Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

Politisi Muda AS Jadi Minoritas, Kongres Didominasi Lansia

badge-check

Dominasi politisi senior di Kongres AS memunculkan pertanyaan tentang regenerasi dan keterwakilan generasi muda. (ilustrasi) Perbesar

Dominasi politisi senior di Kongres AS memunculkan pertanyaan tentang regenerasi dan keterwakilan generasi muda. (ilustrasi)

WASHINGTON, 1 November 2026 – Politik Amerika Serikat (AS) masih didominasi politisi berusia lanjut, sementara keterwakilan generasi muda di Kongres tergolong rendah. Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang regenerasi kepemimpinan, relevansi kebijakan, hingga kesempatan anak muda untuk ikut menentukan arah pemerintahan.

Salah satu contohnya adalah Hal Rogers, anggota Partai Republik berusia 88 tahun yang kembali mencalonkan diri untuk masa jabatan ke-24 dalam pemilihan paruh waktu atau midterm pada November 2026. Ia telah mewakili distrik kongres ke-5 Kentucky sejak 1981 dan tercatat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS dengan masa pengabdian terlama.

Rogers bukan satu-satunya politisi senior yang masih bertahan di panggung politik. Senator Chuck Grassley kini berusia 93 tahun, sedangkan Presiden Donald Trump berusia 80 tahun. Mantan Presiden Joe Biden bahkan meninggalkan Gedung Putih pada usia 82 tahun.

Dominasi politisi senior tersebut memunculkan kembali perdebatan mengenai perlunya batas usia atau pemeriksaan kesehatan bagi pejabat publik. Amerika Serikat selama ini dikenal sebagai negara dengan fenomena gerontokrasi, yakni pemerintahan yang didominasi orang-orang berusia jauh lebih tua dibandingkan sebagian besar penduduk dewasa.

Di sisi lain, penelitian Inter-Parliamentary Union menunjukkan AS termasuk negara demokrasi dengan proporsi anggota parlemen berusia di bawah 45 tahun yang relatif rendah.

Politisi Muda Menghadapi Tantangan Pendanaan

Salah satu kandidat muda yang mencoba mengubah keadaan adalah Riley Owen, politisi Partai Republik berusia 27 tahun dari generasi Z.

Owen maju dalam pemilihan anggota Kongres di distrik baru di Utah. Ia mengusung sejumlah isu seperti cuti melahirkan berbayar, pembatasan perdagangan saham oleh anggota Kongres, dan perlindungan lingkungan.

Menurut Owen, dominasi politisi senior merupakan persoalan lintas partai. Ia menilai banyak anggota Kongres telah menjadikan politik sebagai karier sepanjang hidup sehingga sistem politik sulit menghadirkan pembaruan.

Namun, tantangan terbesar yang dihadapinya adalah pendanaan kampanye. Menurut Owen, uang memiliki pengaruh besar dalam politik AS, sementara para penyumbang dana cenderung lebih memilih kandidat petahana.

Data Komisi Pemilihan Umum Federal AS menunjukkan bahwa hingga pertengahan Oktober, tim kampanye rivalnya, Ben McAdams, telah mengumpulkan lebih dari 2,6 juta dollar AS. McAdams merupakan politisi Partai Demokrat berusia 51 tahun yang pernah menjadi anggota Kongres.

Sebaliknya, Owen baru mengumpulkan sekitar 150.000 dollar AS.

Owen menilai generasi muda memiliki pemahaman lebih baik terhadap sejumlah persoalan kontemporer, termasuk perkembangan teknologi. Ia juga menolak anggapan bahwa kandidat muda otomatis tidak memiliki pengalaman yang cukup.

Sebelum terjun ke politik, ia pernah bertugas sebagai perwira militer dan analis kebijakan di Gedung Putih.

Dominasi Politisi Senior di Kongres

Dominasi politisi senior di Washington juga terlihat dari data usia anggota Kongres.

Catatan Kongres menunjukkan usia median anggota DPR dan Senat AS pernah mencapai titik terendah pada awal 1980-an, masing-masing 48 dan 52 tahun.

Namun, angkanya meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Analisis Pew Research Center menunjukkan rata-rata usia anggota DPR pada awal periode Kongres saat ini mencapai 58 tahun, sedangkan senator rata-rata berusia 65 tahun.

Sebagai perbandingan, usia median penduduk AS adalah 39 tahun.

Persoalan usia juga berkaitan dengan kondisi kesehatan sejumlah politisi. Biden pernah menghadapi sorotan mengenai kemampuan fisiknya selama menjabat presiden. Trump juga menghadapi pertanyaan serupa, meski dalam skala lebih kecil.

Senator Partai Republik Mitch McConnell, yang berusia 84 tahun, turut menjadi perhatian setelah beberapa bulan absen dari Kongres untuk menjalani perawatan medis.

Sementara itu, Maxine Waters, anggota DPR dari Partai Demokrat berusia 88 tahun, menghadapi tantangan kepemimpinan sebagai anggota senior partainya di Komisi Jasa Keuangan DPR.

Anak Muda Merasa Tidak Terwakili

Rendahnya keterlibatan generasi muda dalam politik juga terlihat dari pola partisipasi pemilih.

Menurut data Pew Research Center, warga berusia 18 hingga 29 tahun yang tidak menggunakan hak pilih meningkat dari 25 persen pada pemilu 2020 menjadi 30 persen pada pemilu 2024.

Dalam pemilu 2024, kelompok berusia di bawah 30 tahun mencakup 20 persen dari populasi yang memenuhi syarat memilih. Namun, mereka hanya menyumbang 15 persen dari seluruh suara yang diberikan.

