Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

News

Diskon Listrik 50 Persen di Bulan Juni 2025 Batal

badge-check


					Diskon Listrik 50 Persen di Bulan Juni 2025 Batal Perbesar

Jakarta – Rencana penerapan diskon tarif listrik sebesar 50 persen bagi pelanggan PLN dengan daya di bawah 1.300 VA pada bulan Juni 2025 resmi batal. Kebijakan tersebut urung dijalankan karena keterlambatan dalam proses penganggaran.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, diskon tarif listrik semula dirancang sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi yang akan digulirkan pada Juni hingga Juli 2025. Namun, keterlambatan penganggaran membuat kebijakan ini tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal.

“Diskon listrik ternyata untuk kebutuhan atau proses penganggarannya jauh lebih lambat, sehingga kalau kita tujuannya adalah untuk Juni dan Juli, kami memutuskan diskon ini tidak bisa dijalankan,” ujar Sri Mulyani usai rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/6/2025).

Sebagai gantinya, pemerintah akan mengalihkan fokus stimulus kepada program bantuan subsidi upah (BSU). Program ini dinilai lebih siap dijalankan dari sisi data dan pelaksanaan.

BSU Jadi Alternatif Stimulus

Menurut Sri Mulyani, BSU sempat dipertimbangkan namun belum diputuskan lantaran ada kendala pada penentuan sasaran penerima. Pemerintah perlu memastikan data pekerja yang memenuhi kriteria, agar bantuan tepat sasaran.

Bantuan subsidi upah sebelumnya pernah diberikan pada masa pandemi Covid-19 dengan mengacu pada data dari BPJS Ketenagakerjaan. Namun, data tersebut perlu diperbarui agar sesuai dengan kondisi terkini.

“Kami memutuskan dengan kesiapan data dan kecepatan program, maka BSU menjadi pilihan untuk dialokasikan sebagai stimulus pada bulan ini,” jelasnya.

Pemerintah menetapkan kriteria penerima BSU adalah pekerja dengan upah di bawah Rp 3,5 juta. Total sebanyak 17,3 juta pekerja akan menerima bantuan tersebut.

Diskon Listrik Diusulkan Sebelumnya

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa diskon tarif listrik sebesar 50 persen dirancang sebagai bagian dari stimulus pemerintah untuk masyarakat.

Diskon itu ditujukan kepada pelanggan rumah tangga PLN dengan daya listrik di bawah 1.300 VA. Skema ini berbeda dari program sebelumnya yang mencakup hingga pelanggan 2.200 VA.

“Skemanya seperti sebelumnya, tetapi kali ini hanya untuk pelanggan di bawah 1.300 VA,” kata Airlangga kepada wartawan di Jakarta, Jumat (23/5/2025).

Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban rumah tangga berpenghasilan rendah. Namun, dengan keterbatasan waktu dan kesiapan administrasi, rencana tersebut harus digantikan dengan program yang lebih siap dijalankan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jawa Timur Kondusif: Ibu Khofifah dan Mas Emil Fokus Melayani Program Pro Rakyat

26 Agustus 2025 - 11:52 WIB

Sri Mulyani Siapkan Anggaran untuk Badan Otorita Pantura dan Badan Industri Mineral

26 Agustus 2025 - 10:41 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani siapkan dana untuk Badan Otorita Pantura dan Badan Industri Mineral yang baru dilantik Presiden Prabowo.

Hotel Syariah di Mataram Dapat Tagihan Royalti karena Setel Murotal

25 Agustus 2025 - 10:04 WIB

Hotel Grand Madani Mataram kena tagihan royalti Rp 4,4 juta dari LMKN usai setel murotal. Manajemen tunggu aturan jelas sebelum bayar.

Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak

24 Agustus 2025 - 10:12 WIB

PT KAI tolak usulan DPR soal gerbong khusus perokok. Semua layanan kereta api tetap bebas asap rokok demi kenyamanan dan kesehatan penumpang.

Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

23 Agustus 2025 - 09:10 WIB

PT BMS Foods buka suara soal udang terkontaminasi radioaktif yang ditarik FDA. Ekspor ke Amerika ditangguhkan sementara.
Trending di News