Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Rusia dan Ukraina Tukar 307 Tawanan, Terbesar Selama Perang

badge-check


					Rusia dan Ukraina Tukar 307 Tawanan, Terbesar Selama Perang Perbesar

Moskow/Chernihiv – Rusia dan Ukraina melakukan pertukaran masing-masing 307 personel militer pada Sabtu (24/5/2025), sebagai bagian dari putaran kedua pertukaran tawanan yang disebut-sebut akan menjadi yang terbesar selama tiga tahun perang kedua negara.

Pertukaran ini diumumkan secara terpisah oleh Kementerian Pertahanan Rusia dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melalui kanal Telegram resminya. Zelenskyy menyatakan bahwa proses pemulangan warga Ukraina dari tahanan Rusia masih akan berlanjut.

“Besok kami harapkan lebih banyak lagi,” tulisnya. “Tujuan kami adalah mengembalikan setiap warga kami dari tahanan Rusia.”

Isak Haru dan Kepulangan yang Emosional

Dalam rekaman video, para prajurit Ukraina yang telah bebas turun dari bus yang berhias bendera biru-kuning. Di titik temu di wilayah Ukraina, mereka disambut oleh keluarga yang sudah menanti, beberapa dengan teriakan “Selamat datang!”

Salah seorang prajurit, Dmytro Havrylenko, terlihat memeluk erat anak laki-lakinya dan ibunya. “Sejujurnya, saya masih terkejut,” katanya. “Ini adalah 17 bulan yang sangat sulit. Tapi sekarang semuanya baik-baik saja.”

Di tengah suasana haru, sejumlah perempuan membawa foto kerabat mereka yang masih hilang. Mereka mendekati para mantan tahanan untuk menanyakan informasi. Seorang perempuan bernama Yana berharap ada kabar tentang suaminya yang hilang sejak Ukraina melakukan operasi militer ke wilayah Kursk, Rusia, tahun lalu.

“Barangkali ada yang mengenali fotonya dan bisa memberi sedikit informasi,” ujar Yana. “Ini hari kedua kami di sini. Mungkin hari ini.”

Video lain yang dirilis oleh kantor Presiden Ukraina menunjukkan seorang prajurit menangis dalam pelukan seorang perempuan berseragam militer. Para petugas terlihat memberikan ponsel kepada para prajurit agar dapat menghubungi keluarga mereka. “Saya tidak percaya akhirnya pulang,” ujar salah seorang dari mereka.

Rusia Tampilkan Simbol Lama

Sementara itu, video singkat dari Kementerian Pertahanan Rusia memperlihatkan personel militer Rusia yang telah bebas, turun dari bus dan berfoto bersama dengan bendera Rusia, serta bendera Uni Soviet dan Kekaisaran Rusia.

Putaran pertama pertukaran tahanan telah berlangsung sehari sebelumnya, pada Jumat (23/5), ketika masing-masing negara membebaskan 390 orang, termasuk 120 warga sipil. Kedua pihak menyatakan akan melanjutkan pembebasan lebih banyak tahanan dalam beberapa hari ke depan.

Menuju Perdamaian?

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyambut baik pertukaran ini dan menyebutnya sebagai sinyal positif menuju fase baru dalam upaya negosiasi damai antara Moskow dan Kyiv. Pertukaran tahanan ini merupakan hasil dari pertemuan singkat di Istanbul pada 16 Mei lalu, yang terlaksana atas desakan Trump.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan bahwa Moskow siap menyerahkan draf dokumen berisi syarat perjanjian damai jangka panjang kepada Ukraina setelah proses pertukaran tahanan ini selesai.

Namun, di tengah upaya diplomatik tersebut, konflik masih terus berlangsung. Beberapa jam sebelum pertukaran pada Sabtu, ibu kota Ukraina, Kyiv, mengalami serangan udara oleh Rusia menggunakan drone jarak jauh dan rudal balistik. Sedikitnya 15 orang terluka dalam serangan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional