eLmedia, 12 Oktober 2026 – Penggemar Dragon Ball siap-siap bernostalgia, Anime Dragon Ball Super: Beerus dijadwalkan hadir pada musim gugur 2026. Setelah delapan tahun sejak anime Dragon Ball Super pertama kali berakhir, Goku dan kawan-kawan akhirnya bersiap kembali ke layar dengan sajian yang lebih segar.
Kali ini, Toei Animation tidak sekadar memoles animasi lama. Remake ini menjanjikan pembangunan ulang cerita dengan kualitas visual, koreografi pertarungan, dan tempo cerita yang lebih baik, sambil tetap mengikuti kisah asli karya Akira Toriyama.
Meski mengusung nama Dragon Ball Super: Beerus, cerita yang diangkat mencakup tiga arc penting, yakni Battle of Gods, Resurrection ‘F’, dan Universe 6. Ketiganya punya momen ikonik yang masih membekas di ingatan penggemar.
Dari sekian banyak pertarungan dan transformasi legendaris, berikut lima momen yang paling menarik untuk ditunggu dalam versi remake ini, dimulai dari pilihan kelima hingga yang paling dinantikan.
Duel Goku vs Hit yang Layak Mendapat Animasi Lebih Gila
Inilah pertarungan yang paling menarik untuk ditunggu dalam remake Dragon Ball Super: Beerus.
Arc Universe 6 memperkenalkan banyak karakter baru, termasuk Champa dan para petarung dari semesta lain. Namun, salah satu karakter yang paling mencuri perhatian adalah Hit, seorang pembunuh profesional dengan kemampuan manipulasi waktu.
Kemampuan andalannya, Time-Skip, membuat Hit mampu melompati waktu dalam interval singkat. Ia bisa memanfaatkan celah tersebut untuk menyerang lawan sebelum mereka sempat bereaksi.
Bagi Goku, Hit bukan lawan yang bisa dikalahkan hanya dengan mengandalkan kekuatan super. Ia harus mempelajari pola serangan dan mencari cara untuk menghadapi kemampuan unik tersebut.
Itulah yang membuat duel mereka terasa berbeda dari pertarungan Goku sebelumnya.
Hit bukan sekadar lawan kuat. Ia memaksa Goku berpikir, beradaptasi, dan terus mencari cara untuk meningkatkan kemampuannya di tengah pertarungan.
Ada pula momen menarik ketika Goku memutuskan mengundurkan diri dari pertandingan. Ia menyadari bahwa aturan turnamen membatasi kemampuan Hit, sehingga pertarungan mereka belum benar-benar menunjukkan potensi penuh sang pembunuh.
Keputusan itu memperlihatkan sisi Goku yang selalu mencari pertarungan menarik, bahkan ketika ia sebenarnya masih bisa melanjutkan pertandingan.
Sebagian penggemar menilai pertarungan versi anime orisinal belum sepenuhnya memaksimalkan potensi duel tersebut. Karena itu, remake ini punya kesempatan untuk menghadirkan koreografi yang lebih tajam, pergerakan yang lebih dinamis, dan penggunaan kemampuan Time-Skip yang lebih kreatif.
Jika dieksekusi dengan baik, duel Goku melawan Hit bisa menjadi salah satu sorotan utama dari keseluruhan remake.
Golden Frieza, Transformasi yang Tidak Bisa Diremehkan
Frieza merupakan salah satu penjahat paling ikonik dalam sejarah anime shonen. Kejam, arogan, dan selalu merasa dirinya berada di atas semua orang, ia menjadi lawan yang meninggalkan kesan mendalam sejak saga Namek di Dragon Ball Z.
Karena itu, kembalinya Frieza dalam Dragon Ball Super menjadi salah satu bagian cerita yang menarik perhatian penggemar. Namun, ada satu hal yang membuat kemunculannya semakin mengejutkan: Frieza ternyata hampir tidak pernah berlatih sebelum menghadapi Goku.
Bayangkan saja, karakter yang sudah sangat kuat sejak awal itu akhirnya menyadari bahwa para Saiyan terus berkembang. Ia pun memutuskan berlatih selama empat bulan dan berhasil mencapai transformasi Golden Frieza.
Perubahan ini bukan cuma soal penampilan berwarna emas. Golden Frieza menunjukkan bahwa Frieza masih memiliki potensi besar dan mampu mengejar kekuatan lawan-lawannya ketika benar-benar berusaha.
Transformasi tersebut juga terasa cocok dengan karakternya yang selalu ingin tampil superior.
Dalam remake nanti, pertarungan Golden Frieza melawan Super Saiyan Blue menjadi salah satu momen yang layak dinantikan. Dengan peningkatan kualitas animasi, bentrokan dua kekuatan besar ini berpeluang tampil jauh lebih memuaskan.
Goku dan Vegeta Pertama Kali Menggunakan Super Saiyan Blue
Kalau Super Saiyan God memperkenalkan kekuatan dewa, Super Saiyan Blue membawa perkembangan tersebut ke level berikutnya.
Dalam arc Resurrection ‘F’, Frieza kembali dengan ambisi membalas kekalahannya dari Goku. Kali ini, ia tidak datang dengan kekuatan lama. Setelah menjalani latihan selama empat bulan, mantan penguasa galaksi itu berhasil mencapai transformasi Golden Frieza.
Goku dan Vegeta pun harus menghadapi ancaman yang jauh lebih serius.
Goku mampu mengembangkan kekuatan Super Saiyan Blue dengan memadukan energi dewa dan transformasi Super Saiyan. Sementara itu, Vegeta mencapai tingkat kekuatan tersebut melalui latihan bersama Whis.
Perbedaan perjalanan keduanya membuat transformasi ini semakin menarik. Goku dan Vegeta sama-sama mencapai level baru, tetapi melalui proses yang tidak sepenuhnya sama.
Kemunculan Super Saiyan Blue juga menjadi salah satu perubahan besar dalam era Dragon Ball Super. Warna rambut biru menjadi identitas baru yang langsung mencuri perhatian penggemar.
Dengan janji peningkatan koreografi pertarungan dalam versi remake, duel melawan Frieza berpotensi tampil lebih intens, terutama ketika Goku dan Vegeta mulai menunjukkan kemampuan baru mereka.
Lahirnya Super Saiyan God Mengubah Arah Dragon Ball
Selama bertahun-tahun, penggemar Dragon Ball terbiasa melihat Goku dan Vegeta membuka transformasi Super Saiyan dengan warna rambut yang berbeda-beda. Namun, kehadiran Beerus membawa perubahan besar dalam perkembangan kekuatan para Saiyan.
Beerus datang ke Bumi setelah mendapatkan penglihatan tentang seorang pejuang bernama Super Saiyan God. Ia ingin menemukan sosok tersebut untuk menghadapi lawan yang dianggap mampu memberikan pertarungan menarik.
Bagi Beerus, yang telah hidup sangat lama dan memiliki kekuatan luar biasa, mencari lawan sepadan menjadi sesuatu yang mengusir kebosanannya.
Masalahnya, Super Saiyan God bukanlah transformasi yang bisa dicapai Goku hanya dengan berlatih seperti biasanya. Ia membutuhkan energi dari Saiyan lainnya melalui sebuah ritual. Ketika transformasi itu akhirnya berhasil, penampilan Goku berubah dengan rambut merah dan aura yang berbeda dari Super Saiyan biasa.
Momen ini menjadi titik balik penting. Dragon Ball mulai memperkenalkan konsep kekuatan dewa yang kemudian berkembang menjadi bagian utama cerita.
Buat penggemar, menarik untuk melihat bagaimana remake menggarap transformasi ini dengan visual yang lebih modern, terutama ketika Goku berhadapan langsung dengan Beerus.
Vegeta Mengamuk Demi Membela Bulma dari Beerus
Kalau ada satu momen yang membuktikan bahwa Vegeta sudah berubah jauh dari sosok Saiyan arogan yang kita kenal di awal Dragon Ball Z, inilah jawabannya.
Sejak awal kemunculannya, Vegeta selalu menjunjung tinggi harga diri dan kebanggaan sebagai bangsa Saiyan. Bahkan setelah memiliki keluarga, ia masih lebih sering menghabiskan waktu untuk berlatih daripada menunjukkan kasih sayang secara langsung.
Namun, semua itu berubah ketika Beerus datang ke Bumi.
Vegeta sebenarnya tidak punya niat sedikit pun untuk melawan Dewa Kehancuran tersebut. Ia masih mengingat bagaimana Beerus pernah mempermalukan ayahnya, Raja Vegeta. Ditambah peringatan dari Kaio-sama, Vegeta memilih menahan harga dirinya demi keselamatan Bumi.
Masalahnya, Beerus kemudian menampar Bulma.
Di sinilah Vegeta kehilangan kendali. Ia langsung berteriak dan menyerang Beerus dengan amarah yang luar biasa. Bahkan, kekuatan Vegeta meningkat drastis karena kemarahannya.
Bagi penggemar lama, adegan ini terasa spesial karena memperlihatkan bahwa keluarga bukan lagi sekadar bagian kecil dari kehidupan Vegeta. Bulma dan Trunks sudah menjadi sesuatu yang benar-benar ingin ia lindungi.
Pertanyaannya, apakah remake nanti bisa membuat momen ini terasa lebih emosional sekaligus menghadirkan pertarungan yang lebih spektakuler?
Remake Dragon Ball Super Punya Banyak Hal untuk Dibuktikan
Kembalinya Dragon Ball Super melalui Dragon Ball Super: Beerus bukan sekadar kesempatan untuk bernostalgia. Remake ini juga menjadi peluang untuk menyajikan kembali cerita yang sudah dikenal dengan kualitas visual dan tempo yang lebih baik.
Lima momen di atas memperlihatkan alasan mengapa tiga arc tersebut masih menarik untuk dibahas. Ada duel strategis antara Goku dan Hit, transformasi Golden Frieza, kemunculan Super Saiyan Blue, lahirnya Super Saiyan God, hingga perkembangan karakter Vegeta saat membela keluarganya.
Tentu saja, kualitas akhirnya akan bergantung pada bagaimana Toei Animation mengeksekusi setiap adegan. Visual yang lebih bagus saja tidak cukup jika emosi karakter dan intensitas pertarungannya tidak ikut terasa.
Namun, jika remake ini berhasil memenuhi janjinya, penggemar punya alasan kuat untuk kembali mengikuti perjalanan Goku dan kawan-kawan.















