Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

PBB Desak Raksasa Teknologi Gunakan Energi Terbarukan untuk Pusat Data

badge-check


					Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres saat menyampaikan pidato tentang iklim dan energi terbarukan di markas besar PBB di New York City, Amerika Serikat, pada 22 Juli 2025. (foto: REUTERS/Brendan McDermid) Perbesar

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres saat menyampaikan pidato tentang iklim dan energi terbarukan di markas besar PBB di New York City, Amerika Serikat, pada 22 Juli 2025. (foto: REUTERS/Brendan McDermid)

Washington – Sekjen PBB, António Guterres, mendesak perusahaan-perusahaan teknologi untuk sepenuhnya menggunakan energi terbarukan bagi pusat data mereka paling lambat tahun 2030. Seruan ini muncul di tengah meningkatnya penggunaan energi fosil oleh industri untuk memenuhi lonjakan kebutuhan daya pusat data.

Dalam pidatonya pada Selasa (22/7/2025) di markas besar PBB di New York, Guterres menekankan bahwa peralihan ke energi bersih bukan hanya mendesak, tetapi juga tak terelakkan. Ia menyesalkan masih banyak negara dan korporasi yang memilih jalur energi fosil.

“Masa depan sedang dibangun di awan (cloud). Masa depan itu harus digerakkan oleh matahari, angin, dan janji dunia yang lebih baik,” ujar Guterres.

Melawan Kebijakan Energi Pemerintahan Trump

Desakan dari Guterres ini datang sehari sebelum Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akan mengumumkan AI Action Plan. Sebuah kebijakan eksekutif untuk mempercepat pembangunan kecerdasan buatan (AI) dengan cara melonggarkan pembatasan lahan dan produksi energi.

Trump sebelumnya telah menetapkan status darurat energi nasional untuk mengatasi kebutuhan energi yang sangat besar dari pusat data. Hal itu termasuk melonggarkan pembatasan pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar gas, batu bara, dan nuklir.

Pemerintahannya juga telah menandatangani One Big Beautiful Bill Act, yang membatasi insentif bagi energi angin dan surya. Saat ini, dua sumber energi terbarukan tersebut mendominasi antrean proyek pembangkit listrik baru yang menunggu untuk terhubung ke jaringan listrik

Langkah ini mempertegas sikap AS yang semakin condong ke penggunaan energi fosil, sekaligus menambah ketegangan dalam persaingan teknologi dengan China dalam mengembangkan kecerdasan buatan.

Momentum Jelang Konferensi Iklim PBB

Menanggapi tren ini, Guterres menyerukan agar negara-negara memanfaatkan momentum menjelang Konferensi Iklim PBB berikutnya pada bulan September untuk memperbarui rencana iklim nasional mereka, guna memenuhi target Kesepakatan Paris.

Ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan air secara berkelanjutan untuk sistem pendingin pusat data.

“Ini adalah kesempatan langka untuk memastikan semua permintaan listrik baru dipenuhi dari sumber energi terbarukan,” kata Guterres.

Pusat data, sebagai tulang punggung dunia digital dan AI, saat ini menyumbang sekitar 2-3 persen dari total konsumsi listrik global. Tanpa langkah transformatif, angka ini akan melonjak tajam dalam dekade mendatang, seiring revolusi AI yang terus melaju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional