Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Swedia, Norwegia, dan Denmark Kucurkan Rp8 Triliun untuk Danai Ukraina

badge-check


					Rudal Patriot milik AS. Perbesar

Rudal Patriot milik AS.

Stockholm – Swedia, Norwegia, dan Denmark akan kucurkan Rp8,2 triliun, untuk danai Ukraina dalam perang melawan Rusia. Tiga negara Nordik itu menyampaikannya pada Selasa (5/8/2025). Tindakan itu bertujuan untuk mendukung inisiatif NATO dalam penyediaan senjata Amerika Serikat untuk Ukraina, termasuk sistem pertahanan udara Patriot.

Presiden Donald Trump sebelumnya telah menyampaikan bahwa AS akan mengirimkan persenjataan ke Ukraina dengan biaya yang ditanggung oleh sekutu Eropa. Namun, hingga kini belum dijelaskan secara rinci skema pendanaannya.

“Kami ingin memastikan Ukraina segera menerima peralatan yang dibutuhkan, sekaligus memperkuat kerja sama NATO dalam pertahanan Ukraina dan menjamin perdamaian berdasarkan syarat Ukraina,” ujar Menteri Pertahanan Norwegia, Tore O. Sandvik, dalam pernyataannya.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, menyambut langkah ini dan menyebutnya sebagai fondasi baru bagi keamanan jangka panjang Eropa.

“Langkah ini akan terasa dampaknya. Ini menjadi contoh kuat bagi negara-negara NATO lainnya untuk memperkuat hubungan keamanan antara Amerika dan Eropa serta memastikan perlindungan dari serangan Rusia,” tulis Zelenskiy di platform X (dulu Twitter). Ia menambahkan, “Rusia tidak akan pernah berhasil menjadikan Eropa sebagai benua perang. Melalui upaya bersama inilah, kita memastikan perdamaian akan tetap tegak.”

Menteri Pertahanan Denmark, Troels Lund Poulsen, menegaskan bahwa dana bantuan dari negaranya akan tersedia secara langsung dan tidak menutup kemungkinan adanya tambahan pendanaan di masa mendatang.

“Kecepatan adalah hal yang sangat krusial,” katanya.

Rincian Dana Bantuan

Denmark berkontribusi sekitar $90 juta (Rp1,48 triliun), sedangkan Norwegia menyumbang 1,5 miliar krona Norwegia atau sekitar $146 juta (Rp2,4 triliun). Swedia menjadi penyumbang terbesar dengan $275 juta (Rp4,5 triliun), mencakup rudal Patriot, sistem pertahanan udara lainnya, dan amunisi anti-tank.

“Pasokan berkelanjutan terhadap peralatan pertahanan buatan AS yang tidak bisa dipenuhi oleh Eropa secara mandiri adalah kunci kemampuan pertahanan Ukraina,” ujar Wakil Perdana Menteri Swedia, Ebba Busch, kepada media.

Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyampaikan apresiasi kepada ketiga negara atas langkah cepat dalam pendanaan ini. Bantuan tersebut merupakan bagian dari inisiatif NATO Prioritised Ukraine Requirements List (PURL), yang didanai oleh negara-negara anggota Eropa dan Kanada. Bantuan akan dibagi ke dalam paket senilai sekitar $500 juta.

Sebelumnya, Belanda telah menjadi negara pertama yang mengumumkan partisipasinya pada Senin lalu, dengan kontribusi sebesar 500 juta euro atau sekitar Rp8,8 triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS serang kapal Iran di Selat Hormuz, picu ketegangan global dan lonjakan harga minyak hingga 115 dolar per barel.

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 April 2026 - 07:23 WIB

Amerika Serikat pecat John Phelan dari jabatan Sekretaris Angkatan Laut AS di tengah konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 April 2026 - 10:04 WIB

Jepang siaga gempa besar susulan usai M 7,7 picu peringatan tsunami. Otoritas peringatkan potensi gempa lebih kuat dalam sepekan.

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 April 2026 - 12:08 WIB

Tesla mengembangkan mobil SUV listrik baru yang lebih kecil dan murah untuk pasar global

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 April 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz Tak Banyak Ubah Lalu Lintas, Ketidakpastian Meningkat.
Trending di Internasional