Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

AS Tak Dukung Serangan Israel ke Suriah, Presiden Sharaa Kutuk Intervensi

badge-check


					(foto: REUTERS/Karam al-Masri) Perbesar

(foto: REUTERS/Karam al-Masri)

Washington – Amerika Serikat secara terbuka menyatakan tidak mendukung serangan udara Israel ke Suriah dalam beberapa hari terakhir. Di sisi lain, Presiden interim Suriah Ahmed al-Sharaa menuduh Israel berupaya memecah belah bangsanya dan menegaskan komitmennya melindungi komunitas Druze di negaranya.

Serangan Israel pada Rabu (16/7/2025) lalu mengguncang ibu kota Damaskus, merusak sebagian gedung Kementerian Pertahanan Suriah dan menghantam wilayah dekat istana presiden. Di hari berikutnya, kantor berita negara Suriah melaporkan bahwa serangan lanjutan menyasar wilayah sekitar Sweida. Kota di selatan Suriah itu sebelumnya telah dilanda bentrokan antara milisi Druze, tentara pemerintah, dan kelompok Bedouin..

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tammy Bruce, menyampaikan bahwa Washington menentang aksi militer terbaru Israel. “Kami tidak mendukung serangan Israel ke Suriah. Kami telah menyampaikan ketidaksenangan kami secara jelas dan tegas,” ujarnya.

Menurut Bruce, AS tengah melakukan pendekatan diplomatik tingkat tinggi kepada Israel dan Suriah untuk meredam krisis dan mendorong solusi damai antar kedua negara.

Netanyahu Tegaskan Perlindungan bagi Komunitas Druze

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membela tindakan militernya, menyatakan bahwa Damaskus telah melanggar kesepakatan demiliterisasi di wilayah selatan. “Suriah mengirim tentaranya ke wilayah yang seharusnya bebas militer dan mulai membantai warga Druze. Kami tidak bisa menerima ini,” katanya.

Netanyahu menekankan bahwa Israel berkomitmen melindungi Druze — kelompok minoritas yang juga memiliki komunitas di Lebanon dan Israel — dan menyebut serangan itu sebagai “gencatan senjata melalui kekuatan.”

Presiden Sharaa Puji Mediasi AS, Arab, dan Turki

Dalam pidatonya kepada rakyat Suriah pada Kamis, Presiden Sharaa memuji peran mediasi Amerika Serikat, negara-negara Arab, dan Turki yang telah membantu mencegah “takdir yang tidak pasti” di Suriah selatan.

Namun, ia menuding Israel mencoba mengganggu stabilitas Suriah dan menciptakan perpecahan etnis dan agama. “Mereka selalu berusaha melemahkan kita sejak tumbangnya rezim sebelumnya,” tegas Sharaa, yang pernah memimpin faksi Al Qaeda sampai tahun 2016.

Sharaa menyatakan perlindungan terhadap warga Druze sebagai prioritas nasional dan menegaskan tidak akan membiarkan kekuatan eksternal mengeksploitasi komunitas tersebut.

Situasi di Sweida: Gencatan Senjata Goyah

Menurut jaringan pemantau lokal Suwayda24, lebih dari 60 jenazah ditemukan di Sweida pada Kamis pagi. Seorang jurnalis, Ryan Marouf, mengatakan satu keluarga beranggotakan 12 orang tewas dalam satu rumah. Video yang beredar, meski belum terverifikasi, memperlihatkan kondisi mengenaskan korban di permukiman warga.

Militer Suriah dikabarkan telah mundur dari Sweida setelah AS menekan pihak-pihak yang terlibat untuk menghentikan kekerasan. Namun, ketegangan belum sepenuhnya mereda. Komandan milisi Bedouin menyatakan bahwa serangan terhadap pejuang Druze tetap berlanjut dan bahwa gencatan senjata hanya berlaku antara pemerintah dan Druze.

Dunia Arab Kecam Campur Tangan Asing

Sebelas negara Arab — termasuk Arab Saudi, Mesir, Yordania, dan Uni Emirat Arab — mengeluarkan pernyataan bersama menolak segala bentuk campur tangan asing di Suriah. Mereka mendukung kedaulatan dan stabilitas negara itu serta mendesak implementasi penuh kesepakatan damai di Sweida.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh Israel merusak gencatan senjata yang sebelumnya dicapai melalui mediasi negaranya. “Israel telah memperluas aksi kejahatannya ke Suriah dengan dalih melindungi Druze,” katanya.

Korban Terus Bertambah

Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) mencatat 254 orang tewas dalam empat hari konflik — termasuk wanita, anak-anak, dan tenaga medis. Beberapa di antaranya meninggal akibat serangan udara Israel, eksekusi lapangan, atau baku tembak antar kelompok bersenjata.

PBB juga menggelar sidang darurat membahas eskalasi ini. Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, memperingatkan bahwa pihak eksternal tidak boleh dibiarkan mengeksploitasi situasi rapuh Suriah untuk menciptakan ketegangan etnis dan agama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional