AUBAGNE, 13 Oktober 2026 – Seorang siswa berusia 14 tahun tembak kepala sekolah dan seorang guru di sebuah sekolah menengah pertama di Aubagne, Prancis Selatan, pada Senin (12/10) pagi. Usai melancarkan aksinya, siswa tersebut langsung ditangkap pihak berwajib. Tidak ada siswa yang terluka dalam insiden tersebut, sementara kedua tenaga pendidik mengalami luka yang tidak mengancam jiwa.
Pejabat setempat mengatakan kepada media Prancis bahwa siswa tersebut memasuki Sekolah Menengah Pertama Lakanal dengan membawa senapan yang disimpan di dalam kotak gitar. Ia kemudian melepaskan tembakan sebelum akhirnya dilumpuhkan oleh seorang staf sekolah.
Wali Kota Aubagne Jean-Pierre Squillari mengatakan kepala sekolah dan guru yang terluka telah mendapatkan perawatan medis. Kantor Kejaksaan Marseille membuka penyelidikan atas dugaan percobaan pembunuhan.
Media setempat melaporkan bahwa insiden tersebut di duga tidak berkaitan dengan aksi protes mengenai kondisi sekolah yang sedang berlangsung.
Pelaku Tembak Kepala Sekolah dan Guru
Menurut laporan media Prancis, kepala sekolah berusia 53 tahun mengalami luka tembak di bagian kaki dan punggung bawah. Sementara itu, seorang guru berusia 37 tahun mengalami luka di paha.
Jaksa Marseille Nicolas Bessone menjelaskan, pelaku melukai kepala sekolah dan guru tersebut di lantai pertama gedung sekolah.
Pelaku kemudian naik ke lantai dua dan melepaskan dua tembakan. Tembakan pertama diarahkan ke lantai di depan seorang guru, sedangkan tembakan kedua dilepaskan di dalam ruang kelas yang sedang digunakan hingga mengenai papan tulis.
Guru dan para siswa yang berada di ruang kelas tersebut tidak mengalami luka, tetapi dilaporkan mengalami guncangan psikologis.
Pelaku akhirnya ditahan oleh seorang staf di koridor sekolah sebelum diserahkan kepada polisi.
“Seluruh siswa segera diamankan dan ditempatkan di lokasi yang aman dalam hitungan detik,” kata Squillari melalui pembaruan di media sosial.
Pihak sekolah juga membentuk unit dukungan psikologis untuk memberikan bantuan darurat kepada siswa dan staf yang terdampak.
Kedua Orang Tua Pelaku Ikut Ditahan
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez mengonfirmasi bahwa kedua orang tua siswa tersebut turut ditahan. Penahanan dilakukan setelah senjata ditemukan dalam penggeledahan di rumah keluarga pelaku, menurut laporan media Prancis.
Squillari mengatakan ayah siswa tersebut sebelumnya telah meminta pertemuan dengan penasihat pendidikan sekolah. Namun, ia mengaku belum mengetahui lebih jauh mengenai alasan permintaan pertemuan tersebut.
Dua siswa yang diwawancarai BFMTV menceritakan bahwa alarm kebakaran sempat berbunyi. Ketika mereka keluar dan hendak menggunakan tangga, keduanya mendapat instruksi untuk tidak turun hingga akhirnya berhadapan langsung dengan pelaku.
“Saat itu dia berjarak sekitar satu meter dari kami, membawa senapan berburu. Dia menembak ke tanah,” kata salah seorang siswa.
Keduanya kemudian berusaha melarikan diri. Menurut kesaksian mereka, pelaku sempat mengikuti mereka sebelum akhirnya mereka berteriak meminta pertolongan.
Wali Kota Aubagne mengatakan sejumlah siswa mengalami tekanan psikologis akibat kejadian tersebut dan telah diperiksa oleh psikolog.
Macron Sampaikan Dukungan kepada Korban
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan solidaritas dan dukungan penuh kepada para guru, siswa, serta orang tua yang mengalami guncangan akibat penembakan tersebut. Macron juga memuji ketenangan dan respons tim sekolah yang dinilai berhasil mencegah jatuhnya lebih banyak korban.
Sementara itu, Geffray menyebut penembakan tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat diterima. Ia menilai insiden itu kembali menunjukkan meningkatnya kekerasan yang tidak terkendali di masyarakat dan menyerukan agar semua pihak mengambil sikap untuk mengatasinya.
