Grace Mausser, salah satu pimpinan Democratic Socialists of America cabang New York, menilai ketimpangan tersebut berdampak pada isu yang mendapat perhatian para politisi. Menurut dia, rendahnya partisipasi anak muda membuat persoalan yang mereka hadapi kurang mendapat tempat dalam agenda politik.

Mausser pernah berkampanye untuk Zohran Mamdani, yang terpilih menjadi wali kota termuda New York pada usia 34 tahun.

Namun, ia menilai persoalan utama bukan semata-mata usia politisi, melainkan keterbukaan mereka terhadap gagasan baru.

Ia mencontohkan Senator Bernie Sanders yang kini berusia 85 tahun. Meski telah lama berkarier di Kongres, Sanders dinilai mampu membawa gagasan perubahan yang mendapat dukungan lintas generasi.

Kepercayaan Anak Muda terhadap Politisi Rendah

Rendahnya keterlibatan generasi muda juga berkaitan dengan ketidakpercayaan terhadap pejabat terpilih.

Survei Pew Research Center pada musim semi 2025 menunjukkan 62 persen warga AS berusia 18 hingga 34 tahun menilai hanya sedikit atau tidak ada politisi terpilih yang jujur. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kelompok berusia di atas 50 tahun, yakni 45 persen.

Berdasarkan survei atas 25 negara, hanya anak muda di Yunani yang menunjukkan tingkat pesimisme lebih tinggi terhadap kejujuran politisi.

James Sloam, akademisi dari Royal Holloway, University of London, menilai ketidakpercayaan tersebut ikut menjelaskan mengapa anak muda enggan terlibat dalam politik. Ia juga menyoroti persyaratan usia minimum untuk menjadi anggota Kongres AS. Seseorang harus berusia minimal 25 tahun untuk menjadi anggota DPR dan 30 tahun untuk menjadi senator.

Menurut Sloam, rendahnya keterlibatan anak muda dalam politik dapat membuat semakin sedikit dari mereka yang kemudian menjadi wakil rakyat.

Sistem Dua Partai Menjadi Hambatan

Sistem politik AS yang didominasi Partai Republik dan Partai Demokrat juga dinilai menjadi salah satu penghambat keterlibatan generasi muda.

Sloam mengatakan sistem dua partai cenderung membatasi variasi pandangan politik yang terwakili. Padahal, anak muda sering kali lebih tertarik pada gerakan sosial atau kampanye yang berfokus pada isu tertentu dibandingkan politik kepartaian.

Ia mencontohkan sejumlah kandidat dari kelompok kiri yang berhasil menarik dukungan anak muda di luar arus utama Partai Demokrat.

Sebaliknya, Partai Republik juga mengalami perpecahan dalam satu dekade terakhir, terutama setelah munculnya gerakan MAGA Trump dan berhasil menarik dukungan sebagian pemilih laki-laki muda pada pemilu 2024.

Sloam menilai sejumlah negara Eropa, terutama negara-negara Skandinavia dengan sistem multipartai, menawarkan contoh berbeda. Partai-partai pemerintahan di negara tersebut cenderung membuka ruang kerja sama dengan gerakan sosial sehingga aspirasi kelompok muda dapat masuk ke dalam sistem politik.

Usia Bukan Satu-satunya Ukuran Kemampuan

Meski dominasi politisi senior menjadi sorotan, sejumlah pakar mengingatkan bahwa usia tidak bisa dijadikan satu-satunya ukuran kemampuan seseorang menjalankan jabatan publik.

Tracey Gendron, profesor gerontologi di Virginia Commonwealth University, mengatakan usia bukan indikator yang cukup untuk menilai kapasitas seseorang.

Menurut dia, seseorang berusia 45 tahun bisa saja mengalami persoalan kesehatan yang memengaruhi kemampuan berpikir. Sebaliknya, politisi berusia 85 tahun dapat memiliki integritas, kebijaksanaan, dan kemampuan mengambil keputusan yang sangat baik.

Gendron menilai Kongres AS memang perlu memperluas keberagaman keterwakilan, tetapi persoalannya tidak terbatas pada usia. Keterwakilan berdasarkan gender, orientasi seksual, agama, dan ras juga masih menjadi tantangan.

Pada akhirnya, Owen dan sejumlah aktivis muda sepakat bahwa pemilih seharusnya tidak menentukan pilihan hanya berdasarkan usia kandidat. Gagasan, kebijakan, dan kelompok masyarakat yang diperjuangkan seorang politisi dinilai lebih penting daripada tahun kelahirannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Norwegia Balas Ejekan Trump dengan Promosi Toilet Unik dan Indah

1 Nov 2026 - 09:20 WIB

Norwegia Balas Ejekan Trump dengan Promosi Toilet Unik dan Indah

AS Setujui Penjualan 500 Rudal Patriot untuk Ukraina

1 Nov 2026 - 07:40 WIB

AS Setujui Penjualan 500 Rudal Patriot untuk Ukraina

Dari Denda hingga Potong Tunjangan Orang Tua, Ini Cara Eropa Tagih Ganti Rugi Kerusuhan

31 Okt 2026 - 10:42 WIB

Dari Denda hingga Potong Tunjangan Orang Tua, Ini Cara Eropa Tagih Ganti Rugi Kerusuhan

Perlombaan AI Makin Mahal! Google, Amazon, dan Microsoft Hadapi Tekanan Investor

31 Okt 2026 - 09:50 WIB

Perlombaan AI Makin Mahal! Google, Amazon, dan Microsoft Hadapi Tekanan Investor

Binance Kena Hack Rp 114 Triliun, Diduga Libatkan Hacker Korea Utara

31 Okt 2026 - 08:31 WIB

Binance Kena Hack Rp 114 Triliun, Diduga Libatkan Hacker Korea Utara
Trending di Internasional