kelompok militan yang dipimpin Hamas menyerbu wilayah selatan Israel. Serangan tersebut menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan sekitar 250 lainnya disandera. Israel mengklaim masih ada 59 sandera di Gaza, dengan 35 di antaranya diyakini telah tewas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS serang kapal Iran di Selat Hormuz, picu ketegangan global dan lonjakan harga minyak hingga 115 dolar per barel.

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 April 2026 - 07:23 WIB

Amerika Serikat pecat John Phelan dari jabatan Sekretaris Angkatan Laut AS di tengah konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 April 2026 - 10:04 WIB

Jepang siaga gempa besar susulan usai M 7,7 picu peringatan tsunami. Otoritas peringatkan potensi gempa lebih kuat dalam sepekan.

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 April 2026 - 12:08 WIB

Tesla mengembangkan mobil SUV listrik baru yang lebih kecil dan murah untuk pasar global

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 April 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz Tak Banyak Ubah Lalu Lintas, Ketidakpastian Meningkat.
Trending di Internasional