Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

India Serang Wilayah Pakistan, Tiga Tewas

badge-check


					Keadaan Muzaffarabad, ibu kota Kashmir Pakistan, gelap gulita setelah serangan. Perbesar

Keadaan Muzaffarabad, ibu kota Kashmir Pakistan, gelap gulita setelah serangan.

New Delhi/Islamabad – India melancarkan serangan terhadap sembilan lokasi di wilayah Pakistan dan Kashmir yang dikuasai Pakistan pada Rabu (7/5/2025), dalam sebuah operasi militer terbesar sejak bertahun-tahun terakhir antara dua negara bertetangga yang berseteru lama. Sedikitnya tiga orang dilaporkan tewas dan belasan lainnya terluka. Pemerintah Pakistan menyatakan tengah menyiapkan respons militer.

Bentrokan bersenjata antara militer India dan Pakistan pecah di sedikitnya tiga lokasi di sepanjang perbatasan di wilayah sengketa Kashmir. Saksi mata dan pejabat kepolisian menyebutkan terjadi baku tembak sengit dan penembakan artileri yang intens.

Serangan militer India, yang dinamai “Operasi Sindoor”, terjadi di tengah meningkatnya ketegangan pasca serangan terhadap turis Hindu di wilayah Kashmir yang dikuasai India pada 22 April lalu. Dalam insiden tersebut, kelompok militan Islam menewaskan 26 pria, menjadikannya serangan paling mematikan terhadap warga sipil di India dalam hampir dua dekade terakhir.

Dalam pernyataan resminya, Pemerintah India menyatakan bahwa serangan itu ditujukan terhadap “infrastruktur teroris” yang digunakan untuk merancang dan melancarkan serangan terhadap India. “Tindakan kami bersifat terukur, fokus, dan tidak bersifat eskalatif. Tidak ada fasilitas militer Pakistan yang menjadi sasaran,” bunyi pernyataan itu.

Saling Tuduh

Namun, Pemerintah Pakistan membantah keras klaim India. Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif menyatakan kepada Geo News bahwa seluruh lokasi yang di serang India merupakan wilayah sipil, termasuk dua masjid. Ia menyebut India meluncurkan rudal dari wilayah udaranya sendiri dan menyebut tudingan tentang kamp militan sebagai “fitnah”.

Juru bicara militer Pakistan menambahkan bahwa serangan tersebut menewaskan sedikitnya tiga warga sipil dan melukai 12 lainnya. Di ibu kota Kashmir Pakistan, Muzaffarabad, sejumlah saksi menyebut terdengar ledakan keras dan pemadaman listrik terjadi usai serangan.

Pemerintah Provinsi Punjab, wilayah terpadat di Pakistan, langsung menetapkan status darurat. Rumah sakit dan layanan darurat berada dalam siaga tinggi.

Simbol Perlawanan

Nama operasi militer India, “Sindoor”, merujuk pada bubuk merah yang dipakai oleh perempuan Hindu yang telah menikah. Nama ini diyakini sebagai bentuk penghormatan kepada para istri dari para korban serangan di Pahalgam bulan lalu.

“Beberapa waktu lalu, Angkatan Bersenjata India meluncurkan Operasi Sindoor yang menghantam infrastruktur teroris di wilayah Pakistan dan Jammu & Kashmir yang dikuasai Pakistan,” sebut pernyataan India.

Di media sosial X (dulu Twitter), militer India menuliskan pernyataan singkat, “Keadilan telah ditegakkan.”

Dunia Bereaksi Setelah India Serang Pakistan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut situasi ini sebagai “hal yang memalukan” dan menyatakan harapan agar ketegangan segera mereda. Sementara itu, pasar saham India langsung bereaksi negatif. Indeks NSE Nifty 50 di pusat keuangan GIFT City turun 1,19 persen usai kabar serangan beredar.

Kedua negara saling menyalahkan atas meningkatnya kekerasan baru-baru ini. India menuding Pakistan sebagai dalang di balik serangan terhadap turis Hindu. Sementara itu, Pakistan membantah keras dan menuduh India merencanakan serangan sebagai bentuk pembalasan.

Ketegangan antara dua negara bersenjata nuklir ini kembali membuka luka lama, dan dunia pun kembali memandang khawatir terhadap potensi eskalasi yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional