Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

133 Kardinal Siap Pilih Paus Baru, Konklaf Dimulai Hari Rabu

badge-check


					Para kardinal tampak keluar dari tempat pertemuan umum sebelum pemilihan paus baru. Perbesar

Para kardinal tampak keluar dari tempat pertemuan umum sebelum pemilihan paus baru.

Vatikan – Sebanyak 133 kardinal yang memiliki hak suara dalam pemilihan Paus baru telah tiba di Roma, demikian disampaikan Vatikan pada Senin (5/5/2025). Dengan lengkapnya kehadiran para kardinal, konklaf rahasia untuk memilih penerus Paus Fransiskus akan dimulai Rabu sore waktu setempat di Kapel Sistina, menandai awal dari salah satu proses paling sakral dalam Gereja Katolik.

Paus Fransiskus wafat pada 21 April lalu, dan sejak saat itu para kardinal dari berbagai penjuru dunia telah berkumpul di Vatikan untuk membahas arah Gereja Katolik yang kini memiliki lebih dari 1,4 miliar umat. Sejumlah nama seperti Kardinal Pietro Parolin dari Italia dan Kardinal Luis Antonio Tagle dari Filipina mencuat sebagai kandidat kuat. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai arah dukungan.

“Daftar saya terus berubah, dan saya pikir ini akan terus berubah dalam beberapa hari ke depan,” ujar Kardinal Vincent Nichols dari Inggris. Ini adalah konklaf pertama baginya.

Semua Kardinal Pemilih Telah Tiba di Roma

Dalam pertemuan terakhir yang digelar Senin pagi, sebanyak 180 kardinal hadir, termasuk 132 dari 133 kardinal yang akan memilih. Seorang kardinal lainnya, meski telah berada di Roma, tidak ikut hadir dalam diskusi. Vatikan menyebut dua kardinal – masing-masing dari Spanyol dan Kenya – tidak dapat mengikuti konklaf karena alasan kesehatan.

Isu besar yang menjadi perbincangan antara para kardinal adalah perpecahan dalam Gereja. Diskusi mencakup kebijakan Paus Fransiskus terkait pemberkatan pasangan sesama jenis serta pembahasan lebih lanjut tentang peran perempuan di dalam Gereja.

“Profil Paus mendatang adalah seseorang yang hadir, dekat, mampu menjadi jembatan dan penuntun … seorang gembala yang dekat dengan kehidupan nyata umat,” ujar juru bicara Vatikan.

Proses Konklaf Pemilihan Paus Baru dan Tantangannya

Konklaf sendiri akan berlangsung secara tertutup di Kapel Sistina. Para kardinal menginap di rumah tamu Vatikan dan tidak diperkenankan berkomunikasi dengan dunia luar hingga Paus baru terpilih. Dalam sejarah, konklaf bisa berlangsung selama beberapa hari. Pemungutan suara dilakukan berulang kali hingga satu kandidat meraih dukungan dua pertiga dari jumlah pemilih.

Meski ada kubu yang menginginkan perubahan ke arah yang lebih konservatif, banyak yang berharap Paus mendatang tetap mempertahankan semangat reformasi. Harapan tersebut didasarkan pada keterbukaan yang telah digagas oleh Paus Fransiskus.

“Saya yakin para pemilih akan memilih seseorang yang akan melanjutkan agenda progresif Paus Fransiskus,” kata Kardinal Walter Kasper yang kini berusia 92 tahun dan tidak memiliki hak pilih. “Umat menginginkan seorang Paus yang tidak mengurung diri dalam istana, tetapi hadir dan berbicara dengan bahasa hati.”

Konklaf Rabu ini pun diperkirakan akan menjadi momen penting penentu arah Gereja Katolik dunia di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional