Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

Trump Desak Ukraina Ganti Presiden Usai Zelensky Protes Kesepakatan AS-Rusia

badge-check

Grafik fluktuasi harga BBM di Amerika Serikat. (Foto: BBC) Perbesar

Grafik fluktuasi harga BBM di Amerika Serikat. (Foto: BBC)

WASHINGTON, 11 Oktober 2026 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan sudah waktunya bagi Ukraina untuk ganti presiden setelah Presiden Volodymyr Zelensky mengkritik kesepakatan pasokan solar antara Washington dan Moskow.

Zelensky memperingatkan bahwa kesepakatan untuk melonggarkan sanksi terhadap ekspor solar Rusia akan memberikan pemasukan baru bagi Moskow untuk melanjutkan perang melawan Ukraina. Ia menyebut kesepakatan tersebut sebagai hadiah bagi Presiden Rusia Vladimir Putin.

Menanggapi kritik itu, Trump berbicara kepada wartawan di luar Gedung Putih pada Sabtu (10/10). Ia menuding Zelensky ingin menimbulkan masalah bagi dunia karena terus mengizinkan serangan terhadap kilang minyak Rusia.

“Dia sebaiknya benar-benar menghentikannya,” kata Trump. Trump kemudian menyatakan Ukraina seharusnya memiliki pemimpin baru yang mampu mencapai kesepakatan.

“Sudah waktunya Ukraina mendapatkan presiden baru,” ujarnya.

Sejak invasi Rusia pada 2022, Ukraina memberlakukan darurat militer yang menyebabkan penangguhan pemilihan umum.

Trump Longgarkan Sanksi Solar Rusia

Trump mengonfirmasi pada Jumat (9/10) bahwa pemerintahannya mencapai kesepakatan dengan Moskow untuk menangguhkan sanksi terhadap ekspor solar Rusia hingga 7 April 2027.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Rusia akan memasok 300.000 ton solar pada tahap awal untuk pasar Amerika Serikat dan global. Pasokan berikutnya, berupa tambahan 500.000 ton akan berlangsung pada November.

Trump juga menyebut pengiriman tambahan sebanyak satu juta ton, kemudian tiga juta ton dalam waktu relatif singkat. Namun, ia menegaskan pengiriman tersebut bergantung pada kondisi kilang solar Rusia.

Kesepakatan itu merupakan bagian dari upaya Trump menekan harga bahan bakar di Amerika Serikat menjelang pemilihan paruh waktu atau midterm elections.

Harga bahan bakar, terutama solar, melonjak setelah perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sejak Februari mengganggu pasokan energi global.

Penutupan efektif Selat Hormuz, jalur yang biasanya menjadi perlintasan sekitar seperlima produk minyak dunia, turut memperburuk gangguan pasokan tersebut.

Menurut data American Automobile Association (AAA), harga rata-rata solar di Amerika Serikat mencapai 6,28 dollar AS per galon. Angka itu naik dari rata-rata 5,94 dollar AS pada bulan sebelumnya dan 3,68 dollar AS pada tahun lalu.

Kenaikan harga bahan bakar ikut meningkatkan tekanan inflasi dan memperburuk penilaian masyarakat terhadap pemerintahan Trump.

Zelensky Sebut Kesepakatan Menguntungkan Moskow

Zelensky menilai pelonggaran sanksi akan memungkinkan Rusia memperoleh dana tambahan untuk membeli peralatan militer dan melanjutkan perang. Ia juga menuduh Moskow akan menafsirkan kesepakatan tersebut sebagai sinyal bahwa Rusia dapat terus melancarkan serangan.

Pada Sabtu (10/10), Zelensky berbicara dengan sejumlah sekutu untuk membahas perkembangan tersebut. Ia mendesak adanya keputusan nyata guna melindungi warga Ukraina dan menjaga keamanan Eropa.

Juru bicara kantor Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengatakan pemimpin Inggris itu telah berbicara dengan Zelensky dan menyampaikan dukungan penuh.

Keduanya sepakat bahwa Rusia harus menerima gencatan senjata energi segera serta menghentikan serangan terhadap pelayaran di Laut Hitam. Menurut pernyataan tersebut, langkah itu dapat segera meningkatkan pasokan energi dan pangan di pasar global.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas juga mengkritik kesepakatan solar AS-Rusia. Kallas mengatakan penangguhan sanksi akan memberikan tambahan pendapatan bagi Moskow untuk membiayai perang.

“Ini bukan waktunya untuk mengurangi tekanan terhadap Rusia, dan Eropa tidak akan melakukannya,” kata Kallas.

Ia menambahkan bahwa para menteri luar negeri Uni Eropa berencana menyetujui paket sanksi terbesar terhadap Rusia sejak invasi skala penuh dimulai.

Serangan Infrastruktur Energi Rusia dan Ukraina Meningkat

Kesepakatan solar terjadi ketika Rusia dan Ukraina meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi dan fasilitas transportasi satu sama lain.

Dalam 10 bulan terakhir, Rusia mengalami dua gelombang kelangkaan bahan bakar yang parah akibat serangan pesawat nirawak Ukraina terhadap kilang minyak Rusia. Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan produksi solar Rusia turun sekitar 30 persen.

Trump sebelumnya juga pernah menyerukan pemilihan umum baru di Ukraina pada Desember tahun lalu. Saat itu, ia mengatakan rakyat Ukraina seharusnya diberi kesempatan untuk memilih pemimpin pengganti Zelensky.

Namun, pemberlakuan darurat militer sejak invasi Rusia pada 2022 membuat pemilihan umum di Ukraina ditangguhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Serangan di Bandara Riyadh Tewaskan 12 Orang, 309 Luka-luka

11 Okt 2026 - 09:10 WIB

Serangan di Bandara Riyadh Tewaskan 12 Orang, 309 Luka-luka

Mantan Hakim ICC Raih Nobel Perdamaian, Trump Jatuhkan Sanksi terhadap ICC

10 Okt 2026 - 10:07 WIB

Mantan Hakim ICC Raih Nobel Perdamaian, Trump Jatuhkan Sanksi terhadap ICC

Demo Pelajar Meluas di Perancis, Apa Penyebabnya?

10 Okt 2026 - 08:53 WIB

Demo Pelajar Meluas di Perancis, Apa Penyebabnya?

Tiga Hari Sebelum Latihan Evakuasi Nasional, Panama Diguncang Gempa M 7,7

10 Okt 2026 - 08:08 WIB

Tiga Hari Sebelum Latihan Evakuasi Nasional, Panama Diguncang Gempa M 7,7

Trump Klaim Sepakat dengan Putin, Rusia Akan Pasok 1,8 Juta Ton Solar ke AS

10 Okt 2026 - 07:20 WIB

Trump Klaim Sepakat dengan Putin, Rusia Akan Pasok 1,8 Juta Ton Solar ke AS
Trending di Internasional