Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

India Putuskan Hubungan dengan Pakistan Usai Serangan di Kashmir

badge-check

Kelompok militan menewaskan 26 orang di kawasan wisata Baisaran Valley, Pahalgam, Kashmir. Mayoritas korban adalah wisatawan India. Perbesar

Kelompok militan menewaskan 26 orang di kawasan wisata Baisaran Valley, Pahalgam, Kashmir. Mayoritas korban adalah wisatawan India.

New Delhi – Pemerintah India pada Rabu (23/4/2025) mengumumkan serangkaian langkah tegas untuk menurunkan tingkat hubungan diplomatik dengan Pakistan, sehari setelah serangan bersenjata oleh kelompok militan yang menewaskan 26 orang di kawasan wisata Baisaran Valley, Pahalgam, Kashmir. Serangan ini merupakan yang paling mematikan terhadap warga sipil di India dalam hampir dua dekade terakhir.

Serangan yang terjadi pada Selasa itu langsung memicu respons keras dari pemerintah India, yang menuding adanya keterlibatan lintas batas dalam aksi tersebut. Dalam konferensi pers, Sekretaris Luar Negeri India Vikram Misri menyampaikan bahwa pemerintah akan menangguhkan pelaksanaan Indus Waters Treaty 1960—perjanjian yang sebelumnya tetap bertahan meski kedua negara sempat terlibat dalam perang.

“Perjanjian ini akan ditangguhkan hingga Pakistan dengan kredibel dan secara permanen meninggalkan dukungannya terhadap terorisme lintas batas,” ujar Misri. Perjanjian ini selama ini mengatur pembagian air Sungai Indus dan anak-anak sungainya yang sangat vital bagi sistem irigasi dan pembangkit listrik di Pakistan.

Polisi berjaga-jaga di Pos Pemeriksaan di Kashmir Selatan.

India Tutup Pos Perbatasan

Langkah lainnya yang diumumkan India mencakup penutupan satu-satunya pos lintas darat antara kedua negara, pelarangan visa khusus Asia Selatan bagi warga Pakistan, serta pengusiran semua penasihat pertahanan dari kedutaan Pakistan di New Delhi. India juga akan menarik sebagian staf diplomatiknya dari Islamabad.

Tidak hanya itu, warga Pakistan yang berada di India dengan visa khusus diberi waktu 48 jam untuk meninggalkan negara tersebut. India pun menegaskan tidak akan memberi izin masuk baru bagi warga Pakistan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

“India tidak akan berhenti dalam mengejar siapa pun yang terlibat dalam aksi teror, maupun mereka yang mendukung dan memfasilitasinya,” tegas Misri.

Pukulan Besar bagi PM Modi

Serangan di Kashmir yang terjadi di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut disebut sebagai pukulan besar bagi kebijakan Perdana Menteri Narendra Modi dan Partai Bharatiya Janata (BJP). Pemerintah selama ini mengklaim pencabutan status khusus Jammu dan Kashmir pada 2019 sebagai keberhasilan yang membawa stabilitas dan pembangunan di wilayah mayoritas Muslim tersebut.

Kelompok militan bernama “Kashmir Resistance” mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu dalam sebuah unggahan media sosial. Mereka menentang masuknya lebih dari 85.000 “pendatang dari luar” ke Kashmir yang dinilai mengubah komposisi demografis wilayah tersebut. Badan keamanan India menyebut kelompok ini terkait dengan organisasi militan berbasis di Pakistan seperti Lashkar-e-Taiba dan Hizbul Mujahideen. Pakistan membantah tuduhan ini dan menyatakan hanya memberikan dukungan moral dan diplomatik bagi warga Kashmir.

Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar menyatakan melalui platform X bahwa Perdana Menteri Shehbaz Sharif akan memimpin rapat Komite Keamanan Nasional pada Kamis pagi untuk merespons keputusan India.

Antrian mobil yang membawa wisatawan untuk dievakuasi ke Bandara di Srinagar.

Kashmir Terguncang

Di Kashmir, ribuan wisatawan dan pekerja lokal yang berada di lokasi saat serangan terjadi segera dievakuasi. Pemerintah wilayah federal Jammu dan Kashmir pun menutup semua aktivitas pada Rabu sebagai bentuk duka dan protes atas serangan tersebut. “Kami malu. Kashmir malu,” kata mantan Kepala Menteri Jammu dan Kashmir Mehbooba Mufti. “Kami berdiri bersama bangsa dalam masa sulit ini.”

Serangan ini mengguncang rasa aman yang sempat pulih di Kashmir, wilayah yang sejak 1989 dilanda konflik bersenjata antara militan separatis dan pasukan keamanan India, dan kini kembali menghadapi ketidakpastian dalam bayang-bayang eskalasi ketegangan India–Pakistan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Houthi Serang Markas Militer Yaman, Tewaskan 53 Tentara

20 Okt 2026 - 09:13 WIB

Houthi Serang Markas Militer Yaman, Tewaskan 53 Tentara

Perancis Akan Berlakukan Jam Malam Usai Kerusuhan

20 Okt 2026 - 08:05 WIB

Perancis Akan Berlakukan Jam Malam Usai Kerusuhan

Rusia Serang 28 Fasilitas Energi Ukraina, 500.000 Warga Terdampak

20 Okt 2026 - 07:15 WIB

Rusia Serang 28 Fasilitas Energi Ukraina, 500.000 Warga Terdampak

Gelombang Demonstrasi Meluas di Eropa, dari Perancis hingga Italia dan Portugal

20 Okt 2026 - 06:25 WIB

Gelombang Demonstrasi Meluas di Eropa, dari Perancis hingga Italia dan Portugal

Drone Ukraina Hantam Fasilitas Minyak Rusia, Satu Orang Tewas

19 Okt 2026 - 09:11 WIB

Drone Ukraina Hantam Fasilitas Minyak Rusia, Satu Orang Tewas
Trending di Internasional