Washington, 12 Agustus 2025 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Kyiv dan Moskow harus bersedia menyerahkan sebagian wilayah untuk mengakhiri perang di Ukraina. Pernyataan itu disampaikan menjelang pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada Jumat (15/8/2025).
Trump mengatakan pembicaraan pekan ini akan segera menunjukkan apakah Kremlin bersedia mencapai kesepakatan damai. “Saya akan tahu mungkin dalam dua menit pertama apakah akan ada kemajuan ,” ujar Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, Senin (11/8/2025).
Sebelum bertemu Putin, Trump akan berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy serta sejumlah pemimpin Eropa. Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran bahwa Washington dapat memaksakan kesepakatan damai yang merugikan Kyiv.
Meski telah memperkeras sikap terhadap Moskow dengan mengizinkan tambahan pasokan senjata AS ke Ukraina dan mengancam tarif bagi pembeli minyak Rusia, sebagian pemimpin Eropa tetap khawatir Trump akan memaksa kompromi besar dari pihak Ukraina.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menegaskan pentingnya “persatuan transatlantik, dukungan untuk Ukraina, dan tekanan terhadap Rusia” untuk mengakhiri perang dan mencegah agresi lanjutan di Eropa. Ia juga mengumumkan rencana paket sanksi ke-19 terhadap Rusia.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bersama Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyatakan bahwa upaya perdamaian harus dibangun bersama Ukraina, “bukan dipaksakan.”
Zelenskiy Tolak Konsesi kepada Rusia
Trump mengakui kemungkinan terjadinya “pertukaran wilayah” dalam kesepakatan damai, meski Moskow maupun Kyiv selama ini menolak ide tersebut. “Rusia telah menguasai wilayah yang sangat strategis, tetapi kami akan mencoba mengembalikan sebagian wilayah itu,” ujarnya.
Sementara itu, Zelenskiy memperingatkan bahwa memberikan konsesi kepada Rusia tidak akan menghentikan perang. “Rusia menolak menghentikan pembunuhan dan tidak boleh menerima imbalan apa pun. Konsesi tidak membuat pembunuh berhenti,” tulisnya di platform X.
Manuver Diplomasi Menjelang Pertemuan
Jelang pertemuan Trump-Putin, aktivitas diplomasi meningkat. Zelenskiy berbicara dengan para pemimpin India dan Arab Saudi untuk mencari dukungan di luar Eropa. Putin juga menghubungi sejumlah pemimpin negara, termasuk China, Brasil, dan beberapa negara bekas Uni Soviet.
Jerman akan memimpin pertemuan virtual para pemimpin Eropa pada Rabu (13/8/2025) guna membahas strategi menekan Rusia. Pertemuan itu akan melibatkan Zelenskiy serta pejabat Uni Eropa dan NATO.
Rencana damai yang dibicarakan mencakup usulan pembentukan zona demiliterisasi selebar 18 mil di Ukraina timur, dijaga pasukan NATO Eropa tanpa melibatkan tentara AS. Selain itu, Ukraina diproyeksikan tidak akan masuk NATO, memenuhi salah satu tuntutan utama Putin.
Sejak invasi besar-besaran pada Februari 2022, perang Ukraina telah menjadi konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.