JEMBER – Capaian membanggakan ditorehkan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember (Kabupaten Jember dan Lumajang) pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Hingga pembaruan per 4 April 2026, total 2.092 siswa dinyatakan lolos ke perguruan tinggi negeri (PTN), meningkat 27,00 persen dibandingkan tahun 2025.
Rinciannya, Kabupaten Jember menyumbang 1.674 siswa, sementara Kabupaten Lumajang sebanyak 418 siswa. Sebaran penerimaan didominasi PTN di Jawa Timur, disusul Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. Bahkan, sejumlah siswa berhasil menembus PTN di Bali hingga luar Pulau Jawa.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember, Iwan Triyono, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, SNBP 2026 mengalami kenaikan signifikan menjadi 2.092 siswa. Ini capaian yang sangat menggembirakan dan merupakan hasil kerja keras bersama seluruh komponen pendidikan,” ujarnya.
Menurut Iwan, keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, guru, pengawas atau pendamping sekolah, siswa, hingga wali murid. Kolaborasi tersebut berjalan selaras dengan implementasi 8 Standar Nasional Pendidikan yang terus diperkuat di satuan pendidikan, baik SMA, SMK, maupun SLB negeri dan swasta.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa capaian ini juga sejalan dengan arahan dan petunjuk Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur agar kualitas pendidikan terus dijaga. “Kepercayaan masyarakat dan perguruan tinggi harus terus kita tingkatkan terhadap SMA, SMK, dan SLB di Jember dan Lumajang. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur yang selama ini membimbing dan mengarahkan,” tegas Iwan.
Ia juga menambahkan, capaian ini semakin membanggakan karena Kabupaten Jember menjadi penyumbang yang cukup signifikan di Jawa Timur dengan 1.674 siswa lolos SNBP 2026.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari strategi khusus yang menjadi kunci peningkatan capaian tahun ini, yakni konsep “Segitiga Emas”.
Strategi ini menekankan kolaborasi erat antara sekolah, siswa, dan wali murid dalam menentukan pilihan perguruan tinggi dan program studi secara rasional dan terukur, yaitu 1) Sekolah berperan memberikan data akademik, rekam jejak alumni, serta pemetaan peluang masuk PTN. 2) Siswa diarahkan mengenali potensi diri, minat, dan capaian akademiknya secara realistis. 3) Wali murid memberikan dukungan moral serta pertimbangan dalam pengambilan keputusan strategis.
Melalui pendekatan ini, pemilihan jurusan dan kampus tidak lagi bersifat spekulatif, tetapi berbasis peluang riil dan kekuatan akademik siswa.
“Segitiga Emas ini terbukti efektif. Pilihan yang rasional meningkatkan peluang diterima di PTN, sehingga lebih banyak siswa yang berhasil lolos,” tegas Iwan.
Ke depan, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember berkomitmen untuk terus memperkuat strategi tersebut, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran dan pendampingan siswa sejak kelas awal.
Dengan capaian ini, wilayah Jember dan Lumajang kembali menegaskan diri sebagai salah satu kontributor signifikan dalam keberhasilan SNBP 2026 di Jawa Timur.












