Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

India dan Pakistan Sepakat Gencatan Senjata, Namun Ledakan Masih Terdengar

badge-check


					Polisi India memeriksa puing-puing logam, di sebuah ladang di pinggiran Jalandhar, India, pada 10 Mei 2025. Perbesar

Polisi India memeriksa puing-puing logam, di sebuah ladang di pinggiran Jalandhar, India, pada 10 Mei 2025.

New Delhi/Islamabad – India dan Pakistan, dua negara bertetangga bersenjata nuklir yang selama empat hari terakhir terlibat baku tembak sengit, secara resmi menyepakati gencatan senjata pada Sabtu (10/5/2025) malam waktu setempat. Kesepakatan itu tercapai setelah adanya tekanan diplomatik dari Amerika Serikat. Namun, hanya beberapa jam berselang, ledakan kembali terdengar di sejumlah kota perbatasan, memicu kekhawatiran akan kerapuhan perdamaian yang baru terjalin.

Ledakan terdengar di berbagai wilayah di Jammu dan Kashmir, pusat ketegangan antara kedua negara. Sumber dari otoritas lokal dan warga melaporkan adanya tembakan artileri dan serangan drone. Sistem pertahanan udara juga aktif di beberapa kota yang berada dalam kondisi pemadaman listrik sejak Jumat malam.

India menuding Pakistan telah melanggar kesepakatan gencatan senjata. Sekretaris Luar Negeri India, Vikram Misri, dalam konferensi pers mengatakan bahwa angkatan bersenjata India telah diperintahkan untuk “menanggapi dengan tegas” jika terjadi pelanggaran lebih lanjut.

“Kami mendesak Pakistan untuk mengambil langkah serius dan bertanggung jawab dalam menangani situasi ini,” kata Misri.

Pemerintah Pakistan membantah tuduhan tersebut. Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan komitmennya terhadap gencatan senjata dan justru menyalahkan India atas insiden pelanggaran. “Pasukan kami menangani situasi dengan penuh tanggung jawab dan menahan diri,” sebut pernyataan itu.

Gencatan Senjata di Tengah Ancaman Eskalasi Nuklir

Pertempuran terbaru ini disebut sebagai yang terburuk dalam hampir tiga dekade terakhir antara dua musuh lama Asia Selatan itu. Situasi sempat meningkat ke level berbahaya saat militer Pakistan mengumumkan bahwa badan pengawas senjata nuklir mereka akan menggelar pertemuan darurat. Namun, Menteri Pertahanan Pakistan membantah kabar tersebut, beberapa jam setelah aksi saling serang menargetkan basis militer dan menewaskan 66 warga sipil.

Pengumuman gencatan senjata disampaikan Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, melalui akun media sosial X:

“Pakistan dan India sepakat melakukan gencatan senjata secara langsung. Pakistan selalu mengupayakan perdamaian dan keamanan di kawasan tanpa mengorbankan kedaulatan dan integritas teritorialnya.”

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump turut mengonfirmasi kesepakatan tersebut:

“Setelah malam panjang perundingan yang dimediasi AS, saya senang mengumumkan bahwa India dan Pakistan telah sepakat melakukan GENCATAN SENJATA PENUH DAN LANGSUNG,” tulisnya di X.

India dan Pakistan setuju gencatan senjata usai tekanan AS, namun ledakan masih terdengar di Kashmir. Ketegangan belum sepenuhnya mereda.

Kendaraan yang rusak, setelah operasi militer Pakistan terhadap India, di Rehari, Jammu, pada 10 Mei 2025.

Jalur Komunikasi Militer Aktif, Pembicaraan Lanjutan Direncanakan

Ishaq Dar mengungkapkan bahwa jalur komunikasi militer dan hotline antara kedua negara telah diaktifkan kembali. Ia juga menyebut lebih dari 30 negara turut memfasilitasi kesepakatan gencatan senjata ini.

Ketegangan memuncak setelah India menyerang wilayah yang diklaim sebagai infrastruktur teroris di Kashmir Pakistan, dua minggu pasca serangan terhadap wisatawan Hindu yang menewaskan 26 orang di wilayah Kashmir India. Pakistan menolak keterlibatannya dan menyebut tuduhan India tidak berdasar.

Meski gencatan senjata telah diumumkan, dua pejabat pemerintah India mengatakan bahwa kebijakan pembatasan, seperti penghentian perdagangan dan pembatalan visa, masih tetap berlaku. Selain itu, Perjanjian Air Indus 1960, yang sebelumnya ditangguhkan India pasca serangan Kashmir, juga masih belum diaktifkan kembali.

Reaksi Paska Gencatan Senjata India dan Pakistan

Berita tentang gencatan senjata sempat disambut lega oleh masyarakat kedua negara. Otoritas bandara Pakistan bahkan membuka kembali wilayah udara secara penuh. Namun, pelanggaran yang terjadi beberapa jam kemudian kembali memunculkan kekhawatiran.

Mantan Ketua Menteri Kashmir India, Omar Abdullah, mengungkapkan kekesalannya melalui media sosial:

“Apa yang terjadi dengan gencatan senjata? Ledakan terdengar di seluruh Srinagar!!! Ini bukan gencatan senjata. Unit pertahanan udara baru saja aktif di pusat kota.”

India dan Pakistan telah berseteru soal wilayah Kashmir sejak kemerdekaan dari Inggris tahun 1947. Kedua negara telah terlibat dalam tiga perang besar, dua di antaranya terkait Kashmir. India menuduh Pakistan mendukung pemberontakan di Kashmir yang telah menewaskan puluhan ribu orang sejak 1989, sementara Pakistan bersikeras hanya memberikan dukungan moral dan diplomatik bagi warga Kashmir.

Pertemuan lanjutan direncanakan akan digelar di lokasi netral. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan, kesepakatan tidak hanya mencakup penghentian kekerasan, tetapi juga membuka ruang dialog terkait isu-isu utama yang selama ini menjadi sumber konflik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional